NVESTASI DALAM OBLIGASI
Investasi dalam obligasi termasuk investasi jangka panjang. Investasi dalam obligasi ialah investasi yang berupa surat berhargabaik dalam bentuk saham ataupun dalam bentuk obligasi yang dikatakan memiliki nilai pasar.Didalam obligasi terdapat Disagio dan Agio.
Disagio obligasi (Discount On Bond) adalah apabila tingkat bunga yang berlaku dipasar lebih tinggi bila dibandingkan dengan tingkat bunga obligasi, maka harga jual dari obligasi berlaku yang bersangkutan cenderung lebih murah dibandingkan dengan nilai nominalnya, dalam hal ini investee akan mengalami kerugian penjualan obligasi.
Agio obligasi (Premium On Bond) adalah apabila tingkat bunga dipasar lebih rendah bila dibandingkan dengan tingkat bunga obligasi, maka harga jual obligasi yang bersangkutan cenderung lebih tinggi dari harga nominalnya, dalam hal ini investee akan mendapatkan yang bersangkutan dari penjualan obligasi atau keuntungan.
Jenis – Jenis Obligasi
1. Obligasi khusus adalah obligasi yang dikeluarkan dapat jatuh tempo pada waktu yang bersamaan (disebut obligasi berjangka) atau dapat pula jatuh tempo secara berangsur – angsur sepanjang waktu (disebut obligasi serial).
2. Obligasi hipotik yang dikeluarkan perseroan memberi hak kepada pemegang obligasi untuk mengambil aktiva tertentu jika perseroan yang mengeluarkan obligasi gagal untuk membayar bunga atau pokok pinjaman.
3. Obligasi dengan jaminan bukan berarti lebih menimbulkan daya tarik bagi investor dibandingkan dengan obligasi tanpa jaminan.
Cara menentukan harga pembelianobligasi, sebelum masuk ke perhitungan yang lebih rumit maka, diberi penjelasan dasar terlebih dahulu. Nilai obligasi dinyatakan dalam bentuk persentase dari nilai jatuh tempo. Sebagai contoh obligasi dengan nilai Rp. 1.000 dibeli atau dijual dengan kurs 100, berarti nilainya Rp. 1.000 yakni 100% dari niali nominal. Untuk obligasi yang sama, dinyatakan dengan kurs 101 ½, berarti mempunyai harga pasar Rp. 1.015 (101.5 persen dari nilai nominal, atau Rp. 1.000 x 1.015). obligasi Rp. 1.000 dinyatakan dengan kurs 88 3/8 berarti harganya Rp. 883.75 (Rp. 1.000 x 0.88375).
Contoh Soal:
Pada 1 Desember 2001, PT Nusa Raya, Depok membeli obligasi PT. Samudra sebanyak 500 lembar, nominal @ Rp. 1.000.000,00. Bunga obligasi 12% dibayar setiap tanggal 1 Mei dan 1 Nopember. Kurs beli 100, biaya komisi 1% dari nilai transaksi dan PPN 1% dari nilai komisi.
Perhitungan harga perolehan:
Keterangan : Nilai Uang (Rp.)
Transaksi Beli 500 x 1.000.000 x 100% 500.000.000
Komisi 1% x nilai trans. 5.000.000
PPN 10 % dari komisi 500.000
Total biaya transaksi beli 5.500.000
Total pembelian 505.500.000
Bunga berjalan (1/11-1/12) 1/12 x 500.000.000 x12% 5.000.000
Total Pembayaran 510.500.000
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ku Jaga Takdirku
Tak Pernah Aku Meminta Bertemu Engkau Dan Bersama Sama Dalam Kehidupan Namun Tuhan Mengirim Engkau Untuk Bersama Denganku Selamanya ...
-
Pengertian Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan (PPh) adalah Pajak Negara yang dikenakan terhadap setiap tambahan kemampuan ekonomis yang di...
-
Nama : Ayu Yusinta Kelas : 2DA02 Biografi Sukanto Tanoto yang terlahir dengan nama Tan Kang Hoo merupakan seorang pengusaha atau konglom...
-
AKUNTANSI DAN STANDAR AKUNTANSI Akuntansi adalah suatu kegiatan yang berkaitan dengan pengindenfikasi Proses akuntansi : transaksi keungan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar