Minggu, 07 Mei 2017
TUGAS 3 ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS
TUGAS 3 ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS
1. Sifat Laporan Sumber Dan Penggunan Kas
Sifat laporan perubahan modal kerja adalah memberikan ringkasan transaksi keuangan selama satu periode dengan menunjukan sumber dan penggunaan modal kerja dalam periode tersebut, modal kerja meliputi seluruh aktiva lancar atau aktiva lancar dikurangi utang lancar. Dengan demikian, yang di laporkan adalah perubahan aktiva lancar dan utang lancar serta sebab-sebab perubahan tersebut atau sumber dan penggunaannya. Tekanan yang di berikan dalam laporan ini adalah perubahan modal kerja atau aktiva lancar dan utang lancar secara keseluruhan dan tidak akan menunjukan jumlah uang yang telah diterima atau dikeluarkan selama periode tersebut.
Laporan sumber dan penggunaan kas akan dapat di gunakan sebagai dasar dalam menaksir kebutuhan kas di masa mendatang dan kemungkinan sumber-sumber yang ada, atau dapat di gunakan sebagai dasar perencanaan dan peramalan kebutuhan kas atau cash flow di masa yang akan datang. Sedangkan bagi para kreditor atau bank dengan laporan sumber dan penggunaan kas akan dapat menilai kemampuan perusahaan dalam membayar bunga atau mengembalikan pinjamannya.
2. Sumber Kas
Kas merupakan aktiva yang paling likuid atau merupakan salah satu unsur modal yang paling tinggi likuiditasnya, berarti semakin besar jumlah kas yang dimiliki oleh suatu perusahaan akan semakin tinggi pula tingkat likuiditasnya. Akan tetapi, suatu perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi karena adanya kas dalam jumlah yang besar berarti tingkat perputaran kas tersebut rendah dan mencerninkan adanya over investment dalam kas dan berarti pula perusahaan kurang efektif dalam mengelola kas. Jumlah kas yang relatif kecil akan diperoleh tingkat perputaran kas yang tinggi dan keuntungannya yang di peroleh akan lebih besar, tetapi suatu perusahaan yang hanya mengejar keuntungan (rentabilitas) tanpa memperhatikan likuiditas akhirnya perusahaan itu akan berada dalam keadaan likuid apabila sewaktu-waktu ada tagihan.
Sumber penerimaan kas dalam suatu perusahaan pada dasarnya dapat berasal dari:
a. Hasil penjualan investasi jangka panjang, aktiva tetap baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud (intangible assets), atau adanya penurunan aktiva tidak lancar yang diimbangi dengan penambahan kas.
b. Penjualan atau adanya emisi saham maupun adanya penambahan modal oleh pemilik perusahaan dalam bentuk kas.
c. Pengeluaran surat tanda bukti utang, baik jangka pendek (wesel) maupun utang jangka panjang (utang obligasi, utang hipotik, atau utang jangka panjang lain) serta bertambahnya utang yang diimbangi dengan penerimaan kas.
d. Adanya penurunan atau berkurannya aktiva lancar selain kas yang diimbangi denagn penerimaan kas pembayaran, berkurangnya persediaan barang dagangan karena adanya penjualan secara tunai, adanya penurunan surat berharga (efek) karena ada penjualan dan sebagainya.
e. Adanya penerimaan kas karena sewa, bunga atau dividen dari investasinya, sumbangan ataupun hadiah maupun adanya pengembalian kelebihan pembayaran pajak pada periode-periode sebelumnya.
f. Keuntunga dari operasi perusahaan, Apabila perusahaan memperoleh keuntungan neto dari operasinya berarti ada tambahan dana dari perusahaan yang bersangkutan
3. Penggunaan Kas
Adapun penggunaan atau pengeluaran kas dapat di sebabkan oleh adanya transaksi-transaksi sebagai berikut.
a. Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek maupun jangka panjang serta pembelian aktiva tetap lainnya.
b. Penarikan kembali saham yang beredar maupun adanya pengembalian kas perusahaan oleh pemilik perusahaan.
c. Pelunasan pembayaran angsuran utang jangka pendek maupun utang jangka panjang.
d. Pembelian barang secara tunai, adanya pembayaran biaya opersi yang meliputi upah dan gaji, pembeliansupplies kantor, pembayaran sewa, bunga, premi asuransi, advertensi, dan adanya persekot-persekot biaya maupun persekot pembelian.
e. Pengeluaran kas untuk pembayaran dividen (bentuk pembagian laba lainnya secara tunai), pembayaran pajak, denda-denda, dan sebagainya.
f. Adanya kerugian dalam operasi perusahaan. Terjadinya kerugian dalam operasi perusahaan dalam mengakibatkan berkurangnya kas atau menimbulkan utang yaitu bila diperlukan dana untuk menutup kerugian tersebut. Timbulnya utang sebenarnya merupakan sumber dana tetapi dana ini digunakan untuk menutup kerugian tersebut.
4. Laporan Sumber Dan Penggunaan Kas
Penyusunan laporan perubahan kas atau laporan sumber dan penggunaan kas dapat dilakukan dengan meringkas jurnal penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas. Cara ini memakan waktu yang lama karena harus menggolongkan setiap transaksi kas menurut sumber masing-masing serta tujuannya, dan cara ini hanya dapat dilakukan oleh internal analisis yang memungkinkan memperoleh datanya dengan lengkap dan masih murni. Bagi eksternal analisis, menyusun laporan sumber dan penggunaan kas dapat dilakukan dengan menganalisis perubahan yang terjadi dalam laporan keuangan yang diperbandingkan antara dua waktu atau akhir periode serta informasi-informasi lain yang mendukung terjadinya perubahan tersebut. Dalam menganalisis perubahan yang terjadi harus diperhatikan kemungkinan adanya perubahan atau transaksi yang tidak mempengaruhi kas (noncash transaction).
Transaksi-transaksi yang tidak mempengaruhi uang kas antara lain sebagai berikut:
a. Adanya pengakuan atau pembebanan depresiasi, amortisasi dan deplesi terhadap aktiva tetap, intangible asset, dan wasting assets. Biaya depresiasi ini merupakan biaya yang tidak memerlukan pengeluaran kas.
b. Pengakuan adanya kerugian piutang baik dengan membentuk cadangan kerugian piutang maupun tidak, dan penghapusan piutang karena piutang yang bersangkutan sudah tidak dapat di tagih lagi.
c. Adanya penghapusan atau pengurangan nilai buku dari aktiva yang dimiliki dan penghentian dari penggunaan aktiva tetap karena aktiva yang bersangkutan telah habis disusut dan atau sudah tidak dapat dipakai lagi.
d. Adanya pembayaran stock devidend (dividen dalam bentuk saham), adanya penyisihan atau pembatasan penggunaan laba, dan adanya penilaian kembali (revaluasi) terhadap aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan.
5. Langkah-Langkah Dalam Penyusunan Laporan Sumber-Sumber Dan Penggunaan Dana Dalam Aliran Kas
Dalam menyusun laporan sumber-sumber dan penggunaan kas, dimana dana dalam artian kas memiliki langkah-langkah sebagai berikut :
a. Mendaftar pos-pos neraca yang diperbandingkan antara dua titik waktu tertentu dalam kolom pertama dan kedua.
b. Mendaftar pos-pos laporan laba rugi dari tahun yang diperbandingkan (current year).
c. Tentukan kenaikan dan penurunan yang terjadi pada pos-pos neraca, tunjukkan dalam kolom ”Perubahan” debit dan kredit. Kolom perubahan debit untuk mencatat adanya kenaikan aktiva, penurunan utang dan modal serta bertambahnya biaya serta berkurangnya penhasilan. Sedangkan kolom kredit untuk mencatat penurunan aktiva, kenaikan utang dan modal, bertambahnya penghasilan dan berkurangnya biaya.
d. Menganalisis perubahan-perubahan yang terjadi pada pos-pos neraca dan pos-pos laba rugi untuk menentukan adanya perubahan yang tidak mempengaruhi kas.
e. Membuat jurnal penyesuaian dalam lembar kerja tersebut untuk menghilangkan akibat atau pengaruhtransaksi nonkas yang sudah dicatat dalam periode tersebut.
f. Memindahkan saldo atau perubahan setelah disesuaikan kecuali perubahan kas) Ke dalam kolom “Kenaikan dan Penurunan Kas” atau “Sumber dan Penggunaan Kas”.
Penurunan aktiva (selain kas), kenaikan utang, modal dan penghasilan merupakan sumber kas, sedangkan kenaikan aktiva (selain kas), penurunan utang, modal dan kenaikan biaya merupakan penggunaan kas. Perubahan kas tidak perlu dipindahkan ke kolom sumber dan penggunaan kas karena perubahan kas inilah yang dianalisis, selisih jumlah kolom sumber kas dengan penggunaan kas harus sama dengan perubahan yang terjadi dalam pos “Kas”.
g. Untuk penyusunan laporan sumber dan penggunaan kas datanya diambil dari dua kolom terakhir dari lembar kerja.
ANALISIS BREAK EVEN POIN (TITIK IMPAS)
1.Pengertian Analisis Break Even Poin (Titik Impas)
Break Even Point (BEP) dapat diartikan sebagai suatu titik atau keadaan dimana perusahaan di dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita kerugian. Dengan kata lain, pada keadaan itu keuntungan atau kerugian sama dengan nol. Hal tersebut dapat terjadi bila perusahaan dalam operasinya menggunakan biaya tetap, dan volume penjualan hanya cukup untuk menutup biaya tetap dan biaya variabel. Apabila penjualan hanya cukup untuk menutup biaya variabel dan sebagian biaya tetap, maka perusahaan menderita kerugian. Dan sebaliknya akan memperoleh memperoleh keuntungan, bila penjualan melebihi biaya variabel dan biaya tetap yang harus di keluarkan.
2. Manfaat Analisis Break Even (Titik Impas)
Analisis break even dapat membantu pimpinan dalm mengambil keputusan mengenaihal-hal sebagai berikut:
a.Jumlah penjualan minimalyang harus dipertahankanagar perusahaan tidak mengalami kerugian.
b. Jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh keuntungan tertentu.
c. Seberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita rugi.
d. Untuk mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual, biaya dan volume penjualan terhadap keuntungan yang diperoleh.
3. Jenis Biaya Berdasarkan Break Even (Titik Impas)
Biaya yang dikeluarkan perusahaan dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Variabel Cost (biaya Variabel)
Variabel cost merupakan jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan, dimana perubahannya tercermin dalam biaya variabel total. Dalam pengertian ini biaya variabel dapat dihitung berdasarkan persentase tertentu dari penjualan, atau variabel cost per unit dikalikan dengan penjualan dalam unit.
2. Fixed Cost (biaya tetap)
Fixed cost merupakan jenis biaya yang selalu tetap dan tidak terpengaruh oleh volume penjualan melainkan dihubungkan dengan waktu(function of time) sehingga jenis biaya ini akan konstan selama periode tertentu. Contoh biaya sewa, depresiasi, bunga. Berproduksi atau tidaknya perusahaan biaya ini tetap dikeluarkan.
3. Semi Varibel Cost
Semi variabel cost merupakan jenis biaya yang sebagian variabel dan sebagian tetap, yang kadang-kadang disebut dengan semi fixed cost. Biaya yang tergolong jenis ini misalnya: Sales expense atau komisi bagi salesman dimana komisi bagi salesman ini tetap unutk range atau volume tertentu, dan naik pada level yang lebih tinggi.
4. Menentukan Break Even Point (BEP) / Titik Impas
• Mathematical Approach
BEP dapat ditentukan atau dihitung berdasarkan formula tertentu, yaitu:
BEP = Fixed Cost / (harga perunit – varibel cost perunit) (rumus 1)
BEP = Fixed Cost / (1-(Sales price/unit / – variabel cost/unit)) = Rp……… (rumus 2)
Formulasi break even point yang dikembangkan:
Break even point adalah titik dimana perusahaan belum memperoleh keuntungan tetapi juga tidak dalam kondisi rugi, maka Break Even Point dapat kita formulasikan secara sederhana sebagai berikut:
BEP – TR = TC
TR = Total Revenue
TC = Total Cost
• Graphical Approach
Secara grafis titik break even ditentukan oleh persilangan antara garis total revenue dan garis total cost.
Keterbatasan Analisis Break Even Point
Analisis break even dapat dirasakan manfaatnya apabila titik break even dapat dipertahankan selama periode tertentu. Keadaan ini at dipertahankan apabila biaya-biaya dan harga jual dalah konstan, karena naik turunnya harga jual dan biaya akan mempengaruhi titik break even. Dalam kenyataan analisis ini agak sukar untuk diterapkan. Oleh sebab ini bagi analis perlu diketahui bahwa analisis break even mempunyai limitasi-limitasi tertentu, yaitu:
• Fixed cost haruslah konstan selama periode atau range of out put tertentu
• Variabel cost dalam hubungannya dengan sales haruslah konstan
• Sales price perunit tidak berubah dalam periode tertentu
• Sales mix adalah konstan
berdasarkan limitasi-limitasi tersebut, BREAK EVEN POINT (BEP) akan bergeser atau berubah apabila:
1. Perubahan FC, terjadi sebagai akibat bertambahnya kapasitas produksi, dimana
perubahan ini di tandai dengan naik turunnya garis FC dan TC-nya, meskipun perubahannya tidak mempengaruhi kemiringan garis TC. Bila FC naik BEP akan
bergeser keatas atau sebaliknya.
2. Perubahan pada variabel cost ratio atau VC per unit, dimana perubahan ini akan menentukan bagaimana miringnya garis total cost. Naiknya biayaVC per unit akan menggeser BEP keatas atau sebaliknya.
3. Perubahan dalam sales price per unit
Perubahan ini akan mempengaruhi miringnya garis total revenue (TR). Naiknya harga jual per unit pada level penjualan yang sama walaupun semua biaya adalah tetap, akan menggeser kebawah atau sebaliknya.
4. Terjadinya perubahan dalam sales mix
Apabila suatu perusahaan memproduksi lebih dari satu macam produk maka komposisi atau perbandingan antara satu produk dengan produk lain (sales mix) haruslah tetap. Apabila terjadi perubahan misalnya terjadi kenaikan 20% pada produk A sedangkan produk B tetap maka BEP pun akan berubah.
5. Margin Of Safety
Margin of safety dalam hubungannya dengan analisis break even yaitu untuk menentukan seberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita kerugian.
Formulasinya adalah sebagai berikut:
https://oniiomad.wordpress.com/analisis-sumber-dan-penggunaan-kas/
Analisis Sumber dan Penggunaan Kas
Analisis sumber dan penggunaan kas (aliran kas) adalah merupakan alat yang sangat penting bagi manajemen keuangan untuk mengetahui aliran kas, darimana aliran kas tersebut dan kemana kas tersebut digunakan. Sedangkan bagi perusahaan digunakan untuk meningkatkan kemampuannya dalam menghasilkan kas sekaligus untuk menilai tingat likuiditasnya agar tetap terjaga.
Informasi aliran kas sangat berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan memungkinkan para pemakai mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan dari berbagai perusahaan. Informasi arus kas tersebut juga meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi berbagai perusahaan, karena dapat meniadakan pengaruh penggunaan perlakuan akuntansi yang berbeda terhadap transaksi dan peristiwa yang sama.
Pihak manajemen dapat menggunakan laporan sumber dan penggunaan kas untuk menentukan kebijakan deviden, kas yang berasal dari investasi operasi, dan kebijakan investasi dan pendanaan. Sementara pihak luar, seperti investor dan kreditur dapat menggunakan laporan arus kas untuk menentukan kemampuan perusahaan dalam membayar deviden, kemampuan dalam membayar hutang dan kas yang berasal dari operasi dibandingkan dengan kas yang berasal dari sumber penggunaannya.
Pengukuran dalam aliran kas bertujuan untuk:
Menentukan apakah perusahaan dapat menghasilkan kas yang cukup atau memadai dari operasi bisnis untuk memuaskan investor
Mengukur hubungan antara aktivitas operasi, investasi dan pendanaan
Menetukan apakah perusahaan menghasilkan jenis-jenis kas yang cukup untuk memadai untuk pertumbuhan bisnis
1. Sifat Laporan Sumber Dan Penggunan Kas
Sifat laporan perubahan modal kerja adalah memberikan ringkasan transaksi keuangan selama satu periode dengan menunjukan sumber dan penggunaan modal kerja dalam periode tersebut, modal kerja meliputi seluruh aktiva lancar atau aktiva lancar dikurangi utang lancar.
Laporan sumber dan penggunaan kas akan dapat digunakan sebagai dasar dalam menaksir kebutuhan kas di masa mendatang dan kemungkinan sumber-sumber yang ada, atau dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan peramalan kebutuhan kas atau cash flow di masa yang akan datang. Sedangkan bagi para kreditor atau bank dengan laporan sumber dan penggunaan kas akan dapat menilai kemampuan perusahaan dalam membayar bunga atau mengembalikan pinjamannya.
2. Sumber Kas
Kas merupakan aktiva yang paling likuid atau merupakan salah satu unsur modal yang paling tinggi likuiditasnya, berarti semakin besar jumlah kas yang dimiliki oleh suatu perusahaan akan semakin tinggi pula tingkat likuiditasnya. Akan tetapi, suatu perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi karena adanya kas dalam jumlah yang besar berarti tingkat perputaran kas tersebut rendah dan mencerninkan adanya over investment dalam kas dan berarti pula perusahaan kurang efektif dalam mengelola kas. Jumlah kas yang relatif kecil akan diperoleh tingkat perputaran kas yang tinggi dan keuntungannya yang diperoleh akan lebih besar, tetapi suatu perusahaan yang hanya mengejar keuntungan (rentabilitas) tanpa memperhatikan likuiditas akhirnya perusahaan itu akan berada dalam keadaan likuid apabila sewaktu-waktu ada tagihan.
Sumber penerimaan kas dalam suatu perusahaan pada dasarnya dapat berasal dari:
Hasil penjualan investasi jangka panjang, aktiva tetap baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud (intangible assets), atau adanya penurunan aktiva tidak lancar yang diimbangi dengan penambahan kas.
Penjualan atau adanya emisi saham maupun adanya penambahan modal oleh pemilik perusahaan dalam bentuk kas.
Pengeluaran surat tanda bukti utang, baik jangka pendek (wesel) maupun utang jangka panjang (utang obligasi, utang hipotik, atau utang jangka panjang lain) serta bertambahnya utang yang diimbangi dengan penerimaan kas.
Adanya penurunan atau berkurannya aktiva lancar selain kas yang diimbangi denagn penerimaan kas pembayaran, berkurangnya persediaan barang dagangan karena adanya penjualan secara tunai, adanya penurunansurat berharga (efek) karena ada penjualan dan sebagainya.
Adanya penerimaan kas karena sewa, bunga atau dividen dari investasinya, sumbangan ataupun hadiah maupun adanya pengembalian kelebihan pembayaran pajak pada periode-periode sebelumnya.
Keuntunga dari operasi perusahaan, Apabila perusahaan memperoleh keuntungan neto dari operasinya berarti ada tambahan dana dari perusahaan yang bersangkutan
3. Penggunaan Kas
Adapun penggunaan atau pengeluaran kas dapat disebabkan oleh adanya transaksi-transaksi sebagai berikut:
Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek maupun jangka panjang serta pembelian aktiva tetap lainnya.
Penarikan kembali saham yang beredar maupun adanya pengembalian kas perusahaan oleh pemilik perusahaan.
Pelunasan pembayaran angsuran utang jangka pendek maupun utang jangka panjang.
Pembelian barang secara tunai, adanya pembayaran biaya opersi yang meliputi upah dan gaji, pembelian supplies kantor, pembayaran sewa, bunga, premi asuransi, advertensi, dan adanya persekot-persekot biaya maupun persekot pembelian.
Pengeluaran kas untuk pembayaran dividen (bentuk pembagian laba lainnya secara tunai), pembayaran pajak, denda-denda, dan sebagainya.
Adanya kerugian dalam operasi perusahaan. Terjadinya kerugian dalam operasi perusahaan dalam mengakibatkan berkurangnya kas atau menimbulkan utang yaitu bila diperlukan dana untuk menutup kerugian tersebut. Timbulnya utang sebenarnya merupakan sumber dana tetapi dana ini digunakan untuk menutup kerugian tersebut.
4. Laporan Sumber Dan Penggunaan Kas
Penyusunan laporan perubahan kas atau laporan sumber dan penggunaan kas dapat dilakukan dengan meringkas jurnal penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas. Cara ini memakan waktu yang lama karena harus menggolongkan setiap transaksi kas menurut sumber masing-masing serta tujuannya, dan cara ini hanya dapat dilakukan oleh internal analisis yang memungkinkan memperoleh datanya dengan lengkap dan masih murni. Bagi eksternal analisis, menyusun laporan sumber dan penggunaan kas dapat dilakukan dengan menganalisis perubahan yang terjadi dalam laporan keuangan yang diperbandingkan antara dua waktu atau akhir periode serta informasi-informasi lain yang mendukung terjadinya perubahan tersebut. Dalam menganalisis perubahan yang terjadi harus diperhatikan kemungkinan adanya perubahan atau transaksi yang tidak mempengaruhi kas (noncash transaction).
Transaksi-transaksi yang tidak mempengaruhi uang kas antara lain sebagai berikut:
- Adanya pengakuan atau pembebanan depresiasi, amortisasi dan deplesi terhadap aktiva tetap, intangible asset, dan wasting assets. Biaya depresiasi ini merupakan biaya yang tidak memerlukan pengeluaran kas.
- Pengakuan adanya kerugian piutang baik dengan membentuk cadangan kerugian piutang maupun tidak, dan penghapusan piutang karena piutang yang bersangkutan sudah tidak dapat di tagih lagi.
- Adanya penghapusan atau pengurangan nilai buku dari aktiva yang dimiliki dan penghentian dari penggunaan aktiva tetap karena aktiva yang bersangkutan telah habis disusut dan atau sudah tidak dapat dipakai lagi.
- Adanya pembayaran stock devidend (dividen dalam bentuk saham), adanya penyisihan atau pembatasan penggunaan laba, dan adanya penilaian kembali (revaluasi) terhadap aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan.
5. Langkah-Langkah Dalam Penyusunan Laporan Sumber-Sumber Dan Penggunaan Dana Dalam Aliran Kas
- Menyusun laporan perubahan neraca yang menggambarkan perubahan masing – masing elemen neraca antara dua titik waktu yang akan dianalisa.
- Mengelompokan perubahan tersebut dalam penggolongan perubahan memperkecil jumlah kas.
- Mengelompokan elemen – elemen dalam laporan rugi & laba atau laporan laba ditahan kedalam golongan yang memperbesar kas dan golongan yang memperkecil jumlah kas.
- Mengadakan konsolidasi dari semua informasi tersebut kedalam laporan sumber – sumber dan penggunaan dana.
Penerapan analisis sumber dan penggunaan kas
Yang dimaksud dengan laporan sumber dan penggunaan kas (aliran kas) adalah perubahan kas selama satu periode dan memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukan darimana sumber dan penggunan-penggunaannya. Perubahan yang efeknya memperbesar kas dan dikatakan sebagai sumber-sumber penerimaan kas adalah sebagai berikut:
Berkurangnya aktiva lancar selain kasBerkurangnya aktiva tetap.Bertambahnya setiap jenis hutangBertambahnya modalAdanya keuntungan dari operasi perusahaan
Sedangkan perubahan-perubahan yang efeknya memperkecil kas dan dikatakan sebagai penggunaan kas adalah sebagai berikut:
Bertambahnya aktiva lancar selain kasBertambahnya aktiva tetapBerkurangnya setiap jenis hutang
Sumber
http://ayu-rahayu91.blogspot.co.id/2012/03/analisis-sumber-dan-penggunaan-kas.html?m=1
Minggu, 09 April 2017
Analisis rasio laporan keuangan keuangan bank atau perusahaan
ANALISIS PERBANDINGAN
1. Pengertian Analisis Perbandingan
Analisis ini merupakan bagian dari analisis horisontal, yaitu suatu tehnik analis dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua atau tiga periode.Laporan keuangan yang diperbandingkan untuk bebrapa periode dapat diketahui sifat dan tendensi perubahan yang terjadi dalam perusahaan tersebut.
Analisa perbandingan merupakan metode analisa terhadap laporan keuangan dengan cara memperbandingkan untuk dua periode atau lebih, atau memperbandingkan laporan keuangan suatu perusahaan dengan perusahaan lain.Tetapi pada umumnya dilakukan untuk beberapa periode dari suatu perusahaan sehingga dapat diketahui sifat dan tendensi perubahan yang terjadi dalam perusahaan tersebut, misalnya:
· Laba/rugi yang sifatnya operasional maupun insidentil
· Diperoleh aktiva baru/perubahan bentuk aktiva
· Timbul/lunas/perubahan bentuk hutang
· Penambahan/pengurangan modal dan lain-lain.
Agar laporan keuangan dapat dibandingkan dngan resiko kesalahan pengambilan keputusan yang sekecil-kecilnya maka yang harus dilakukan adalah ;
· Diperiksa terlebih dahulu tentang kewajaran dari laporan keuangan tersebut.
· Disusun secara seragam.
Untuk menyusun laporan keuangan komparatif, laporan keuangan tersebut harus diseragamkan lebih dulu.
Adanya laporan keuangan yang tidak sergam disebabkan karena :
1. Adanya keinginan khusus dari pimpinan perusahaan. Misal adanya keinginan dari pihak pimpinan bahwa hutang yang dimiliki seolah-olah sebagian besar merupakan hutang jangka panjang sedangkan hutang jangka pendeknya sedikit, hal tersebut akan memngaruhi gambaran dari laporan keuangan bahwa kalau hutang jangka pendeknya semakin sedikit maka posisi keuangan jangka pendeknya kelihatan baik.
2. Adanya perbedaan dalam penggunaan yang diharapkan dari laporan keuangan. misalnya: laporan keuanganyang disusun untuk kepentingan pemegang saham adalah lebih ringkas daripada laporan keuangan yang disusun untuk kepentingan pimpinan perusahaan sendiri.
3. Adanya perbedaan pendapat dalam menyusun laporan keuangan. misal : dalam penilaian persediaan ada yang menggunakan metode LIFO atau FIFO, begitu juga dalam penilaian penyusutan aktiva tetap ada yang menggunakan metode garis lurus (straight line method) atau dua kali metode saldo menurun (twice straight line on the declining balace method).
2. Tujuan Analisis Perbandingan
Tujuan analisa horisontal adalah untuk menentukan bagaimana setiap pos laporan keuangan berubah, mengapa pos-pos tersebut berubah, dan apaka perubahan tersebut menguntungkan ataukah tidak.
3. Fungsi dan Kegunaan Analisis Perbandingan
Fungsi dan kegunaan analisis ini adalah :
· Untuk mengetahui perubahan masing-masing unsur laporan keuangan dalam beberapa periode.
· Sebagai dasar pembuatan perencanaan,kebijaksanaan, keputusan, serta tindakan operasional manajemen perusahaan pada periode yang akan datang.
Langkah awal yang baik didalm melakukan analisis laporan keuangan adalah dengan menyajikan laporan keuangan secara komparatif, misalnya untuk dua atau tiga tahun atau lebih. Dengan penyajian laporan keuangan seperti ini akan adapat diperoleh gambaran mengenai pergerakan dan kecenderungan serta memberikan petunjuk yang berharga didal rangka memprediksi masa datang.
Pembandingan laporan keuangan untuk dua atau tiga periode dapat dilakukan dengan menghitung perubahan dari tahun ketahun, baik dalam jumlah absolute (rupiah) maupun dengan prosentase.
Didalam perbandingan laporan keuangan, perubahan baik dalam absolute (rupiah) maupun prosentase, keduanya harus dipertimbangkan. Hal ini disebabkan karena ukuran rupiah dari dasar yang berbeda, yang digunakan untuk menghitung perubahan prosentase dapat mengakibatkan perubahan prosentase yang besar, melebihi porsinya. Sebagai contoh, suatu perubahan sebesar 20% dari satu angka Rp 1 juta adalah jauh lebih tidak ada artinya dibandingkan dengan perubahan yang sama dari angka Rp 100 juta.
Neraca yang diperbandingkan menunjukkan aktiva, hutang serta modal perusahaan pada dua tanggal atu lebih untuk satu perusahaan atau pada tanggal tertentu utnuk dua perusahaan yang berbeda. Dengan memperbandingkan neraca untuk dua atau lebih dakan dapat diketahui perubahan-perubahan yang terjadi.
Perubahan-perubahan didalam neraca dalam suatu periode mngkin disebabkan ;
1. Laba atau rugi yang bersifat operasional maupun insedentil
2. Diperolehnya aktiva baru maupun adanya peruabahan bentuk aktiva
3. Timbulnya atau lunasnya hutang maupun adanya perubahan bentuk hutang yang satu ke bentuk hutang yang lain.
4. Pengeluaran atau pembayaran atau penarikan kembali modal saham (adanya penambhan atau pengurangan modal)
Dalam membuat perbandingan antara berbagi laporan keuangan biasanya aktiva tertentu seperti aktiva tidak berwujud (goodwill, hak patent, hak pengarang,dll) dan biaya yang ditangguhkan tidak diikutsertakan, karena sering tidak komparabel. Hal ini disebabkan masing-masing perusahaan mempunyai ciri-ciri khas mengenai aktiva tersebut.
Dalam membandingkan laporan keuangan dapat digunakan 2 jenis sumber data ;
· Mempergunakan laporan keuangan dari satu perusahaan untuk bebrapa tahun
· Membandingkan laporang keuangan dari beberapa perusahaan untuk tahun yang sama.misalnya tahun 2010 saja.
Langkah-langkah dalam menganalisis neraca :
1. Analisis terhadap perubahan jumlah totalnya (misalnya perubahan jumlah aktiva)
2. Analisis terhadap peruabhan subtotalnya (misalnya perubahan aktiva lancar, hutang lancar, aktiva tetap dan peruabahn subtotal lainnya)
3. Analisis terhadap peruabahan-perubahan yang terjadi di dalam masing-masing pos.
Laporan laba rugi yang diperbandingkan menunjukkan penghasilan, biaya, laba, atau rugi bersih dari hasil operasiperusahaan dalam dua periode atau lebih.
keuntungan utama diketahuinya kenaikkan atau penurunan adalah bahwa perubahan yang besar akan terlihat denganjelas, dan dapat segera diadakan penyelidikan atau analisis lebih lanjut dan menunjukkan sampai seberapa jauh perkembangan keadaan keuangan perusahaan dari hasil-hasil yang telah dicapai.
Dengan membandingkan atau menghubungakan antara perubahan yang satu dengan perubahan lainnya akan dapat ditarik kesimpulan megenai perubahan kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.
4. Analisis perbandingan dapat dibedakan menjadi 2 jenis:
1. Analisis Perubahan (naik turun) :
Untuk melihat perubahan posisi keuangan dalam dua atau tiga periode laporan keuangan.
2. Analisis Kecenderungan (Trend) :
Untuk melihat kecenderungan arah posisi keuangan dalam waktu lebih dari tiga periode laporan keuangan. Biasanya menggunakan angka indeks.
5. Prosedur Analisis Perbandingan
1. Pelajari menyeluruh dan bila perlu menyusun kembali laporan keuangan sesuai dengan SAK dan tujuan analisis.
2. Adakan perhitungan analisis perubahan (naik atau turun) terhadap pos-pos akun
3. Interpretasi & kesimpulan hasil analisis perbandingan.
Sumber :
http://ariefmuliadi30.blogspot.co.id/2014/05/analisisperbandingan-1.html?m=1
1. Pengertian Analisis Perbandingan
Analisis ini merupakan bagian dari analisis horisontal, yaitu suatu tehnik analis dengan cara memperbandingkan laporan keuangan untuk dua atau tiga periode.Laporan keuangan yang diperbandingkan untuk bebrapa periode dapat diketahui sifat dan tendensi perubahan yang terjadi dalam perusahaan tersebut.
Analisa perbandingan merupakan metode analisa terhadap laporan keuangan dengan cara memperbandingkan untuk dua periode atau lebih, atau memperbandingkan laporan keuangan suatu perusahaan dengan perusahaan lain.Tetapi pada umumnya dilakukan untuk beberapa periode dari suatu perusahaan sehingga dapat diketahui sifat dan tendensi perubahan yang terjadi dalam perusahaan tersebut, misalnya:
· Laba/rugi yang sifatnya operasional maupun insidentil
· Diperoleh aktiva baru/perubahan bentuk aktiva
· Timbul/lunas/perubahan bentuk hutang
· Penambahan/pengurangan modal dan lain-lain.
Agar laporan keuangan dapat dibandingkan dngan resiko kesalahan pengambilan keputusan yang sekecil-kecilnya maka yang harus dilakukan adalah ;
· Diperiksa terlebih dahulu tentang kewajaran dari laporan keuangan tersebut.
· Disusun secara seragam.
Untuk menyusun laporan keuangan komparatif, laporan keuangan tersebut harus diseragamkan lebih dulu.
Adanya laporan keuangan yang tidak sergam disebabkan karena :
1. Adanya keinginan khusus dari pimpinan perusahaan. Misal adanya keinginan dari pihak pimpinan bahwa hutang yang dimiliki seolah-olah sebagian besar merupakan hutang jangka panjang sedangkan hutang jangka pendeknya sedikit, hal tersebut akan memngaruhi gambaran dari laporan keuangan bahwa kalau hutang jangka pendeknya semakin sedikit maka posisi keuangan jangka pendeknya kelihatan baik.
2. Adanya perbedaan dalam penggunaan yang diharapkan dari laporan keuangan. misalnya: laporan keuanganyang disusun untuk kepentingan pemegang saham adalah lebih ringkas daripada laporan keuangan yang disusun untuk kepentingan pimpinan perusahaan sendiri.
3. Adanya perbedaan pendapat dalam menyusun laporan keuangan. misal : dalam penilaian persediaan ada yang menggunakan metode LIFO atau FIFO, begitu juga dalam penilaian penyusutan aktiva tetap ada yang menggunakan metode garis lurus (straight line method) atau dua kali metode saldo menurun (twice straight line on the declining balace method).
2. Tujuan Analisis Perbandingan
Tujuan analisa horisontal adalah untuk menentukan bagaimana setiap pos laporan keuangan berubah, mengapa pos-pos tersebut berubah, dan apaka perubahan tersebut menguntungkan ataukah tidak.
3. Fungsi dan Kegunaan Analisis Perbandingan
Fungsi dan kegunaan analisis ini adalah :
· Untuk mengetahui perubahan masing-masing unsur laporan keuangan dalam beberapa periode.
· Sebagai dasar pembuatan perencanaan,kebijaksanaan, keputusan, serta tindakan operasional manajemen perusahaan pada periode yang akan datang.
Langkah awal yang baik didalm melakukan analisis laporan keuangan adalah dengan menyajikan laporan keuangan secara komparatif, misalnya untuk dua atau tiga tahun atau lebih. Dengan penyajian laporan keuangan seperti ini akan adapat diperoleh gambaran mengenai pergerakan dan kecenderungan serta memberikan petunjuk yang berharga didal rangka memprediksi masa datang.
Pembandingan laporan keuangan untuk dua atau tiga periode dapat dilakukan dengan menghitung perubahan dari tahun ketahun, baik dalam jumlah absolute (rupiah) maupun dengan prosentase.
Didalam perbandingan laporan keuangan, perubahan baik dalam absolute (rupiah) maupun prosentase, keduanya harus dipertimbangkan. Hal ini disebabkan karena ukuran rupiah dari dasar yang berbeda, yang digunakan untuk menghitung perubahan prosentase dapat mengakibatkan perubahan prosentase yang besar, melebihi porsinya. Sebagai contoh, suatu perubahan sebesar 20% dari satu angka Rp 1 juta adalah jauh lebih tidak ada artinya dibandingkan dengan perubahan yang sama dari angka Rp 100 juta.
Neraca yang diperbandingkan menunjukkan aktiva, hutang serta modal perusahaan pada dua tanggal atu lebih untuk satu perusahaan atau pada tanggal tertentu utnuk dua perusahaan yang berbeda. Dengan memperbandingkan neraca untuk dua atau lebih dakan dapat diketahui perubahan-perubahan yang terjadi.
Perubahan-perubahan didalam neraca dalam suatu periode mngkin disebabkan ;
1. Laba atau rugi yang bersifat operasional maupun insedentil
2. Diperolehnya aktiva baru maupun adanya peruabahan bentuk aktiva
3. Timbulnya atau lunasnya hutang maupun adanya perubahan bentuk hutang yang satu ke bentuk hutang yang lain.
4. Pengeluaran atau pembayaran atau penarikan kembali modal saham (adanya penambhan atau pengurangan modal)
Dalam membuat perbandingan antara berbagi laporan keuangan biasanya aktiva tertentu seperti aktiva tidak berwujud (goodwill, hak patent, hak pengarang,dll) dan biaya yang ditangguhkan tidak diikutsertakan, karena sering tidak komparabel. Hal ini disebabkan masing-masing perusahaan mempunyai ciri-ciri khas mengenai aktiva tersebut.
Dalam membandingkan laporan keuangan dapat digunakan 2 jenis sumber data ;
· Mempergunakan laporan keuangan dari satu perusahaan untuk bebrapa tahun
· Membandingkan laporang keuangan dari beberapa perusahaan untuk tahun yang sama.misalnya tahun 2010 saja.
Langkah-langkah dalam menganalisis neraca :
1. Analisis terhadap perubahan jumlah totalnya (misalnya perubahan jumlah aktiva)
2. Analisis terhadap peruabhan subtotalnya (misalnya perubahan aktiva lancar, hutang lancar, aktiva tetap dan peruabahn subtotal lainnya)
3. Analisis terhadap peruabahan-perubahan yang terjadi di dalam masing-masing pos.
Laporan laba rugi yang diperbandingkan menunjukkan penghasilan, biaya, laba, atau rugi bersih dari hasil operasiperusahaan dalam dua periode atau lebih.
keuntungan utama diketahuinya kenaikkan atau penurunan adalah bahwa perubahan yang besar akan terlihat denganjelas, dan dapat segera diadakan penyelidikan atau analisis lebih lanjut dan menunjukkan sampai seberapa jauh perkembangan keadaan keuangan perusahaan dari hasil-hasil yang telah dicapai.
Dengan membandingkan atau menghubungakan antara perubahan yang satu dengan perubahan lainnya akan dapat ditarik kesimpulan megenai perubahan kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.
4. Analisis perbandingan dapat dibedakan menjadi 2 jenis:
1. Analisis Perubahan (naik turun) :
Untuk melihat perubahan posisi keuangan dalam dua atau tiga periode laporan keuangan.
2. Analisis Kecenderungan (Trend) :
Untuk melihat kecenderungan arah posisi keuangan dalam waktu lebih dari tiga periode laporan keuangan. Biasanya menggunakan angka indeks.
5. Prosedur Analisis Perbandingan
1. Pelajari menyeluruh dan bila perlu menyusun kembali laporan keuangan sesuai dengan SAK dan tujuan analisis.
2. Adakan perhitungan analisis perubahan (naik atau turun) terhadap pos-pos akun
3. Interpretasi & kesimpulan hasil analisis perbandingan.
Sumber :
http://ariefmuliadi30.blogspot.co.id/2014/05/analisisperbandingan-1.html?m=1
Selasa, 07 Maret 2017
Analisis Laporan Keuangan
2.1 Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan adalah suatu proses penelitian laporan keuangan beserta unsur-unsurnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memprediksi kondisi keuangan perusahaan atau badan usaha dan juga mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan atau badan usaha pada masa lalu dan sekarang.
Menurut Soemarso S.R (1996), analisis laporan keuangan adalah hubungan antara suatu angka dalam laporan keuangan dengan angka yang lain yang mempunyai makna/menjelaskan arah perubahan (trend) suatu fenomena. Angka-angka dalam laporan keuangan akan sedikit artinya kalau dilihat secara sendiri-sendiri. Dengan analisis pemakaian laporan keuangan akan lebih mudah menginterprestasikannya.
2.2 Tujuan dan Manfaat Analisis
Ada beberapa tujuan dan manfaat bagi berbagai pihak dengan adanya analisis laporan keuangan. Secara umum dikatakan bahwa tujuan dan manfaat analisis laporan keuangan adalah :
1. Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam suatu periode tertent, baik harta, kewajiban, modal maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode
2. Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi kekurangan perusahaan
3. Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki
4. Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja uang perlu dilakukan kedepan yang berkaitan dengan posisis keuangan perusahaan saat ini
5. Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen kedepan apakah perlu penyegaran atau tidak karena sudah dianggap berhasil atau gagal
6. Dapat juga digunakan sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis tentang hasil yang mereka capai
Dari sudut lain tujuan analisis Laporan Keuangan menurut Bernstein (1983) adalah sebagai berikut:
1. Screening
Analisis dilakukan dengan melihat secara analitis laporan keuangan dengan tujuan untuk memilih kemungkinan investasi atau merger
2. Forcasting
Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan dimasa yang akan datang.
3. Diagnosis
Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah-masalah yang terjadi baik dalam manajemen operasi, keuangan atau
masalah lain.
4. Evaluation
Analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajemen, operasional, efisiensi dan lain-lain
5. Understanding
Dengan melakukan analisis laporan keuangan, informasi mentah yang dibaca dari laporan keuangan akan menjadi lebih luas dan lebih dalam.
2.3 Metode dan Teknik Analisis
Ada beberapa jenis metode yang dapat dilakukan, yakni: analisa internal, analisa eksternal, analisa horizontal, dan analisa vertical.
1. Analisa Internal
Yaitu analisa yang dilakukan oleh mereka yang bisa mendapatkan informasi yang lengkap dan terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa demikian terutama dilakukan oleh manajemen dalam mengukur efisiensi usaha dan menjelaskan perubahan yang terjadi dalam kondisi keuangan. Bagi seorang penganalisa intern, selain laporan-laporan keuangan yang diumumkan pada publik, juga tersedia laporan-laporan intern yang biasa tidak diumumkan dan hanya dipakai untuk maksud-maksud intern.
2. Analisa Eksternal
Yaitu analisa yang dilakukan oleh mereka yang tidak bisa mendapatkan data yang terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa demikian dilakukan oleh bank-bank, para kreditur, pemegang saham, calon pemegang saham dan lain-lain seperti dalam hal mengukur tingkat likuiditas dan profitabilitas. Bagi seorang penganalisa ekstern hanya tersedia laporan-laporan keuangan yang lazimnya diumumkan pada publik yaitu neraca dan laporan laba-rugi. Karena terbatasnya data yang bisa didapatkan oleh penganalisa ekstern maka analisa tersebut tentu tidak bisa sedemikian mendalam seperti yang dilakukan oleh seorang penganalisa intern.
3. Analisa Horisontal
Yaitu analisa perkembangan data keuangan dan data operasi perusahaan dari tahun ke tahun guna mengetahui kekuatan aatu kelemahan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Analisis ini terdiri dari Comparative statements dan Index Number Series
4. Analisa Vertikal
Yaitu analisa laporan keuangan yang terbatas hanya pada satu periode akuntansi saja
Disamping metode yang digunakan untuk menganalisis laporan keuangan, terdapat beberapa jenis-jenis teknis analis laporan keuangan. Adapun jenis-jenis teknis analisis laporan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Analisis perbandingan antara laporan keuangan
Analisis perbandingan antara laporan keuangan merupakan analisis yang dilakukan dengan membandingkan laporan keuangan lebih dari satu periode. Dari analisis ini akan diketahui perubahan-perubahan yang terjadi. Perubahan yang terjadi dapat berupa kenaikanatau penurunan dari masing-masing komponen analisis. Secara umum dari hasil analisis ini akan terlihat antara lain :
a. Angka-angka dalam rupiah
b. Angka-angka dalam presentase
c. Kenaikan atau penurunan jumlah rupiah
d. Kenaikan atau penurunan baik dalam rupiah maupun dalam presentase
2. Analisis trend
Merupakan analisis laporan keuangan yang biasanya dinyatakan dalam presentase tertentu. Analisis ini dilakukan dari periode ke periode sehingga akan terlihat apakah perusahaan mengalami perubahan yang naik, turun, atau tetapserta beberapa besar perubahan tersebut yang dihitung dalam presentase
3. Analisis presentase per komponen
Merupakan analisis yang dilakukan untuk membandingkan antara komponen yang ada dalam suatu komponen laporan keuangan baik yang ada di neraca maupun laporan laba rugi
4. Analisis sumber dan penggunaan dana
Merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui sumber-sumber dana perusahaan dan penggunaan dana dalam suatu periode tertentu. Analisis ini juga untuk mengetahui jumlah modal kerja dan sebab-sebab berubahnya modal kerja perusahaan dalam suatub periode
5. Analisis sumber dan penggunaan kas
Merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui sumber-sumber kas perusahaan dan penggunaan uang kas dalam suatu periode. Selain itu juga untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya jumlah uang kas dalam periode tertentu
6. Analisis rasio
Merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan pos-pos yang ada dalam satu laporan keuangan atau pos-pos amntara laporan keuangan neraca dan laporan laba rugi
7. Analisis kredit
Merupakan analisis yang digunakan untuk menilai layak tidaknya suatu kredit dikucurkan oleh lembaga keuangan seperti bank
8. Analisis laba kotor
Merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui jumlah laba kotor dari periode ke satu periode. Kemudian juga untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya laba kotor tersebutantara periode.
9. Analisis titik pulang pokok atau titik impas
Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui pada kondisi berapa penjualan produk dilakuksn dan perusahaan tidak mengalami kerugian. Kegunaan analisis ini adalah untuk menemtukan jumlah keuntungan pada berbagai tingkat penjualan
2.4 Keterbatasan Analisis Laporan Keuangan
Keterbatasan analisis laporan keuangan harus memerhatikan keterbatasan laporan seperti berikut ini.
1. Laporan keuangan dapat bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. Karenanya, laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai laporan mengenai keadaan saat ini, karenannya akuntansi tidak hanya satusatunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
2. Laporan keuangan menggambarkan nilai harga pokok atau nilai pertukaran pada saat terjadinya transaksi, bukan harga saat ini.
3. Laporan keuangan bersifat umum, dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu. Informasi disajikan untuk dapat digunakan semua pihak. Sehingga terpaksa selalu memperhatikan semua pihak pemakai yang sebenarnya mempunyai perbedaan kepentingan.
4. Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan dalam memilih alternative dari berbagai pilihan yang ada yang sama-sama dibenarkan tetapi menimbulkan perbedaan angka laba maupun asset.
5. Akuntansi tidak mencakup informasi yang tidak material. Demikian pula, penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu mungkin tidak dilaksanakan jika hal ini tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan. Batasan terhadap istilah dan jumlahnya agak kabur.
6. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian; bila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, maka lazimnya dipilih alternative yang menghasilakan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil. Dalam keadaan lain disebutkan jika ada indikasi rugi maka harus dicatat tetapi jika ada indikasi laba tidak boleh dicatat. Sehingga ada holding gain yang tidak diungkapkan.
7. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis, dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan.
8. Akuntansi didominasi informasi kuantitatif. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantifikasikan umumnya diabaikan. Namun bisa saja informasi kuantitatif dapat gambaran atau indikasi informasi kualitatif.
9. Perubahan dalam tenaga beli uang jelas ada akan tetapi hal ini tidak tergambar dalam laporan keuangan.
Sumber :
http://dexsuar.blogspot.co.id/2013/09/analisis-laporan-keuangan.html?m=1
Tujuan utama analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:
Sebagai alat barometer untuk melakukan forecasting atau memproyeksikan posisi keuangan dimasa yang akan datang. Mereview kondisi perusahaan saat ini, permasalahan dalam manajemen, operasional maupun, keuangan.Alat ukur untuk melakukan efisiensi di semua departemen perusahaan.
Analisa rasio keuangan yang biasa digunakan adalah:
1. Rasio Likuiditas
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kemampuan finansialnya dalam jangka pendek.
Ada beberapa jenis rasio likuiditas antara lain :
a. Current Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar.
Rumus menghitung Current Ratio:
Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar X 100%
b. Cash Ratio,rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan kas yang tersedia dan berikut surat berharga atau efekjangka pendek.
Rumus menghitung Cash Ratio:
Cash Ratio = Kas + Efek / Hutang Lancar X 100%
c. Quick Ratio atau Acid Test Ratio,rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar yang lebih likuid (Liquid Assets).
Rumus menghitung Quick Ratio:
Quick Ratio = Kas + Efek + Piutang / Hutang Lancar X 100%
Catatan : Nilai ideal dari ketiga analisa rasio likuiditas ini ini adalah minimum sebesar 150%, semakin besar adalah semakin baik dan perusahaan dalam kondisi sehat.
2. Rasio Profitabilitas atau Rentabilitas
Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan nilai penjualan, aktiva, dan modal sendiri.
Ada beberapa jenis rasio profitabilitas antara lain :
a. Gross Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba kotor dari penjualan.
Rumus menghitung Gross Profit Margin:
Gross Profit Margin = Penjualan Netto - HPP / Penjualan Netto X 100%
b. Operating Income Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba operasi sebelum bunga dan pajak dari penjualan.
Rumus menghitung Operating Income Ratio:
Operating Income Ratio = Penjualan Netto - HPP – Biaya Administrasi & Umum (EBIT) / Penjualan Netto X 100%
c. Net Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih dari penjualan.
Rumus menghitung Net Profit Margin:
Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah Pajak (EAT) / Penjualan Netto X 100%
d. Earning Power of Total Investment,rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola modal yang dimiliki yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi investor dan pemegang saham.
Rumus menghitung Earning Power of Total Investment:
Earning Power of Total Investment = EBIT / Jumlah Aktiva X 100%
e. Rate of Return Investment (ROI) atau Net Earning Power Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan pendapatan bersih.
Rumus menghitung Rate of Return Investment (ROI):
Rate of Return Investment (ROI) = EAT / Jumlah Aktiva X 100%
f. Return on Equity (ROE), rasio untuk mengukur kemampuan equity untuk menghasilkan pendapatan bersih.
Rumus menghitung Return on Equity (ROE):
Return on Equity (ROE) = EAT / Jumlah Equity X 100%
g. Rate of Return on Net Worth atau Rate of Return for the Owners, rasio untuk mengukur kemampuan modal sendiri diinvestasikan dalam menghasilkan pendapatan bagi pemegang saham.
Rumus menghitung Rate of Return on Net Worth:
Rate of Return on Net Worth = EAT / Jumlah Modal Sendiri X 100%
Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Profitabilitas ini adalah adalah semakin baik, sebaiknya Anda bisa membandingkannya dengan nilai rata-rata dari industri sejenis di pasar.
3. Rasio Solvabilitas atau Leverage Ratio
Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memenuhi semua kewajiban finansial jangka panjang.
Ada beberapa jenis rasio Solvabilitas antara lain :
a. Total Debt to Assets Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin hutang-hutangnya dengan sejumlah aktiva yang dimilikinya.
Rumus menghitung Total Debt to Assets Ratio:
Total Debt to Assets Ratio = Total Hutang / Total Aktiva X 100%
b. Total Debt to Equity Ratio, rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai oleh pihak kreditur dibandingkan dengan equity.
Rumus menghitung Total Debt to Equity Ratio:
Total Debt to Assets Ratio = Total Hutang / Modal Sendiri X 100%
Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Solvabilitas ini adalah semakin buruk kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka panjangnya, maksimal nilainya adalah 200%.
4. Rasio Aktifitas atau Activity Ratio
Rasio untuk mengukur seberapa efektif perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya.
Ada beberapa jenis rasio Solvabilitas antara lain :
a. Total Assets Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran total aktiva terhadap penjualan.
Rumus menghitung Total Assets Turn Over Ratio:
Total Assets Turn Over Ratio = Penjualan / Total Aktiva X 100%
b. Working Capital Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran modal kerja bersih (Aktiva Lancar-Hutang Lancar) terhadap penjualan selama suatu periode siklus kas dari perusahaan.
Rumus menghitung Working Capital Turn Over Ratio:
Working Capital Turn Over Ratio = Penjualan / Modal Kerja Bersih X 100%
c. Fixed Assets Turn Over, rasio untuk mengukur perbandingan antara aktiva tetap yang dimiliki terhadap penjualan.
Rasio ini berguna untuk mengevaluasi seberapa besar tingkat kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktivatetap yang dimiliki secara efisien dalam rangka meningkatkan pendapatan.
Rumus menghitung Fixed Assets Turn Over Ratio:
Fixed Assets Turn Over Ratio = Penjualan / Aktiva Tetap X 100%
d. Inventory Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat efisiensi pengelolaan perputaran persediaan yang dimiliki terhadap penjualan.
Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik dan menunjukkan pengelolaan persediaan yang efisien.
Rumus menghitung Inventory Turn Over Ratio:
Inventory Turn Over Ratio = Penjualan / Persediaan X 100%
e. Average Collection Period Ratio,rasio untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam menerima seluruh tagihan dari konsumen.
Rumus menghitung Average Collection Period Ratio:
Average Collection Period Ratio = Piutang X 365 / Penjualan X 100%
f. Receivable Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran piutang dengan membagi nilai penjualan kredit terhadap piutang rata-rata.
Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik dan menunjukan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah.
Rumus menghitung Receivable Turn Over Ratio:
Receivable Turn Over Ratio = Penjualan / Piutang Rata-Rata X 100%
Untuk referensi berikut Contoh Analisis Laporan Keuangan Perusahaan
Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Activity ini adalah semakin baik,Anda bisa membandingkannya dengan nilai rata-rata dari industri sejenis di pasar agar dapat menilai seberapa efisien Anda mengelola sumber daya yang dimiliki.
Sumber :
http://googleweblight.com/?lite_url=http://www.kembar.pro/2015/04/analisis-laporan-dan-rasio-keuangan.html?m%3D1&ei=PNN-DDk3&lc=id-ID&s=1&m=26&host=www.google.co.id&ts=1488957424&sig=AJsQQ1A2KPxHoyoYJvhm0KFHYYbaJxDNlA
2.1 Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan adalah suatu proses penelitian laporan keuangan beserta unsur-unsurnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memprediksi kondisi keuangan perusahaan atau badan usaha dan juga mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan atau badan usaha pada masa lalu dan sekarang.
Menurut Soemarso S.R (1996), analisis laporan keuangan adalah hubungan antara suatu angka dalam laporan keuangan dengan angka yang lain yang mempunyai makna/menjelaskan arah perubahan (trend) suatu fenomena. Angka-angka dalam laporan keuangan akan sedikit artinya kalau dilihat secara sendiri-sendiri. Dengan analisis pemakaian laporan keuangan akan lebih mudah menginterprestasikannya.
2.2 Tujuan dan Manfaat Analisis
Ada beberapa tujuan dan manfaat bagi berbagai pihak dengan adanya analisis laporan keuangan. Secara umum dikatakan bahwa tujuan dan manfaat analisis laporan keuangan adalah :
1. Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam suatu periode tertent, baik harta, kewajiban, modal maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode
2. Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi kekurangan perusahaan
3. Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki
4. Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja uang perlu dilakukan kedepan yang berkaitan dengan posisis keuangan perusahaan saat ini
5. Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen kedepan apakah perlu penyegaran atau tidak karena sudah dianggap berhasil atau gagal
6. Dapat juga digunakan sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis tentang hasil yang mereka capai
Dari sudut lain tujuan analisis Laporan Keuangan menurut Bernstein (1983) adalah sebagai berikut:
1. Screening
Analisis dilakukan dengan melihat secara analitis laporan keuangan dengan tujuan untuk memilih kemungkinan investasi atau merger
2. Forcasting
Analisis digunakan untuk meramalkan kondisi keuangan perusahaan dimasa yang akan datang.
3. Diagnosis
Analisis dimaksudkan untuk melihat kemungkinan adanya masalah-masalah yang terjadi baik dalam manajemen operasi, keuangan atau
masalah lain.
4. Evaluation
Analisis dilakukan untuk menilai prestasi manajemen, operasional, efisiensi dan lain-lain
5. Understanding
Dengan melakukan analisis laporan keuangan, informasi mentah yang dibaca dari laporan keuangan akan menjadi lebih luas dan lebih dalam.
2.3 Metode dan Teknik Analisis
Ada beberapa jenis metode yang dapat dilakukan, yakni: analisa internal, analisa eksternal, analisa horizontal, dan analisa vertical.
1. Analisa Internal
Yaitu analisa yang dilakukan oleh mereka yang bisa mendapatkan informasi yang lengkap dan terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa demikian terutama dilakukan oleh manajemen dalam mengukur efisiensi usaha dan menjelaskan perubahan yang terjadi dalam kondisi keuangan. Bagi seorang penganalisa intern, selain laporan-laporan keuangan yang diumumkan pada publik, juga tersedia laporan-laporan intern yang biasa tidak diumumkan dan hanya dipakai untuk maksud-maksud intern.
2. Analisa Eksternal
Yaitu analisa yang dilakukan oleh mereka yang tidak bisa mendapatkan data yang terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa demikian dilakukan oleh bank-bank, para kreditur, pemegang saham, calon pemegang saham dan lain-lain seperti dalam hal mengukur tingkat likuiditas dan profitabilitas. Bagi seorang penganalisa ekstern hanya tersedia laporan-laporan keuangan yang lazimnya diumumkan pada publik yaitu neraca dan laporan laba-rugi. Karena terbatasnya data yang bisa didapatkan oleh penganalisa ekstern maka analisa tersebut tentu tidak bisa sedemikian mendalam seperti yang dilakukan oleh seorang penganalisa intern.
3. Analisa Horisontal
Yaitu analisa perkembangan data keuangan dan data operasi perusahaan dari tahun ke tahun guna mengetahui kekuatan aatu kelemahan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Analisis ini terdiri dari Comparative statements dan Index Number Series
4. Analisa Vertikal
Yaitu analisa laporan keuangan yang terbatas hanya pada satu periode akuntansi saja
Disamping metode yang digunakan untuk menganalisis laporan keuangan, terdapat beberapa jenis-jenis teknis analis laporan keuangan. Adapun jenis-jenis teknis analisis laporan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Analisis perbandingan antara laporan keuangan
Analisis perbandingan antara laporan keuangan merupakan analisis yang dilakukan dengan membandingkan laporan keuangan lebih dari satu periode. Dari analisis ini akan diketahui perubahan-perubahan yang terjadi. Perubahan yang terjadi dapat berupa kenaikanatau penurunan dari masing-masing komponen analisis. Secara umum dari hasil analisis ini akan terlihat antara lain :
a. Angka-angka dalam rupiah
b. Angka-angka dalam presentase
c. Kenaikan atau penurunan jumlah rupiah
d. Kenaikan atau penurunan baik dalam rupiah maupun dalam presentase
2. Analisis trend
Merupakan analisis laporan keuangan yang biasanya dinyatakan dalam presentase tertentu. Analisis ini dilakukan dari periode ke periode sehingga akan terlihat apakah perusahaan mengalami perubahan yang naik, turun, atau tetapserta beberapa besar perubahan tersebut yang dihitung dalam presentase
3. Analisis presentase per komponen
Merupakan analisis yang dilakukan untuk membandingkan antara komponen yang ada dalam suatu komponen laporan keuangan baik yang ada di neraca maupun laporan laba rugi
4. Analisis sumber dan penggunaan dana
Merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui sumber-sumber dana perusahaan dan penggunaan dana dalam suatu periode tertentu. Analisis ini juga untuk mengetahui jumlah modal kerja dan sebab-sebab berubahnya modal kerja perusahaan dalam suatub periode
5. Analisis sumber dan penggunaan kas
Merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui sumber-sumber kas perusahaan dan penggunaan uang kas dalam suatu periode. Selain itu juga untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya jumlah uang kas dalam periode tertentu
6. Analisis rasio
Merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan pos-pos yang ada dalam satu laporan keuangan atau pos-pos amntara laporan keuangan neraca dan laporan laba rugi
7. Analisis kredit
Merupakan analisis yang digunakan untuk menilai layak tidaknya suatu kredit dikucurkan oleh lembaga keuangan seperti bank
8. Analisis laba kotor
Merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui jumlah laba kotor dari periode ke satu periode. Kemudian juga untuk mengetahui sebab-sebab berubahnya laba kotor tersebutantara periode.
9. Analisis titik pulang pokok atau titik impas
Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui pada kondisi berapa penjualan produk dilakuksn dan perusahaan tidak mengalami kerugian. Kegunaan analisis ini adalah untuk menemtukan jumlah keuntungan pada berbagai tingkat penjualan
2.4 Keterbatasan Analisis Laporan Keuangan
Keterbatasan analisis laporan keuangan harus memerhatikan keterbatasan laporan seperti berikut ini.
1. Laporan keuangan dapat bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. Karenanya, laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai laporan mengenai keadaan saat ini, karenannya akuntansi tidak hanya satusatunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
2. Laporan keuangan menggambarkan nilai harga pokok atau nilai pertukaran pada saat terjadinya transaksi, bukan harga saat ini.
3. Laporan keuangan bersifat umum, dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu. Informasi disajikan untuk dapat digunakan semua pihak. Sehingga terpaksa selalu memperhatikan semua pihak pemakai yang sebenarnya mempunyai perbedaan kepentingan.
4. Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan dalam memilih alternative dari berbagai pilihan yang ada yang sama-sama dibenarkan tetapi menimbulkan perbedaan angka laba maupun asset.
5. Akuntansi tidak mencakup informasi yang tidak material. Demikian pula, penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu mungkin tidak dilaksanakan jika hal ini tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan. Batasan terhadap istilah dan jumlahnya agak kabur.
6. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian; bila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, maka lazimnya dipilih alternative yang menghasilakan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil. Dalam keadaan lain disebutkan jika ada indikasi rugi maka harus dicatat tetapi jika ada indikasi laba tidak boleh dicatat. Sehingga ada holding gain yang tidak diungkapkan.
7. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis, dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan.
8. Akuntansi didominasi informasi kuantitatif. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantifikasikan umumnya diabaikan. Namun bisa saja informasi kuantitatif dapat gambaran atau indikasi informasi kualitatif.
9. Perubahan dalam tenaga beli uang jelas ada akan tetapi hal ini tidak tergambar dalam laporan keuangan.
Sumber :
http://dexsuar.blogspot.co.id/2013/09/analisis-laporan-keuangan.html?m=1
Tujuan utama analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:
Sebagai alat barometer untuk melakukan forecasting atau memproyeksikan posisi keuangan dimasa yang akan datang. Mereview kondisi perusahaan saat ini, permasalahan dalam manajemen, operasional maupun, keuangan.Alat ukur untuk melakukan efisiensi di semua departemen perusahaan.
Analisa rasio keuangan yang biasa digunakan adalah:
1. Rasio Likuiditas
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kemampuan finansialnya dalam jangka pendek.
Ada beberapa jenis rasio likuiditas antara lain :
a. Current Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar.
Rumus menghitung Current Ratio:
Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar X 100%
b. Cash Ratio,rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan kas yang tersedia dan berikut surat berharga atau efekjangka pendek.
Rumus menghitung Cash Ratio:
Cash Ratio = Kas + Efek / Hutang Lancar X 100%
c. Quick Ratio atau Acid Test Ratio,rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar yang lebih likuid (Liquid Assets).
Rumus menghitung Quick Ratio:
Quick Ratio = Kas + Efek + Piutang / Hutang Lancar X 100%
Catatan : Nilai ideal dari ketiga analisa rasio likuiditas ini ini adalah minimum sebesar 150%, semakin besar adalah semakin baik dan perusahaan dalam kondisi sehat.
2. Rasio Profitabilitas atau Rentabilitas
Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan nilai penjualan, aktiva, dan modal sendiri.
Ada beberapa jenis rasio profitabilitas antara lain :
a. Gross Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba kotor dari penjualan.
Rumus menghitung Gross Profit Margin:
Gross Profit Margin = Penjualan Netto - HPP / Penjualan Netto X 100%
b. Operating Income Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba operasi sebelum bunga dan pajak dari penjualan.
Rumus menghitung Operating Income Ratio:
Operating Income Ratio = Penjualan Netto - HPP – Biaya Administrasi & Umum (EBIT) / Penjualan Netto X 100%
c. Net Profit Margin, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih dari penjualan.
Rumus menghitung Net Profit Margin:
Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah Pajak (EAT) / Penjualan Netto X 100%
d. Earning Power of Total Investment,rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola modal yang dimiliki yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi investor dan pemegang saham.
Rumus menghitung Earning Power of Total Investment:
Earning Power of Total Investment = EBIT / Jumlah Aktiva X 100%
e. Rate of Return Investment (ROI) atau Net Earning Power Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan pendapatan bersih.
Rumus menghitung Rate of Return Investment (ROI):
Rate of Return Investment (ROI) = EAT / Jumlah Aktiva X 100%
f. Return on Equity (ROE), rasio untuk mengukur kemampuan equity untuk menghasilkan pendapatan bersih.
Rumus menghitung Return on Equity (ROE):
Return on Equity (ROE) = EAT / Jumlah Equity X 100%
g. Rate of Return on Net Worth atau Rate of Return for the Owners, rasio untuk mengukur kemampuan modal sendiri diinvestasikan dalam menghasilkan pendapatan bagi pemegang saham.
Rumus menghitung Rate of Return on Net Worth:
Rate of Return on Net Worth = EAT / Jumlah Modal Sendiri X 100%
Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Profitabilitas ini adalah adalah semakin baik, sebaiknya Anda bisa membandingkannya dengan nilai rata-rata dari industri sejenis di pasar.
3. Rasio Solvabilitas atau Leverage Ratio
Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memenuhi semua kewajiban finansial jangka panjang.
Ada beberapa jenis rasio Solvabilitas antara lain :
a. Total Debt to Assets Ratio, rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin hutang-hutangnya dengan sejumlah aktiva yang dimilikinya.
Rumus menghitung Total Debt to Assets Ratio:
Total Debt to Assets Ratio = Total Hutang / Total Aktiva X 100%
b. Total Debt to Equity Ratio, rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai oleh pihak kreditur dibandingkan dengan equity.
Rumus menghitung Total Debt to Equity Ratio:
Total Debt to Assets Ratio = Total Hutang / Modal Sendiri X 100%
Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Solvabilitas ini adalah semakin buruk kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka panjangnya, maksimal nilainya adalah 200%.
4. Rasio Aktifitas atau Activity Ratio
Rasio untuk mengukur seberapa efektif perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya.
Ada beberapa jenis rasio Solvabilitas antara lain :
a. Total Assets Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran total aktiva terhadap penjualan.
Rumus menghitung Total Assets Turn Over Ratio:
Total Assets Turn Over Ratio = Penjualan / Total Aktiva X 100%
b. Working Capital Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran modal kerja bersih (Aktiva Lancar-Hutang Lancar) terhadap penjualan selama suatu periode siklus kas dari perusahaan.
Rumus menghitung Working Capital Turn Over Ratio:
Working Capital Turn Over Ratio = Penjualan / Modal Kerja Bersih X 100%
c. Fixed Assets Turn Over, rasio untuk mengukur perbandingan antara aktiva tetap yang dimiliki terhadap penjualan.
Rasio ini berguna untuk mengevaluasi seberapa besar tingkat kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aktivatetap yang dimiliki secara efisien dalam rangka meningkatkan pendapatan.
Rumus menghitung Fixed Assets Turn Over Ratio:
Fixed Assets Turn Over Ratio = Penjualan / Aktiva Tetap X 100%
d. Inventory Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat efisiensi pengelolaan perputaran persediaan yang dimiliki terhadap penjualan.
Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik dan menunjukkan pengelolaan persediaan yang efisien.
Rumus menghitung Inventory Turn Over Ratio:
Inventory Turn Over Ratio = Penjualan / Persediaan X 100%
e. Average Collection Period Ratio,rasio untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam menerima seluruh tagihan dari konsumen.
Rumus menghitung Average Collection Period Ratio:
Average Collection Period Ratio = Piutang X 365 / Penjualan X 100%
f. Receivable Turn Over, rasio untuk mengukur tingkat perputaran piutang dengan membagi nilai penjualan kredit terhadap piutang rata-rata.
Semakin tinggi rasio ini akan semakin baik dan menunjukan modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah.
Rumus menghitung Receivable Turn Over Ratio:
Receivable Turn Over Ratio = Penjualan / Piutang Rata-Rata X 100%
Untuk referensi berikut Contoh Analisis Laporan Keuangan Perusahaan
Catatan : Semakin tinggi nilai persentase Rasio Activity ini adalah semakin baik,Anda bisa membandingkannya dengan nilai rata-rata dari industri sejenis di pasar agar dapat menilai seberapa efisien Anda mengelola sumber daya yang dimiliki.
Sumber :
http://googleweblight.com/?lite_url=http://www.kembar.pro/2015/04/analisis-laporan-dan-rasio-keuangan.html?m%3D1&ei=PNN-DDk3&lc=id-ID&s=1&m=26&host=www.google.co.id&ts=1488957424&sig=AJsQQ1A2KPxHoyoYJvhm0KFHYYbaJxDNlA
Sabtu, 17 Desember 2016
Sistem Informasi Manajemen 3 ( Alat output Komputer)
Sistem Informasi Manajemen 3 ( Alat output Komputer)
Output Device atau biasa disebut perangkat keluaran adalah perangkat yang berguna untuk menampilkan pengeluaran sebagai hasil pengolahan data.
Macam - Macam Perangkat Keluaran (Output Device):
1. Monitor
Monitor berfungsi untuk menampilkan visualisasi hasil dari semua operasi yang terjadi di dalam CPU. Hasil keluaran atau output yang ditampilkan oleh monitor dapat berupa tulisan, gambar diam, maupun gambar bergerak atau animasi. Untuk saat ini, monitor komputer terdiri dari beberapa jenis, di antaranya adalah monitor CRT (tabung), monitor LCD, dan monitor plasma.
Monitor CRT
A. Monitor CRT
Monitor CRT (cathode ray tube) atau monitor tabung sinar katoda merupakan jenis monitor yang pertama kali digunakan untuk teknologi komputer. Tabung sinar katoda ditemukan oleh Karl Ferdinand Braun, merupakan sebuah tabung penampilan yang banyak digunakan dalam layar komputer, monitor video, televisi, dan oskiloskop. Tabung sinar katoda dikembangkan dari hasil Janati
Philo Farnsworth yang dipakai dalam seluruh pesawat televisi sampai akhir abad 20, dan merupakan dasar perkembangan dari layar plasma, LCD, dan bentuk teknologi TV lainnya.
Bentuk monitor CRT cukup besar sehingga memerlukan tempat yang agak luas untuk meletakkannya. Monitor CRT memiliki layar cembung sehingga kurang baik untuk keperluan desain.
B. Monitor LCD
Monitor LCD (liquid crystal display) adalah jenis monitor yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utama. Monitor LCD bentuknya sangat simpel karena tipis dan ringan sehingga tidak menghabiskan banyak tempat untuk meletakkannya dan mudah untuk dibawa-bawa. Monitor LCD juga memiliki layar yang datar sehingga sangat pas digunakan untuk keperluan desain. Oleh karena itu, monitor LCD sudah banyak digunakan untuk monitor komputer di perkantoran. Selain itu, LCD juga digunakan di dalam berbagai alat-alat elektronik, seperti televisi, kalkulator, dan telepon seluler.
C. Monitor Plasma
Monitor plasma adalah monitor layar datar emisif yang cahayanya dihasilkan oleh fosfor yang tereksitasi oleh sebuah pelepasan muatan plasma antara dua layar datar yang bahannya terbuat dari gelas.
2. Printer
Printer adalah suatu perangkat keras yang berfungsi untuk mencetak dokumen yang telah dibuat. Dokumen-dokumen tersebut dapat berupa surat, buku, gambar, laporan, dan lain sebagainya. Printer biasanya terbagi atas beberapa bagian, yaitu tray (baki) sebagai tempat menaruh kertas, picker sebagai alat mengambil kertas dari tray, dan tinta atau toner sebagai alat pencetak sesungguhnya. Selain itu, ada pula kabel fleksibel untuk pengiriman sinyal dari prosesor printer ke tinta atau toner. Kabel ini tipis dan fleksibel, tetapi kuat. Pada bagian belakang printer biasanya ada port paralel atau USB sebagai penghubung ke komputer.
Berdasarkan jenisnya, printer dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:
A. Printer Tinta
Printer tinta bekerja dengan cara menyemprotkan atau menyemburkan tinta yang ada di dalam catridge ke kertas.
B. Printer Dot Matrik
Printer jenis dot matrik mempunyai pengetuk-pengetuk kecil yang berbentuk titik (pin/dot).
C. Printer Laser
Printer laser bekerja seperti mesin fotokopi yang menyemprotkan serbuk tinta dengan model pencahayaan. Kualitas hasil printer laser paling bagus, namun harga printer dan serbuk tintanya juga paling mahal.
3. Speaker
Speaker adalah perangkat keras yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil pemerosesan berupa suara dari komputer.
4. Projector
Projecetor adalah perangkat keras yang mengintegrasikan sumber cahaya, sistem optic elektronik, dan display dengan tujuan untuk memproyeksikan gambar atau video ke dinding atau layar.
5. Network Card
Network Card adalah perangkat keras yang digunakan sebagai jembatan penghubung antara komputer server dengan komputer client.
6. Tv Tuner Card
Tv Tuner Card adalah perangkat keras yang digunakan untuk menyiarkan tv pada komputer.
7. Modem
Modem adalah perangkat keras yang digunakan untuk menghubungkan komputer ke jaringan internet. Modem juga bisa sebagai media masukan ataupun keluaran.
referensi : http://wendyandriyan.blogspot.co.id/2015/01/macam-macam-output-device-perangkat.html
https://tikom2sobang.wordpress.com/topik/kelas-vii/perangkat-keras-alat-output/
Output Device atau biasa disebut perangkat keluaran adalah perangkat yang berguna untuk menampilkan pengeluaran sebagai hasil pengolahan data.
Macam - Macam Perangkat Keluaran (Output Device):
1. Monitor
Monitor berfungsi untuk menampilkan visualisasi hasil dari semua operasi yang terjadi di dalam CPU. Hasil keluaran atau output yang ditampilkan oleh monitor dapat berupa tulisan, gambar diam, maupun gambar bergerak atau animasi. Untuk saat ini, monitor komputer terdiri dari beberapa jenis, di antaranya adalah monitor CRT (tabung), monitor LCD, dan monitor plasma.
Monitor CRT
A. Monitor CRT
Monitor CRT (cathode ray tube) atau monitor tabung sinar katoda merupakan jenis monitor yang pertama kali digunakan untuk teknologi komputer. Tabung sinar katoda ditemukan oleh Karl Ferdinand Braun, merupakan sebuah tabung penampilan yang banyak digunakan dalam layar komputer, monitor video, televisi, dan oskiloskop. Tabung sinar katoda dikembangkan dari hasil Janati
Philo Farnsworth yang dipakai dalam seluruh pesawat televisi sampai akhir abad 20, dan merupakan dasar perkembangan dari layar plasma, LCD, dan bentuk teknologi TV lainnya.
Bentuk monitor CRT cukup besar sehingga memerlukan tempat yang agak luas untuk meletakkannya. Monitor CRT memiliki layar cembung sehingga kurang baik untuk keperluan desain.
B. Monitor LCD
Monitor LCD (liquid crystal display) adalah jenis monitor yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utama. Monitor LCD bentuknya sangat simpel karena tipis dan ringan sehingga tidak menghabiskan banyak tempat untuk meletakkannya dan mudah untuk dibawa-bawa. Monitor LCD juga memiliki layar yang datar sehingga sangat pas digunakan untuk keperluan desain. Oleh karena itu, monitor LCD sudah banyak digunakan untuk monitor komputer di perkantoran. Selain itu, LCD juga digunakan di dalam berbagai alat-alat elektronik, seperti televisi, kalkulator, dan telepon seluler.
C. Monitor Plasma
Monitor plasma adalah monitor layar datar emisif yang cahayanya dihasilkan oleh fosfor yang tereksitasi oleh sebuah pelepasan muatan plasma antara dua layar datar yang bahannya terbuat dari gelas.
2. Printer
Printer adalah suatu perangkat keras yang berfungsi untuk mencetak dokumen yang telah dibuat. Dokumen-dokumen tersebut dapat berupa surat, buku, gambar, laporan, dan lain sebagainya. Printer biasanya terbagi atas beberapa bagian, yaitu tray (baki) sebagai tempat menaruh kertas, picker sebagai alat mengambil kertas dari tray, dan tinta atau toner sebagai alat pencetak sesungguhnya. Selain itu, ada pula kabel fleksibel untuk pengiriman sinyal dari prosesor printer ke tinta atau toner. Kabel ini tipis dan fleksibel, tetapi kuat. Pada bagian belakang printer biasanya ada port paralel atau USB sebagai penghubung ke komputer.
Berdasarkan jenisnya, printer dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut:
A. Printer Tinta
Printer tinta bekerja dengan cara menyemprotkan atau menyemburkan tinta yang ada di dalam catridge ke kertas.
B. Printer Dot Matrik
Printer jenis dot matrik mempunyai pengetuk-pengetuk kecil yang berbentuk titik (pin/dot).
C. Printer Laser
Printer laser bekerja seperti mesin fotokopi yang menyemprotkan serbuk tinta dengan model pencahayaan. Kualitas hasil printer laser paling bagus, namun harga printer dan serbuk tintanya juga paling mahal.
3. Speaker
Speaker adalah perangkat keras yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil pemerosesan berupa suara dari komputer.
4. Projector
Projecetor adalah perangkat keras yang mengintegrasikan sumber cahaya, sistem optic elektronik, dan display dengan tujuan untuk memproyeksikan gambar atau video ke dinding atau layar.
5. Network Card
Network Card adalah perangkat keras yang digunakan sebagai jembatan penghubung antara komputer server dengan komputer client.
6. Tv Tuner Card
Tv Tuner Card adalah perangkat keras yang digunakan untuk menyiarkan tv pada komputer.
7. Modem
Modem adalah perangkat keras yang digunakan untuk menghubungkan komputer ke jaringan internet. Modem juga bisa sebagai media masukan ataupun keluaran.
referensi : http://wendyandriyan.blogspot.co.id/2015/01/macam-macam-output-device-perangkat.html
https://tikom2sobang.wordpress.com/topik/kelas-vii/perangkat-keras-alat-output/
Selasa, 01 November 2016
TUGAS SOFTSKILL 2
Apa sih itu traveloka? Lalu, bagaimana cara kerja dari aplikasi ini? Mengapa kita harus menggunakan traveloka? Memang kelebihannya apa saja? Kemudian, bagaimana review dari yang sudah menggunakan aplikasi ini? Bagaimana kalau terjadi kesalahan? Apa bisa dipercaya aplikasi ini? Coba tolong jelaskan dong, bingung tau huhuhuhu………….
Banyak sekali ya teman – teman pertanyaan diatas? Yuk kita bahas satu persatu dari aplikasi travel pertama kali yang diluncurkan di Indonesia ini. Check it out!☺
A. Sejarah Munculnya Aplikasi Traveloka
Teknologi yang semakin maju memudahkan manusia, termasuk dalam hal mencari tiket pesawat. Saat ini kita tidak perlu lagi ke bandara atau pergi ke travel untuk memesan tiket pesawat. Cukup dengan internet dan perangkat komputer bahkan smartphone, kita dapat menemukan tiket pesawat yang diinginkan.
Berkembangnya transaksi online ini Indonesia menajdi kesempatan bagi Ferry Unardi pendiri Traveloka.com di tahun 2012. Kehadiran Traveloka menjawab kebutuhan masyarakat atas proses pemesanan tiket yang mudah dan praktis.
Berdirinya Traveloka berawal dari pengalaman pribadi pria kelahiran Padang, 16 Januari 1968 ini. Merasa kesulitan dalam mencari tiket pesawat tujuan Padang dari Indianapolis, Amerika Serikat. Kemudian menjadi peluang usaha untuk menyediakan jasa Online Travel Agent. Ferry ingin membuka usaha yang dapat memberikan kemudahan perjalanan yang sesuai kebutuhan konsumen. Dibantu dengan dua rekannya saat bekerja di Microsoft, Derianto Kusuma dan Albert, maka lahirlah Traveloka.com.
Pria lulusan Purdue University ini membutuhkan waktu sekitar 6 bulan dalam membangun agen perjalanannya. Awalnya, travel online ini bergerak dengan skala bisnis kecil sebagai mesin pencari tiket pesawat dan dan reservasi hotel. Saat internet di Indonesia sedang berkembang, rintisan usahanya mulai dilirik banyak orang. Dalam kurun waktu beberapa bulan, pelanggannya semakin bertambah dan bisnisnya semakin berkembang.
Meskipun begitu dalam merintis usahanya, dia juga menemukan kendala dalam memperoleh kepercayaan. Semua dilaluinya dengan memberikan pelayanan terbaik dan sifat optimisnya. Kendala yang masih dirasakannya saat ini adalah banyak maskapai yang belum bisa menyediakan tiket dalam jumlah besar, tetapi menurutnya semua dapat diatasi siring perkembangan teknologi komunikasi dan informasi di Indonesia.
Saat ini Traveloka didukung oleh 144 tenaga professional ahli dengan latar pendidikan dari dalam dan luar negeri. Dengan begitu mereka semakin mampu menciptakan berbagai inovasi mengembangkan pelayanan sehingga semakin baik. Agar masyarakat semakin mengenal Traveloka, Ferry sedang gencar melancarkan promosi dan marketing, menggunakan jejaring sosial seperti Website dan Twitter dan media televisi.
Situs ini sudah diakses oleh lebih dari 150.000 kunjungan dan berhasil menjual puluhan ribu tiket setiap harinya. Traveloka berhasil unggul dan menjadi situs booking pesawat nomor satu di Indonesia dengan berbagai tawaran yang menarik. Diantaranya adalah memberikan pilihan harga tanpa membebankan biaya transasksi kepada konsumen, pelayanan 24 jam melalui email, telepon dan media sosial dan metode pembayaran yang beragam sehingga memudahkan customer. Fokus dari Traveloka saat ini adalah mempertahankan dan membesarkan bisnis agen perjalanan dengan membuat desain web semenarik mungkin sehingga lebih mudah dipahami oleh konsumen.
Bahkan selain penjelasan diatas, terdapat artikel mengenai penderi si aplikasi Traveloka ini, mau tau lebih lanjut? Yukyukyuk cek dibawah ini.
“Berhenti kuliah dari Harvard, inilah kisah Ferry Unardi membawa Traveloka memimpin industri travel online di Indonesia”
Nama Ferry Unardi mungkin tidak begitu familiar, tapi Anda mungkin pernah mendengar startup website booking pesawat yang didirikannya: Traveloka. Kini, Traveloka tidak hanya berhasil menjadi website booking pesawat terbaik, tapi juga menjadi salah satu startup ternama di Indonesia. Pada acara Startup Asia Jakarta 2014, CEO Traveloka Ferry Unardi berbicara tentang berbagai kisah perjalanan entrepreneurship-nya.
Jika kebanyakan founder startup mempunyai latar belakang entrepreneurship yang mendorong mereka mendirikan startup, cerita Traveloka sedikit berbeda. Ferry mengatakan, “Saya tidak melihat diri saya sebagai seorang entrepreneur, tetapi lebih sebagai seorang engineer. Sebagai seorang yang menyukai IT ketika remaja, mengambil jurusan matematika ketika kuliah, dan sempat bekerja di Microsoft; ide mendirikan startup tidak pernah ada dalam benaknya. Hingga akhirnya tiga tahun setelah ia bekerja di Microsoft, kemungkinan tentang “tidak akan menjadi engineer terbaik” mengganggu pikirannya. Sejak saat itu, Ferry memutuskan untuk mencari kesempatan lain. Ia pergi ke China hanya untuk melihat apa yang ditawarkan oleh pasar ini. Ia menemukan bahwa industri travel terlihat menarik, tapi ide tersebut baru direalisasikan beberapa waktu kemudian.
Segala sesuatunya berawal dari ungkapan ini “jika tidak ada layanan yang menawarkan apa yang Anda butuhkan, maka buatlah sendiri”. Sebagai seorang mahasiswa di Boston yang menjadi karyawan di Seattle dan sering pulang ke kampung halamannya di Padang, Ferry merasa semakin jengkel terhadap betapa sulitnya mem-booking pesawat untuk pulang karena ia selalu mengalami kesulitan memperkirakan rutenya. Saat itulah Ferry yang saat itu berumur 23 tahun memutuskan untuk melangkah keluar dari zona nyaman dan memasuki “masa yang paling stres” dalam hidupnya.
· Berhenti kuliah, memulai startup
Bagaimanapun, jika kebanyakan founder memulai dengan berlari, Ferry harus mundur selangkah terlebih dahulu. Ia tidak punya pengalaman bisnis sama sekali dan tidak tahu bagaimana menjalankan sebuah perusahaan. Jadi ia mengambil langkah logis berikutnya dan berkuliah untuk mendapat gelar MBA di Harvard University. Rencananya adalah untuk menyelesaikan MBA di Harvard sehingga ia akan mendapatkan pengalaman yang diperlukan untuk dapat mengelola perusahaan dengan baik. Namun, setelah hanya satu semester, rencananya harus diubah lagi.
“Saya ingat ketika semua orang mempertanyakan keputusan saya untuk berhenti, tapi itulah yang harus dilakukan. Berhenti kuliah adalah keputusan yang sangat sulit, baik untuk saya dan pasangan saya karena ia bekerja untuk LinkedIn pada saat itu dan memiliki saham yang belum sepenuhnya diperoleh, tapi saya ingat pernah mengatakan “kita [berusia] 23, kita masih cukup muda untuk melakukan kesalahan” dan bahwa tidak ada waktu yang lebih baik.” kata Ferry. Saat itu industri e-ticketing baru mulai mendapatkan traksi di Indonesia dan perusahaan seperti Tiket baru saja menerima dana. Ferry mengatakan kepada hadirin di Startup Asia bahwa ia percaya jika mereka tidak masuk ke pasar pada waktu yang tepat, mereka akan ketinggalan kereta.
Itulah saat Traveloka lahir. Belum seperti apa yang kita kenal saat ini, melainkan masih pada bentuk paling awal. Pada awal berdirinya, Traveloka hanyalah sebuah platform flight searchdan aggregator penerbangan. Ada penjelasan yang sangat sederhana terkait hal itu: yakni, karena Ferry dan rekan-rekannya adalah engineer dan itulah yang mereka sukai. Namun, pasar ingin lebih. “Dengan cepat kami belajar bahwa masalah yang terjadi bukan hanya saat menemukan penerbangan tapi juga saat melakukan transaksi” jelasnya. Pelanggan tidak puas menggunakan layanan yang berbeda untuk menyelesaikan proses pembelian mereka, dan itulah saat ketika Traveloka memutuskan untuk menyelesaikan banyak masalah yang dihadapi sebagian besar perusahaan, tidak hanya di industri teknologi tetapi secara umum
.
· Maskapai penerbangan mulai bekerjasama
Ferry bercerita bahwa perubahan terbesar yang harus mereka lakukan dalam hal gaya perusahaan adalah pengelolaan tim mereka. Mereka harus bertransformasi dari hanya sekitar delapan orang hingga menjadi tim sebenarnya dengan divisi seperti customer service, karena mereka sekarang berhadapan dengan uang milik orang lain, sehingga memiliki tanggung jawab yang lebih tinggi dari apa yang mereka pikirkan sebelumnya. Traveloka belajar bahwa tidak mungkin menjadi perusahaan yang hidup semata-mata di internet. Sebaliknya apa yang harus lakukan startup adalah menjadi perusahaan fisik dengan kehadiran online. Untuk seseorang dengan latar belakang manajemen yang terbatas, itu adalah tantangan bagi Ferry untuk mengelola timnya dengan cara yang efektif.
Ketika ditanya dari mana ia mendapat inspirasi dan apa yang membantunya mengelola timnya dengan baik, Ferry menyebut buku karya Ben Horowitz, veteran startup dan legenda VC, The Hard Thing about Hard Things sebagai sumber inspirasinya. “Buku ini mengajarkan saya bahwa orang hanya memperhatikan pertumbuhan dan pengguna, tetapi Anda harus fokus dengan apa yang ada di balik hal tersebut – seperti membangun tim yang tepat. Orang-orang tidak berbicara tentang hal ini karena tidak secara langsung berhubungan dengan internet. Tetapi pada akhirnya kami adalah perusahaan dan kami harus terlebih dahulu dan terutama membangun sebuah perusahaan.” katanya.
Namun, masalah mereka tidak hanya itu. Sebagai startup kecil, perusahaan besar terutama maskapai penerbangan tidak benar-benar bersedia untuk bekerjasama dengan Traveloka, bahkan nyaris tidak memperhatikan mereka. Untuk mengatasi hal ini, Ferry kembali ke poin awal tentang membangun sebuah perusahaan dengan fokus fisik dan online, bukan sebaliknya. Traveloka memiliki satu strategi untuk mengatasi masalah ini yang merupakan strategi yang sama yang mereka gunakan untuk menjadi kuat di pasar: “Jika Anda membangun pelayanan yang baik, orang-orang akan datang.” Ferry percaya bahwa Anda harusnya tidak membangun layanan dimana orang hanya menentukan salah satu fitur yang mereka suka – melainkan pengguna harus menyukai keseluruhan layanan tersebut. Inilah yang Traveloka lakukan; mereka membangun sebuah layanan yang ingin digunakan orang. Ini memungkinkan tim untuk mendapat basis pengguna yang besar dan akhirnya mendapatkan perhatian dari perusahaan penerbangan.
“Maskapai penerbangan selalu memiliki lebih banyak persediaan daripada permintaan sehingga layanan seperti yang kami punya bisa membantu mereka mengisi kursi yang kosong. Bahkan jika mereka tidak ingin bekerja dengan kami, mereka [sebenarnya telah] bekerja [dengan kami].”
Kini, Traveloka telah berkembang dari tim kecil menjadi sebuah perusahaan. Website yang memiliki peringkat Alexa 150 di Indonesia ini memiliki puluhan juta pageview per bulan. Sejak diluncurkan, Traveloka telah mengumumkan dua putaran pendanaan; salah satunya dari East Ventures (keterangan: East Ventures juga berinvestasi di Tech in Asia. Baca halaman etika kami untuk informasi lebih lanjut) pada bulan November 2012 dan satunya lagi dari Global Founders Capital pada Desember 2013.
B. Alasan Menggunakan Aplikasi Traveloka
Sekarang ini jauhnya jarak antar kota sudah tidak menjadi masalah lagi. Jika dengan menggunakan kapal laut Surabaya-Makassar harus ditempuh dalam waktu lebih dari 24 jam, perjalanan lebih singkat dapat dilakukan dengan menggunakan pesawat.
Anda tentunya bisa menghemat lebih banyak tenaga karena waktu perjalanan yang lebih singkat. Hal ini juga berlaku untuk berbagai kota lain. Perjalanan dengan menggunakan pesawat menjadi solusi bagi Anda yang tidak ingin menghabiskan waktu terlalu lama dalam perjalanan.
Banyak agen perjalanan yang menyediakan layanan pembelian tiket pesawat dengan berbagai rute secara online. Salah satu agen perjalanan yang saat ini sedang populer adalah Traveloka.com. Perusahaan yang tergolong masih baru ini berhasil menjual puluhan ribu tiket setiap harinya. Jumlah yang luar biasa untuk perusahaan yang baru berdiri pada tahun 2012.
Traveloka pada awalnya digagas oleh tiga orang saja yaitu Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert. Ketiganya merupakan warga negara Indonesia lulusan universitas terkemuka di Amerika Serikat dan memiliki pengalaman kerja di Microsoft. Saat ini, Traveloka memiliki lebih dari 144 orang profesional.
Pada tanggal 15 Juli 2014, Traveloka untuk pertama kalinya membuka layanan booking hotel online. Hal ini membuat Anda bisa dengan mudah melakukan pemesanan hotel untuk perjalanan bisnis maupun liburan Anda ke luar kota. Perkembangan dan pertumbuhan Traveloka yang sangat cepat ini tentu saja dikarenakan beberapa hal pendukung, di antaranya:
a. Educational background
Orang-orang di balik Traveloka merupakan lulusan dari universitas ternama di Indonesia maupun luar negeri. Sebut saja Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Curtin University, Purdue University, University of Potsdam, Stanford University sampai dengan Harvard University. Dengan latar pendidikan tersebut tentunya mereka mampu menciptakan berbagai inovasi untuk terus mengembangkan pelayanan Traveloka menjadi semakin baik.
b. Timing
Traveloka muncul saat internet di Indonesia sedang berkembang. Hal ini membuat perusahaan yang berbasis online ini mendapat keuntungan tersendiri. Dengan berkembangnya transaksi online, masyarakat mengharapkan segalanya bisa dilakukan dengan lebih mudah dan praktis. Jika dahulu untuk membeli tiket pesawat harus datang ke kantor agen penjualan tiket secara langsung, saat ini Anda bisa melakukan semua prosesnya dari rumah, mulai dari pemesanan sampai pembayaran.
c. Hemat kertas
Bagi Anda yang sangat memperhatikan konsumsi kertas sehari-hari, tidak print e-tiket akan sangat menghemat kertas. Menurut data IATA (International Air Transport Association), setidaknya setiap tahun orang di seluruh dunia menghabiskan 50.000 batang pohon untuk keperluan cetak e-tiket.
d. E-tiket tidak akan hilang
Semua orang pernah lupa namun hati-hati untuk urusan tiket, jangan sampai batal terbang karena tiket ketinggalan. Solusinya, pakai Traveloka App saja karena e-tiket tersimpan di dalamnya, selamanya dan tidak akan hilang.
e. Mudah
Anda bisa melakukan pembelian tiket pesawat dan booking hotel dengan mudah saat ini melalui Traveloka.com. Prosesnya yang mudah dan cepat tentunya akan membuat Anda bisa menghemat lebih banyak waktu dan tenaga. Anda bisa melakukan segala prosesnya dari kantor saat sedang istirahat makan siang atau bahkan di rumah saat sedang bersantai bersama keluarga.
f. Metode pembayaran yang beragam
Traveloka menyediakan metode pembayaran yang beragam untuk memudahkan konsumen. Anda bisa memilih melakukan pembayaran melalui ATM, Mandiri Clickpay, Kartu Kredit, BCA Klikpay, CIMB Click dan juga Mandiri eCash, dan lain-lain. Anda bisa memilih metode pembayaran termudah menurut Anda.
g. Harga termurah
Traveloka menawarkan harga termurah dibandingkan dengan agen penjualan tiket online pesaingnya. Anda bisa membandingkan harga maskapai favorit Anda dengan membuka website Traveloka.com. Harga termurah ini salah satunya dikarenakan Traveloka tidak membebankan biaya transaksi pada konsumen. Anda hanya diharuskan membayar harga tiket pesawat yang Anda pesan.
h. Inventori hotel
Traveloka memiliki ribuan hotel di Indonesia yang dapat dipesan. Inventori Traveloka berpusat di kota-kota besar seperti di Bali, Bandung, Balikpapan, Lombok, dan lainnya.
i. Siap 24/7
Dengan berkembangnya traffic pemesanan tiket yang dilakukan oleh konsumen, Traveloka selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Anda bisa menghubungi Customer Service yang siap siaga selama 24 jam penuh dan membantu Anda jika mengalami kesulitan dalam proses transaksi atau pengaduan lainnya.
C. Cara Penggunaan Aplikasi Traveloka
Untuk dapat menggunakan aplikasi ini, kita harus mengunduh aplikasi ini di Googlestore atau Playstore pada Android atau IOS dari gadget kita sendiri. Setelah itu kita masuk ke aplikasi tersebut melalui akun kita. Jika belum mempunyai akun maka daftarkan terlebih dahulu menggunakan email beserta passwordnya. Setelah itu, kita bisa menggunakan aplikasi ini. Didalam aplikasi ini terdapat 3 item yang ditampilkan, terdiri atas:
Jika belum paham menggunakan aplikasi ini, didalam aplikasi traveloka telah menyediakan item yang dapat memberikan petunjuk dalam penggunaannya. Berikut adalah beberapa cara pesan yang disajikan dalam Traveloka.
A. Cara Pesan Tiket Pesawat
1. Cara penerbangan
Mulai pencarian Anda dengan memasukkan detail penerbangan.
2. Pilih dan pesan penerbangan
Detail penerbangan (nama maskapai, jadwal, harga tiket, dll.) dapat Anda lihat di halaman hasil pencarian.
3. Isi data kontak dan penumpang
Setelah memilih penerbangan Anda, isi data pemesan yang dapat dihubungi dan data penumpang yang berangkat. Anda pun dapat menambahkan asuransi perjalanan langsung ke pesanan Anda.
4. Lakukan pembayaran
Beragam metode pembayaran tersedia. Pilihlah yang sesuai kebutuhan Anda.
5. E-tiket dikirimkan
Setelah pembayaran sukses diterima, e-tiket resmi Traveloka akan kami kirimkan ke alamat email Anda dalam maks. 60 menit.
B. Cara Pesan Hotel
1. Cari hotel
Mulai pencarian hotel Anda dengan memasukkan destinasi, tempat wisata, atau nama hotel, dan waktu menginap.
2. Pilih hotel
Di halaman hasil pencarian, pilih kamar hotel yang Anda kehendaki. Klik tombol Lihat Kamar untuk mengetahui detail kamar yang Anda pilih.
3. Pesan hotel
Di halaman detail hotel, pilih jenis dan jumlah kamar yang ingin Anda pesan.
4. Isi data pemesan dan tamu hotel
Isi data pemesan yang dapat dihubungi dan data tamu yang akan menginap. Anda pun dapat menambahkan asuransi perjalanan ke pesanan hotel Anda.
5. Lakukan pembayaran
Pilih metode pembayaran yang sesuai kebutuhan Anda. Lakukan pembayaran sebelum batas waktu habis.
6. Voucher hotel dikirimkan
Setelah pembayaran sukses diterima, voucher hotel resmi Traveloka akan kami kirimkan ke alamat email Anda dalam maks. 60 menit.
C. Cara Pembayaran
Ada beberapa macam pembayaran diantaranya melalui, Transer&ATM, Kartu Kredit, Direct Debit, dan bahkan dapat melalui Indomaret. Ketentuan untuk pembayaran melalui Transfer diantaranya: Lakukan pembayaran aman dan nyaman via Transfer BCA, BNI, BRI, atau Mandiri. Metode Transfer tersedia untuk Anda mulai pukul 02:00 sampai 20:00 WIB. Sedangkan melalui Indomaret adapun caranya sebagai berikut:
a. Setelah melakukan pemesanan, pilih metode pembayaran ‘Indomaret‘ di halaman pembayaran
b. Catat kode pembayaran Anda (perlu diingat, kode pembayaran berbeda dengan booking ID)
c. Pergilah ke gerai Indomaret terdekat
d. Tunjukkan kode pembayaran Anda kepada kasir Indomaret
e. Pihak Indomaret akan mengenakan biaya tambahan Rp 5.000/transaksi di luar total transaksi
f. Lakukan pembayaran, dan Anda akan menerima bukti terima pembayaran dari Indomaret
g. Setelah pemesanan sukses diproses, konfirmasi dan e-tiket/voucher hotel akan dikirim ke email Anda
Syarat dan ketentuan pembayaran:
1. Jumlah transaksi maksimal untuk metode pembayaran ini adalahRp5.000.000.
2. Pembayaran melalui Indomaret hanya berlaku untuk pemesanan tiket pesawat atau kamar hotel paling lambat tiga hari sebelum check-in.
3. Metode pembayaran ini hanya berlaku sampai pukul 23:00 di cabang gerai Indomaret pilihan Anda. Jika cabang Indomaret pilihan Anda menerapkan jam operasional yang berbeda, hal tersebut sepenuhnya berada di luar kuasa dan tanggung jawab Traveloka.
4. Ada biaya Rp 5.000/transaksi (tidak termasuk di total transaksi) untuk pembayaran melalui gerai Indomaret. Ini merupakan ketentuan sepenuhnya dari Indomaret dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
5. Pemesanan akan dibatalkan jika pembayaran tidak diterima sebelum batas waktu yang ditentukan.
D. Review dan Pertanyaan
Praktisnya pesan tiket pesawat pakai aplikasi Traveloka, Anda tidak perlu repot mencetak e-tiket untuk check-in di bandara.
“Lho!? Bukannya tiket pesawat harus ditunjukkan sewaktu check-in?”
Tentu, Anda cukup menunjukkan e-tiket Traveloka yang ada di Traveloka App dan mobile web setelah melakukan pemesanan lewat Traveloka. Jadi, Andatidak perlu mencetak e-tiket lagi. Traveloka juga akan mengirim e-tiket ke email pribadi Anda.
“Kenapa sebaiknya install Traveloka App? Bukannya menunjukkan e-tiket dari email juga bisa?”
Ada keuntungan lain jika menginstal Traveloka App di Android/ iPhone/ iPad :
1. E-tiket bisa dilihat tanpa koneksi internet
Selain tidak akan hilang, e-tiket yang tersimpan di Traveloka App bisa dilihat walaupun smartphone Anda tidak terkoneksi dengan internet.
2. Terdapat notifikasi saat e-tiket terbit
Tanpa perlu cek email, Anda akan mendapat notifikasi langsung jika e-tiket telah tersimpan di Traveloka App.
3. E-tiket tidak mungkin hilang
E-tiket Traveloka tersimpan secara digital di Traveloka App dan mobile web sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan tiket atau tertinggal di rumah.
“Saya bingung soal e-tiket ini… Gimana cara dapatnya? Apa bedanya dengan tiket biasa?”
Cara dapat e-tiket: Setelah Anda pesan tiket pesawat dari Traveloka maka e-tiket akan dikirim ke email Anda.Lebih gampang lagi kalau Anda telah menginstall Traveloka App di Android atau iPhone. Sebab e-tiket otomatis terkirim ke dalam Traveloka App dan bisa dilihat walaupun tidak ada koneksi internet.
Bedanya e-tiket dan tiket biasa: Dulu, di zaman tiket biasa, jika Anda tidak sengaja menghilangkan tiket maka Anda akan diminta biaya cetak ulang oleh maskapai untuk mengeluarkan tiket baru. Bahkan di beberapa kasus, maskapai meminta biaya tambahan seharga tarif penuh untuk melakukan proses cetak ulang tiket.Berbeda di zaman e-tiket sekarang, semua data penerbangan tersimpan secara digital di database maskapai dan bisa dilihat melalui email dan Traveloka App. Sehingga e-tiket tidak akan hilang karena ada di email pribadi dan Traveloka App di smartphone Anda
“ mau liburan? Ya traveloka dulu……….”
Referensi:
http://www.jawaban.com/read/article/id/2014/09/10/82/140910120444/Kesuksesan-Traveloka.com-Berawal-Dari-Pengalaman-Pribadi
https://id.techinasia.com/cerita-inspirasi-startup-ferry-unardi-traveloka
http://life.viva.co.id/news/read/533425-7-hal-yang-membuat-traveloka-menjadi-top-travel-company
https://blog.traveloka.com/keuntungan-menggunakan-traveloka-app-infografik/
https://www.traveloka.com/how-to/bookflight
https://www.traveloka.com/how-to/bookhotel
https://www.traveloka.com/how-to/pay
https://blog.traveloka.com/tiket-pesawat-dan-hotel-traveloka-bisa-di-indomaret/
https://blog.traveloka.com/pakai-traveloka-app-e-tiket-tidak-perlu-print-inilah-caranya/
Banyak sekali ya teman – teman pertanyaan diatas? Yuk kita bahas satu persatu dari aplikasi travel pertama kali yang diluncurkan di Indonesia ini. Check it out!☺
A. Sejarah Munculnya Aplikasi Traveloka
Teknologi yang semakin maju memudahkan manusia, termasuk dalam hal mencari tiket pesawat. Saat ini kita tidak perlu lagi ke bandara atau pergi ke travel untuk memesan tiket pesawat. Cukup dengan internet dan perangkat komputer bahkan smartphone, kita dapat menemukan tiket pesawat yang diinginkan.
Berkembangnya transaksi online ini Indonesia menajdi kesempatan bagi Ferry Unardi pendiri Traveloka.com di tahun 2012. Kehadiran Traveloka menjawab kebutuhan masyarakat atas proses pemesanan tiket yang mudah dan praktis.
Berdirinya Traveloka berawal dari pengalaman pribadi pria kelahiran Padang, 16 Januari 1968 ini. Merasa kesulitan dalam mencari tiket pesawat tujuan Padang dari Indianapolis, Amerika Serikat. Kemudian menjadi peluang usaha untuk menyediakan jasa Online Travel Agent. Ferry ingin membuka usaha yang dapat memberikan kemudahan perjalanan yang sesuai kebutuhan konsumen. Dibantu dengan dua rekannya saat bekerja di Microsoft, Derianto Kusuma dan Albert, maka lahirlah Traveloka.com.
Pria lulusan Purdue University ini membutuhkan waktu sekitar 6 bulan dalam membangun agen perjalanannya. Awalnya, travel online ini bergerak dengan skala bisnis kecil sebagai mesin pencari tiket pesawat dan dan reservasi hotel. Saat internet di Indonesia sedang berkembang, rintisan usahanya mulai dilirik banyak orang. Dalam kurun waktu beberapa bulan, pelanggannya semakin bertambah dan bisnisnya semakin berkembang.
Meskipun begitu dalam merintis usahanya, dia juga menemukan kendala dalam memperoleh kepercayaan. Semua dilaluinya dengan memberikan pelayanan terbaik dan sifat optimisnya. Kendala yang masih dirasakannya saat ini adalah banyak maskapai yang belum bisa menyediakan tiket dalam jumlah besar, tetapi menurutnya semua dapat diatasi siring perkembangan teknologi komunikasi dan informasi di Indonesia.
Saat ini Traveloka didukung oleh 144 tenaga professional ahli dengan latar pendidikan dari dalam dan luar negeri. Dengan begitu mereka semakin mampu menciptakan berbagai inovasi mengembangkan pelayanan sehingga semakin baik. Agar masyarakat semakin mengenal Traveloka, Ferry sedang gencar melancarkan promosi dan marketing, menggunakan jejaring sosial seperti Website dan Twitter dan media televisi.
Situs ini sudah diakses oleh lebih dari 150.000 kunjungan dan berhasil menjual puluhan ribu tiket setiap harinya. Traveloka berhasil unggul dan menjadi situs booking pesawat nomor satu di Indonesia dengan berbagai tawaran yang menarik. Diantaranya adalah memberikan pilihan harga tanpa membebankan biaya transasksi kepada konsumen, pelayanan 24 jam melalui email, telepon dan media sosial dan metode pembayaran yang beragam sehingga memudahkan customer. Fokus dari Traveloka saat ini adalah mempertahankan dan membesarkan bisnis agen perjalanan dengan membuat desain web semenarik mungkin sehingga lebih mudah dipahami oleh konsumen.
Bahkan selain penjelasan diatas, terdapat artikel mengenai penderi si aplikasi Traveloka ini, mau tau lebih lanjut? Yukyukyuk cek dibawah ini.
“Berhenti kuliah dari Harvard, inilah kisah Ferry Unardi membawa Traveloka memimpin industri travel online di Indonesia”
Nama Ferry Unardi mungkin tidak begitu familiar, tapi Anda mungkin pernah mendengar startup website booking pesawat yang didirikannya: Traveloka. Kini, Traveloka tidak hanya berhasil menjadi website booking pesawat terbaik, tapi juga menjadi salah satu startup ternama di Indonesia. Pada acara Startup Asia Jakarta 2014, CEO Traveloka Ferry Unardi berbicara tentang berbagai kisah perjalanan entrepreneurship-nya.
Jika kebanyakan founder startup mempunyai latar belakang entrepreneurship yang mendorong mereka mendirikan startup, cerita Traveloka sedikit berbeda. Ferry mengatakan, “Saya tidak melihat diri saya sebagai seorang entrepreneur, tetapi lebih sebagai seorang engineer. Sebagai seorang yang menyukai IT ketika remaja, mengambil jurusan matematika ketika kuliah, dan sempat bekerja di Microsoft; ide mendirikan startup tidak pernah ada dalam benaknya. Hingga akhirnya tiga tahun setelah ia bekerja di Microsoft, kemungkinan tentang “tidak akan menjadi engineer terbaik” mengganggu pikirannya. Sejak saat itu, Ferry memutuskan untuk mencari kesempatan lain. Ia pergi ke China hanya untuk melihat apa yang ditawarkan oleh pasar ini. Ia menemukan bahwa industri travel terlihat menarik, tapi ide tersebut baru direalisasikan beberapa waktu kemudian.
Segala sesuatunya berawal dari ungkapan ini “jika tidak ada layanan yang menawarkan apa yang Anda butuhkan, maka buatlah sendiri”. Sebagai seorang mahasiswa di Boston yang menjadi karyawan di Seattle dan sering pulang ke kampung halamannya di Padang, Ferry merasa semakin jengkel terhadap betapa sulitnya mem-booking pesawat untuk pulang karena ia selalu mengalami kesulitan memperkirakan rutenya. Saat itulah Ferry yang saat itu berumur 23 tahun memutuskan untuk melangkah keluar dari zona nyaman dan memasuki “masa yang paling stres” dalam hidupnya.
· Berhenti kuliah, memulai startup
Bagaimanapun, jika kebanyakan founder memulai dengan berlari, Ferry harus mundur selangkah terlebih dahulu. Ia tidak punya pengalaman bisnis sama sekali dan tidak tahu bagaimana menjalankan sebuah perusahaan. Jadi ia mengambil langkah logis berikutnya dan berkuliah untuk mendapat gelar MBA di Harvard University. Rencananya adalah untuk menyelesaikan MBA di Harvard sehingga ia akan mendapatkan pengalaman yang diperlukan untuk dapat mengelola perusahaan dengan baik. Namun, setelah hanya satu semester, rencananya harus diubah lagi.
“Saya ingat ketika semua orang mempertanyakan keputusan saya untuk berhenti, tapi itulah yang harus dilakukan. Berhenti kuliah adalah keputusan yang sangat sulit, baik untuk saya dan pasangan saya karena ia bekerja untuk LinkedIn pada saat itu dan memiliki saham yang belum sepenuhnya diperoleh, tapi saya ingat pernah mengatakan “kita [berusia] 23, kita masih cukup muda untuk melakukan kesalahan” dan bahwa tidak ada waktu yang lebih baik.” kata Ferry. Saat itu industri e-ticketing baru mulai mendapatkan traksi di Indonesia dan perusahaan seperti Tiket baru saja menerima dana. Ferry mengatakan kepada hadirin di Startup Asia bahwa ia percaya jika mereka tidak masuk ke pasar pada waktu yang tepat, mereka akan ketinggalan kereta.
Itulah saat Traveloka lahir. Belum seperti apa yang kita kenal saat ini, melainkan masih pada bentuk paling awal. Pada awal berdirinya, Traveloka hanyalah sebuah platform flight searchdan aggregator penerbangan. Ada penjelasan yang sangat sederhana terkait hal itu: yakni, karena Ferry dan rekan-rekannya adalah engineer dan itulah yang mereka sukai. Namun, pasar ingin lebih. “Dengan cepat kami belajar bahwa masalah yang terjadi bukan hanya saat menemukan penerbangan tapi juga saat melakukan transaksi” jelasnya. Pelanggan tidak puas menggunakan layanan yang berbeda untuk menyelesaikan proses pembelian mereka, dan itulah saat ketika Traveloka memutuskan untuk menyelesaikan banyak masalah yang dihadapi sebagian besar perusahaan, tidak hanya di industri teknologi tetapi secara umum
.
· Maskapai penerbangan mulai bekerjasama
Ferry bercerita bahwa perubahan terbesar yang harus mereka lakukan dalam hal gaya perusahaan adalah pengelolaan tim mereka. Mereka harus bertransformasi dari hanya sekitar delapan orang hingga menjadi tim sebenarnya dengan divisi seperti customer service, karena mereka sekarang berhadapan dengan uang milik orang lain, sehingga memiliki tanggung jawab yang lebih tinggi dari apa yang mereka pikirkan sebelumnya. Traveloka belajar bahwa tidak mungkin menjadi perusahaan yang hidup semata-mata di internet. Sebaliknya apa yang harus lakukan startup adalah menjadi perusahaan fisik dengan kehadiran online. Untuk seseorang dengan latar belakang manajemen yang terbatas, itu adalah tantangan bagi Ferry untuk mengelola timnya dengan cara yang efektif.
Ketika ditanya dari mana ia mendapat inspirasi dan apa yang membantunya mengelola timnya dengan baik, Ferry menyebut buku karya Ben Horowitz, veteran startup dan legenda VC, The Hard Thing about Hard Things sebagai sumber inspirasinya. “Buku ini mengajarkan saya bahwa orang hanya memperhatikan pertumbuhan dan pengguna, tetapi Anda harus fokus dengan apa yang ada di balik hal tersebut – seperti membangun tim yang tepat. Orang-orang tidak berbicara tentang hal ini karena tidak secara langsung berhubungan dengan internet. Tetapi pada akhirnya kami adalah perusahaan dan kami harus terlebih dahulu dan terutama membangun sebuah perusahaan.” katanya.
Namun, masalah mereka tidak hanya itu. Sebagai startup kecil, perusahaan besar terutama maskapai penerbangan tidak benar-benar bersedia untuk bekerjasama dengan Traveloka, bahkan nyaris tidak memperhatikan mereka. Untuk mengatasi hal ini, Ferry kembali ke poin awal tentang membangun sebuah perusahaan dengan fokus fisik dan online, bukan sebaliknya. Traveloka memiliki satu strategi untuk mengatasi masalah ini yang merupakan strategi yang sama yang mereka gunakan untuk menjadi kuat di pasar: “Jika Anda membangun pelayanan yang baik, orang-orang akan datang.” Ferry percaya bahwa Anda harusnya tidak membangun layanan dimana orang hanya menentukan salah satu fitur yang mereka suka – melainkan pengguna harus menyukai keseluruhan layanan tersebut. Inilah yang Traveloka lakukan; mereka membangun sebuah layanan yang ingin digunakan orang. Ini memungkinkan tim untuk mendapat basis pengguna yang besar dan akhirnya mendapatkan perhatian dari perusahaan penerbangan.
“Maskapai penerbangan selalu memiliki lebih banyak persediaan daripada permintaan sehingga layanan seperti yang kami punya bisa membantu mereka mengisi kursi yang kosong. Bahkan jika mereka tidak ingin bekerja dengan kami, mereka [sebenarnya telah] bekerja [dengan kami].”
Kini, Traveloka telah berkembang dari tim kecil menjadi sebuah perusahaan. Website yang memiliki peringkat Alexa 150 di Indonesia ini memiliki puluhan juta pageview per bulan. Sejak diluncurkan, Traveloka telah mengumumkan dua putaran pendanaan; salah satunya dari East Ventures (keterangan: East Ventures juga berinvestasi di Tech in Asia. Baca halaman etika kami untuk informasi lebih lanjut) pada bulan November 2012 dan satunya lagi dari Global Founders Capital pada Desember 2013.
B. Alasan Menggunakan Aplikasi Traveloka
Sekarang ini jauhnya jarak antar kota sudah tidak menjadi masalah lagi. Jika dengan menggunakan kapal laut Surabaya-Makassar harus ditempuh dalam waktu lebih dari 24 jam, perjalanan lebih singkat dapat dilakukan dengan menggunakan pesawat.
Anda tentunya bisa menghemat lebih banyak tenaga karena waktu perjalanan yang lebih singkat. Hal ini juga berlaku untuk berbagai kota lain. Perjalanan dengan menggunakan pesawat menjadi solusi bagi Anda yang tidak ingin menghabiskan waktu terlalu lama dalam perjalanan.
Banyak agen perjalanan yang menyediakan layanan pembelian tiket pesawat dengan berbagai rute secara online. Salah satu agen perjalanan yang saat ini sedang populer adalah Traveloka.com. Perusahaan yang tergolong masih baru ini berhasil menjual puluhan ribu tiket setiap harinya. Jumlah yang luar biasa untuk perusahaan yang baru berdiri pada tahun 2012.
Traveloka pada awalnya digagas oleh tiga orang saja yaitu Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert. Ketiganya merupakan warga negara Indonesia lulusan universitas terkemuka di Amerika Serikat dan memiliki pengalaman kerja di Microsoft. Saat ini, Traveloka memiliki lebih dari 144 orang profesional.
Pada tanggal 15 Juli 2014, Traveloka untuk pertama kalinya membuka layanan booking hotel online. Hal ini membuat Anda bisa dengan mudah melakukan pemesanan hotel untuk perjalanan bisnis maupun liburan Anda ke luar kota. Perkembangan dan pertumbuhan Traveloka yang sangat cepat ini tentu saja dikarenakan beberapa hal pendukung, di antaranya:
a. Educational background
Orang-orang di balik Traveloka merupakan lulusan dari universitas ternama di Indonesia maupun luar negeri. Sebut saja Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Curtin University, Purdue University, University of Potsdam, Stanford University sampai dengan Harvard University. Dengan latar pendidikan tersebut tentunya mereka mampu menciptakan berbagai inovasi untuk terus mengembangkan pelayanan Traveloka menjadi semakin baik.
b. Timing
Traveloka muncul saat internet di Indonesia sedang berkembang. Hal ini membuat perusahaan yang berbasis online ini mendapat keuntungan tersendiri. Dengan berkembangnya transaksi online, masyarakat mengharapkan segalanya bisa dilakukan dengan lebih mudah dan praktis. Jika dahulu untuk membeli tiket pesawat harus datang ke kantor agen penjualan tiket secara langsung, saat ini Anda bisa melakukan semua prosesnya dari rumah, mulai dari pemesanan sampai pembayaran.
c. Hemat kertas
Bagi Anda yang sangat memperhatikan konsumsi kertas sehari-hari, tidak print e-tiket akan sangat menghemat kertas. Menurut data IATA (International Air Transport Association), setidaknya setiap tahun orang di seluruh dunia menghabiskan 50.000 batang pohon untuk keperluan cetak e-tiket.
d. E-tiket tidak akan hilang
Semua orang pernah lupa namun hati-hati untuk urusan tiket, jangan sampai batal terbang karena tiket ketinggalan. Solusinya, pakai Traveloka App saja karena e-tiket tersimpan di dalamnya, selamanya dan tidak akan hilang.
e. Mudah
Anda bisa melakukan pembelian tiket pesawat dan booking hotel dengan mudah saat ini melalui Traveloka.com. Prosesnya yang mudah dan cepat tentunya akan membuat Anda bisa menghemat lebih banyak waktu dan tenaga. Anda bisa melakukan segala prosesnya dari kantor saat sedang istirahat makan siang atau bahkan di rumah saat sedang bersantai bersama keluarga.
f. Metode pembayaran yang beragam
Traveloka menyediakan metode pembayaran yang beragam untuk memudahkan konsumen. Anda bisa memilih melakukan pembayaran melalui ATM, Mandiri Clickpay, Kartu Kredit, BCA Klikpay, CIMB Click dan juga Mandiri eCash, dan lain-lain. Anda bisa memilih metode pembayaran termudah menurut Anda.
g. Harga termurah
Traveloka menawarkan harga termurah dibandingkan dengan agen penjualan tiket online pesaingnya. Anda bisa membandingkan harga maskapai favorit Anda dengan membuka website Traveloka.com. Harga termurah ini salah satunya dikarenakan Traveloka tidak membebankan biaya transaksi pada konsumen. Anda hanya diharuskan membayar harga tiket pesawat yang Anda pesan.
h. Inventori hotel
Traveloka memiliki ribuan hotel di Indonesia yang dapat dipesan. Inventori Traveloka berpusat di kota-kota besar seperti di Bali, Bandung, Balikpapan, Lombok, dan lainnya.
i. Siap 24/7
Dengan berkembangnya traffic pemesanan tiket yang dilakukan oleh konsumen, Traveloka selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Anda bisa menghubungi Customer Service yang siap siaga selama 24 jam penuh dan membantu Anda jika mengalami kesulitan dalam proses transaksi atau pengaduan lainnya.
C. Cara Penggunaan Aplikasi Traveloka
Untuk dapat menggunakan aplikasi ini, kita harus mengunduh aplikasi ini di Googlestore atau Playstore pada Android atau IOS dari gadget kita sendiri. Setelah itu kita masuk ke aplikasi tersebut melalui akun kita. Jika belum mempunyai akun maka daftarkan terlebih dahulu menggunakan email beserta passwordnya. Setelah itu, kita bisa menggunakan aplikasi ini. Didalam aplikasi ini terdapat 3 item yang ditampilkan, terdiri atas:
Jika belum paham menggunakan aplikasi ini, didalam aplikasi traveloka telah menyediakan item yang dapat memberikan petunjuk dalam penggunaannya. Berikut adalah beberapa cara pesan yang disajikan dalam Traveloka.
A. Cara Pesan Tiket Pesawat
1. Cara penerbangan
Mulai pencarian Anda dengan memasukkan detail penerbangan.
2. Pilih dan pesan penerbangan
Detail penerbangan (nama maskapai, jadwal, harga tiket, dll.) dapat Anda lihat di halaman hasil pencarian.
3. Isi data kontak dan penumpang
Setelah memilih penerbangan Anda, isi data pemesan yang dapat dihubungi dan data penumpang yang berangkat. Anda pun dapat menambahkan asuransi perjalanan langsung ke pesanan Anda.
4. Lakukan pembayaran
Beragam metode pembayaran tersedia. Pilihlah yang sesuai kebutuhan Anda.
5. E-tiket dikirimkan
Setelah pembayaran sukses diterima, e-tiket resmi Traveloka akan kami kirimkan ke alamat email Anda dalam maks. 60 menit.
B. Cara Pesan Hotel
1. Cari hotel
Mulai pencarian hotel Anda dengan memasukkan destinasi, tempat wisata, atau nama hotel, dan waktu menginap.
2. Pilih hotel
Di halaman hasil pencarian, pilih kamar hotel yang Anda kehendaki. Klik tombol Lihat Kamar untuk mengetahui detail kamar yang Anda pilih.
3. Pesan hotel
Di halaman detail hotel, pilih jenis dan jumlah kamar yang ingin Anda pesan.
4. Isi data pemesan dan tamu hotel
Isi data pemesan yang dapat dihubungi dan data tamu yang akan menginap. Anda pun dapat menambahkan asuransi perjalanan ke pesanan hotel Anda.
5. Lakukan pembayaran
Pilih metode pembayaran yang sesuai kebutuhan Anda. Lakukan pembayaran sebelum batas waktu habis.
6. Voucher hotel dikirimkan
Setelah pembayaran sukses diterima, voucher hotel resmi Traveloka akan kami kirimkan ke alamat email Anda dalam maks. 60 menit.
C. Cara Pembayaran
Ada beberapa macam pembayaran diantaranya melalui, Transer&ATM, Kartu Kredit, Direct Debit, dan bahkan dapat melalui Indomaret. Ketentuan untuk pembayaran melalui Transfer diantaranya: Lakukan pembayaran aman dan nyaman via Transfer BCA, BNI, BRI, atau Mandiri. Metode Transfer tersedia untuk Anda mulai pukul 02:00 sampai 20:00 WIB. Sedangkan melalui Indomaret adapun caranya sebagai berikut:
a. Setelah melakukan pemesanan, pilih metode pembayaran ‘Indomaret‘ di halaman pembayaran
b. Catat kode pembayaran Anda (perlu diingat, kode pembayaran berbeda dengan booking ID)
c. Pergilah ke gerai Indomaret terdekat
d. Tunjukkan kode pembayaran Anda kepada kasir Indomaret
e. Pihak Indomaret akan mengenakan biaya tambahan Rp 5.000/transaksi di luar total transaksi
f. Lakukan pembayaran, dan Anda akan menerima bukti terima pembayaran dari Indomaret
g. Setelah pemesanan sukses diproses, konfirmasi dan e-tiket/voucher hotel akan dikirim ke email Anda
Syarat dan ketentuan pembayaran:
1. Jumlah transaksi maksimal untuk metode pembayaran ini adalahRp5.000.000.
2. Pembayaran melalui Indomaret hanya berlaku untuk pemesanan tiket pesawat atau kamar hotel paling lambat tiga hari sebelum check-in.
3. Metode pembayaran ini hanya berlaku sampai pukul 23:00 di cabang gerai Indomaret pilihan Anda. Jika cabang Indomaret pilihan Anda menerapkan jam operasional yang berbeda, hal tersebut sepenuhnya berada di luar kuasa dan tanggung jawab Traveloka.
4. Ada biaya Rp 5.000/transaksi (tidak termasuk di total transaksi) untuk pembayaran melalui gerai Indomaret. Ini merupakan ketentuan sepenuhnya dari Indomaret dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
5. Pemesanan akan dibatalkan jika pembayaran tidak diterima sebelum batas waktu yang ditentukan.
D. Review dan Pertanyaan
Praktisnya pesan tiket pesawat pakai aplikasi Traveloka, Anda tidak perlu repot mencetak e-tiket untuk check-in di bandara.
“Lho!? Bukannya tiket pesawat harus ditunjukkan sewaktu check-in?”
Tentu, Anda cukup menunjukkan e-tiket Traveloka yang ada di Traveloka App dan mobile web setelah melakukan pemesanan lewat Traveloka. Jadi, Andatidak perlu mencetak e-tiket lagi. Traveloka juga akan mengirim e-tiket ke email pribadi Anda.
“Kenapa sebaiknya install Traveloka App? Bukannya menunjukkan e-tiket dari email juga bisa?”
Ada keuntungan lain jika menginstal Traveloka App di Android/ iPhone/ iPad :
1. E-tiket bisa dilihat tanpa koneksi internet
Selain tidak akan hilang, e-tiket yang tersimpan di Traveloka App bisa dilihat walaupun smartphone Anda tidak terkoneksi dengan internet.
2. Terdapat notifikasi saat e-tiket terbit
Tanpa perlu cek email, Anda akan mendapat notifikasi langsung jika e-tiket telah tersimpan di Traveloka App.
3. E-tiket tidak mungkin hilang
E-tiket Traveloka tersimpan secara digital di Traveloka App dan mobile web sehingga Anda tidak perlu khawatir kehilangan tiket atau tertinggal di rumah.
“Saya bingung soal e-tiket ini… Gimana cara dapatnya? Apa bedanya dengan tiket biasa?”
Cara dapat e-tiket: Setelah Anda pesan tiket pesawat dari Traveloka maka e-tiket akan dikirim ke email Anda.Lebih gampang lagi kalau Anda telah menginstall Traveloka App di Android atau iPhone. Sebab e-tiket otomatis terkirim ke dalam Traveloka App dan bisa dilihat walaupun tidak ada koneksi internet.
Bedanya e-tiket dan tiket biasa: Dulu, di zaman tiket biasa, jika Anda tidak sengaja menghilangkan tiket maka Anda akan diminta biaya cetak ulang oleh maskapai untuk mengeluarkan tiket baru. Bahkan di beberapa kasus, maskapai meminta biaya tambahan seharga tarif penuh untuk melakukan proses cetak ulang tiket.Berbeda di zaman e-tiket sekarang, semua data penerbangan tersimpan secara digital di database maskapai dan bisa dilihat melalui email dan Traveloka App. Sehingga e-tiket tidak akan hilang karena ada di email pribadi dan Traveloka App di smartphone Anda
“ mau liburan? Ya traveloka dulu……….”
Referensi:
http://www.jawaban.com/read/article/id/2014/09/10/82/140910120444/Kesuksesan-Traveloka.com-Berawal-Dari-Pengalaman-Pribadi
https://id.techinasia.com/cerita-inspirasi-startup-ferry-unardi-traveloka
http://life.viva.co.id/news/read/533425-7-hal-yang-membuat-traveloka-menjadi-top-travel-company
https://blog.traveloka.com/keuntungan-menggunakan-traveloka-app-infografik/
https://www.traveloka.com/how-to/bookflight
https://www.traveloka.com/how-to/bookhotel
https://www.traveloka.com/how-to/pay
https://blog.traveloka.com/tiket-pesawat-dan-hotel-traveloka-bisa-di-indomaret/
https://blog.traveloka.com/pakai-traveloka-app-e-tiket-tidak-perlu-print-inilah-caranya/
Minggu, 02 Oktober 2016
TUGAS 1 ( SISTEM MANAJEMEN INFORMASI )
1. Apa yang dimaksud dengan data & informasi ?
Jwb.
Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.
Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa disebut sebagai hasil pengolahan ataupun pemrosesan data.
Referensi : http://googleweblight.com/?lite_url=http://kuliah.dinus.ac.id/edi-nur/sb1-7.html&ei=9TQKWqB9&lc=id-ID&s=1&m=331&host=www.google.co.id&ts=1475408708&sig=AF9Nednm0HFQUIuqbqfocU8xBnxg6a1veQ
2. Sebutkan daya utama yang dikelola oleh manajer !
Jwb.
1. Manusia
Sumber Daya Manusia ( Karyawan )
2. Material
Sumber Daya Alam ( Bahan Baku )
3. Mesin termasuk Fasilitas dan Energi
Tekhnologi adalag satu alat bagi Manager untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan usahanya
4. Keuangan
Modal
5. Informasi termasuk Data
Informasi ( termasuk data ) adalah salah satu jenis utama sumber daya yang tersedia
Referensi : http://anggasudrajat.blogspot.co.id/2012/10/5-bentuk-sumber-yang-dikelola-oleh.html?m=1
3. Apa yang dimaksud dengan manajemen informasi ?
Jwb.
manajemen informasi adalah pengelolaan data dimana didalamnya mencakup proses mencari, menyusun, mengklasifikasikan, serta menyajikan berbagai data yang terkait dengan kegiatan yang dilakukan perusahaan sehingga dapat dijadikan landasan dalam pengambilan keputusan oleh manajemen.
Referensi: http://googleweblight.com/?lite_url=http://kayudha.blogspot.com/2012/10/pengertian-manajemen-informasi.html?m%3D1&ei=eF-uC4RF&lc=id-ID&s=1&m=331&host=www.google.co.id&ts=1475410492&sig=AF9Nedk1TwXUTZrO8-8IxFevlZ8OlKGkmw
4. Berikan contoh Kompleksitas bisnis yang dilihat dari perkembangan teknologi yang semakin meningkat
Jwb.
Setiap hari kita melihat berbagai contoh teknologi dalam bisnis, misalnya barcode scanner di pasar swalayan, sistem pemesanan penerbangan yang berbasis komputer,automated teller machine, dan closed circuit television (CCTV) di gedung-gedung. Juga terdapat banyak teknologi di belakang layar, yang tidak kita lihat, misalnya robot-robot pabrik dan peralatan otomatis penanganan dan penyimpanan barang dagangan. Perusahaan-perusahaan melakukan investasi pada teknologi ini supaya mereka dapat melaksanakan operasi yang diperlukan. Bayangkan apa yang terjadi jika Federal Express, perusahaan mail order L.L. Bean, atau AT&T tidak dapat lagi menggunakan komputer mereka.
Referensi : http://id-ze3p3e.blogspot.co.id/2012/03/perhatian-pada-manajemen-informasi.html?m=1
Setiap hari kita melihat berbagai contoh teknologi dalam bisnis, misalnya barcode scanner di pasar swalayan, sistem pemesanan penerbangan yang berbasis komputer,automated teller machine, dan closed circuit television (CCTV) di gedung-gedung. Juga terdapat banyak teknologi di belakang layar, yang tidak kita lihat, misalnya robot-robot pabrik dan peralatan otomatis penanganan dan penyimpanan barang dagangan. Perusahaan-perusahaan melakukan investasi pada teknologi ini supaya mereka dapat melaksanakan operasi yang diperlukan. Bayangkan apa yang terjadi jika Federal Express, perusahaan mail order L.L. Bean, atau AT&T tidak dapat lagi menggunakan komputer mereka.
Referensi : http://id-ze3p3e.blogspot.co.id/2012/03/perhatian-pada-manajemen-informasi.html?m=1
Langganan:
Postingan (Atom)
Ku Jaga Takdirku
Tak Pernah Aku Meminta Bertemu Engkau Dan Bersama Sama Dalam Kehidupan Namun Tuhan Mengirim Engkau Untuk Bersama Denganku Selamanya ...
-
Pengertian Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan (PPh) adalah Pajak Negara yang dikenakan terhadap setiap tambahan kemampuan ekonomis yang di...
-
Nama : Ayu Yusinta Kelas : 2DA02 1. Apa definisi dari kewirausahaan ? Jawab : Seseorang yang melakukan suatu usaha dan usaha terseb...
-
ANALISIS PERBANDINGAN 1. Pengertian Analisis Perbandingan Analisis ini merupakan bagian dari analisis horisontal, yait...