EKUITAS PEMEGANG SAHAM MODAL PERSEROAN
a. Perseroan Terbatas
Perseroan Terbatas adalah badan usaha yang berbentuk badan hukum yang modalnya terbagi atas saham-saham dimana setiap pemegang saham atau pemilik (Persero) hanya bertanggung jawab kepada perusahaan secara terbatas sebanyak nilai saham yang dikuasainya.
Perseroan dapat dibagi menjadi dua yaitu Persero yang sahamnya diperdagangkan secara luas kepada publik atau dinamakan dengan Perseroan. Sedangkan, Perseroan yang sahamnya tidak diperdagangkan kepada publik melainkan hanya kepada sekelompok kecil investor,dinamakan Perseroan tertutup.
b. Sumber Modal Perseroan Terbatas
Berikut ini merupakan dua sumber modal perseroan :
1. Modal disetor (paid-in capital)
Modal disetor adalah keseluruhan jumlah kas dan aktiva lainnya yang disetorkan oleh pemegang saham ke dalam perseroan untuk dipertukarkan dengan saham. Jadi, pemegang saham dapat menyetor dalam bentuk uang tunai maupun dalam bentuk harta non kas ke dalam perusahaan dan saham yang diterbitkan oleh perusahaan dapat berupa saham biasa (common stock) dan saham preferen(Preffered stock).
2. Laba ditahan
Laba ditahan adalah laba perusahaan perseroan yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham. Laba tidak dibagi ini adalah akumulasi dari laba perseroan dari tahun-tahun yang lalu dan tidak dibagikan kepada para pemilik. Laba ditahan dimaksudkan sebagai modal tambahan perseroan terbatas, agar dapat berkembang dengan baik. Besarnya nilai laba ditahan yang akan ditinggalkan dari laba perseroan akan ditentukan dalam rapat umum pemegang saham.Dan juga laba ditahan ini juga dapat sebagai penutup kerugian di masa yang akan datang jika terjadi suatu kerugian pada perseroan tersebut.
Contoh Soal:
1. Contoh penempatan/penjualan saham biasa milik sendiri sebesar sama dengan nilai nominal
Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan harga per lembar atau Nilai nominal sebesar Rp10.000. Pada tanggal 25 Juni 2011 dijual tunai 20.000 lembar saham biasa kepada Bp. Falian dengan harga seluruhnya Rp200.000.000
Jurnal :
25 Juni 2011 Cash Rp200.000.000
Common Stock Rp200.000.000
Perhitungan: Nilai Nominal 20.000 lbr x Rp10.000= Rp200.000.000
2. Contoh penempatan/penjualan saham biasa milik sendiri sebesar dibawah nilai nominal
Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan harga per lembar atau nilai nominal sebesar Rp10.000. Pada tanggal 26 Juni 2011 dijual tunai 10.000 lembar saham biasa kepada Bp. Adit dengan harga seluruhnya Rp90.000.000
Jurnal :
26 Juni 2011 Cash Rp90.000.000
Discount on common Stock Rp10.000.000
Common Stock Rp100.000.000
Perhitungan :
Nilai Nominal sebenarnya 10.000 lb x Rp10.000 = Rp100.000.000
Harga jual....................................................... = Rp90.000.000
Rugi............................................................... = Rp10.000.000
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ku Jaga Takdirku
Tak Pernah Aku Meminta Bertemu Engkau Dan Bersama Sama Dalam Kehidupan Namun Tuhan Mengirim Engkau Untuk Bersama Denganku Selamanya ...
-
Pengertian Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan (PPh) adalah Pajak Negara yang dikenakan terhadap setiap tambahan kemampuan ekonomis yang di...
-
Investasi sementara merupakan investasi jangka pendek pada surat berharga Tujuan karna adanya kas menganggur Investasi jangka pendek dapa...
-
TULISAN 3 BEP BERSERTA CONTOH KASUS DAN SOLUSI Break Event Point (Analisis Titik Impas) Analisis BEP (Break Even Point) Adalah analisis ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar