Rabu, 13 April 2016

Ekuitas pemegang saham modal perseroan

EKUITAS PEMEGANG SAHAM MODAL PERSEROAN

a.      Perseroan Terbatas

Perseroan Terbatas adalah badan usaha yang berbentuk badan hukum yang modalnya terbagi atas saham-saham dimana setiap pemegang saham atau pemilik (Persero) hanya bertanggung jawab kepada perusahaan secara terbatas sebanyak nilai saham yang dikuasainya.

Perseroan dapat dibagi menjadi dua yaitu Persero yang sahamnya diperdagangkan secara luas kepada publik atau dinamakan dengan Perseroan. Sedangkan, Perseroan yang sahamnya tidak diperdagangkan kepada publik melainkan hanya kepada sekelompok kecil investor,dinamakan Perseroan tertutup.


b.      Sumber Modal Perseroan Terbatas

Berikut ini merupakan dua sumber modal perseroan :

1.      Modal disetor (paid-in capital)

Modal disetor adalah keseluruhan jumlah kas dan aktiva lainnya yang disetorkan oleh pemegang saham ke dalam perseroan untuk dipertukarkan dengan saham. Jadi, pemegang saham dapat menyetor dalam bentuk uang tunai maupun dalam bentuk harta non kas ke dalam perusahaan dan saham yang diterbitkan oleh perusahaan dapat berupa saham biasa (common stock) dan saham preferen(Preffered stock).

2.      Laba ditahan

Laba ditahan adalah laba perusahaan perseroan yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham. Laba tidak dibagi ini adalah akumulasi dari laba perseroan dari tahun-tahun yang lalu dan tidak dibagikan kepada para pemilik. Laba ditahan dimaksudkan sebagai modal tambahan perseroan terbatas, agar dapat berkembang dengan baik. Besarnya nilai laba ditahan yang akan ditinggalkan dari laba perseroan akan ditentukan dalam rapat umum pemegang saham.Dan juga laba ditahan ini juga dapat sebagai penutup kerugian di masa yang akan datang jika terjadi suatu kerugian pada perseroan tersebut.

Contoh Soal:

1. Contoh penempatan/penjualan saham biasa milik sendiri sebesar sama dengan nilai nominal

Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan harga per lembar atau Nilai nominal sebesar Rp10.000. Pada tanggal 25 Juni 2011 dijual tunai 20.000 lembar saham biasa kepada Bp. Falian dengan harga seluruhnya Rp200.000.000

Jurnal :

25 Juni 2011                Cash                                                    Rp200.000.000

                                                Common Stock                       Rp200.000.000

Perhitungan: Nilai Nominal 20.000 lbr x Rp10.000= Rp200.000.000

2. Contoh penempatan/penjualan saham biasa milik sendiri sebesar dibawah nilai nominal

Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan harga per lembar atau nilai nominal sebesar Rp10.000. Pada tanggal 26 Juni 2011 dijual tunai 10.000 lembar saham biasa kepada Bp. Adit dengan harga seluruhnya Rp90.000.000

Jurnal :

26 Juni 2011                Cash                                                    Rp90.000.000

                                    Discount on common Stock                Rp10.000.000

                                                Common Stock                                   Rp100.000.000

Perhitungan :

Nilai Nominal sebenarnya 10.000 lb x Rp10.000 = Rp100.000.000

Harga jual....................................................... = Rp90.000.000

Rugi............................................................... = Rp10.000.000


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ku Jaga Takdirku

Tak Pernah Aku Meminta Bertemu Engkau Dan Bersama Sama Dalam Kehidupan Namun Tuhan Mengirim Engkau Untuk Bersama Denganku Selamanya ...