Pengertian Pajak Penghasilan
Pajak Penghasilan (PPh) adalah Pajak Negara yang dikenakan terhadap setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan.
Pajak Penghasilan adalah pajak yang dihitung berdasarkan peraturan perpajakan dan ini dikenakan atas penghasilan kena pajak perusahaan. Pajak penghasilan merupakan beban yang timbul karena diberlakukannya peraturan perpajakan kepada dunia usaha pada negara tertentu dan beban pajak penghasilan ini memiliki jumlah yang material dalam laporan keuangan perusahaan Jumlah beban pajak (tax expense) atau penghasilan pajak (tax income) yang harus diakui dalam penghitungan laba atau rugi pada satu periode terdiri dua unsur utama yaitu (i) pajak kini (current tax), yaitu jumlah pajak pada satu periode dan (ii) pajak tangguhan (deffered tax).
Di Indonesia, penghitungan mengenai akuntansi pajak ppenghasilan diatur dalam PSAK No. 46 yang berlaku sejak tanggal 1 Januari 1999 untuk perusahaan yang menerbitkan surat-surat berharga yang diperdagangkan kepada publik dan bagi perusahaan lainnya dimulai pada atau setelah 1 Januari 2001, PSAK No.46 ini bertujuan mengatur perlakuan akuntansi pajak penghasilan melalui pengakuan, pengukurang/penilaian, penyajian pengungkapan pajak penghasilan dan pengaruhnya, yaitu Kewajiban Pajak Tangguhan (deffered Tax Liabilities/ DTL) dan atau aset pajak tangguhan (Deferrred Tax Asset/DTA) dalam laporan keuangan perusahaan. Pengakuan atas DTL atau DTA muncul akibat adanya perbedaan temporer antara UU Perpajakan dengan SAK (Standar Akuntansi Keuangan).
2.2 Perbedaan Permanen dan Perbedaan Temporer
Perusahaan harus menyajikan laporan keuangan kepada pemegang saham sesuai dengan SAK yang berlaku. Namun sebagai wajib pajak, perusahaan juga harus menyajikan laporan keuangan kepada pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jendral Pajak, sesuai dengan keputusan perpajakan dalam sebuah Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Badan (SPT Tahunan PPh Badan). Karena SAK dan ketentuan perpajakan banyak memiliki perbedaan, penentu laba akuntansi (pretax financial income) dan penghasilan kena pajak atau laba fiskal (taxable income) juga seringkali menghasilkan perbedaan. Perbedaan ini dibagi menjadi dua macam yaitu perbedaan permanen/ tetap (permanent differences) dan perbedaan temporer/ sementara (temporary differences).
Perbedaan Permanen
Perbedaan ini disebabkan oleh berbagai provisi dari Undang-Undang Perpajakan yang menentukan beberapa jenis pendapatan yang dibebaskan dari pajak penghasilan tidak kena pajak (non taxable income) dan beberapa jenis beban yang tidak boleh dikurangkan (non deductible expense). Kedua hal ini tidak menimbulkan masalah akuntansi karena tidak pernah diperhitungkan dalam menentukan laba kena pajak atau laba fiscal (taxable income), namun dimasukan dalam perhitungan laba akuntansi sesuai SAK atau laba komersial (pretax financial income). Oleh karena itu, perbedaan ini tidak mempengaruhi pajak kini atau pun pajak tangguhan.
Jenis Perbedaan Tetap yaitu:
Penghasilan yang telah dipotong PPh (pajak penghasilan) final,
Penghasilan yang bukan merupakan objek pajak,
Pengeluaran termasuk dalam beban yang tidak boleh dikurangkan (pasal 9 ayat 1 UU PPh), dan
Pengeluaran yang tidak termasuk dalam beban yang boleh dikurangkan/deductible expenses (pasal 6 ayat 1 UU PPh).
Contoh-contoh perbedaan tetap adalah pendapatan bunga deposito karena bersifat final, uang yang dihasilkan dari polis asuransi jiwa, bunga yang diterima dari obligasi pemerintah, beban entertaiment yang tidak disertai bukti-bukti yang sah, denda karena pelanggaran hukum, dan pembayaran prermium asuransi jiwa.
Perbedaan Temporer
Perbedaan Temporer adalah perbedaan antara laba akuntansi dan penghasilan kena pajak yang disebabkan oleh ketentuan perpajakan dan membeikan pengaruh di masa mendatang dalam jangka waktu tertentu sehingga pengaruh terhadap laba akuntansi dan penghasila kena pajak akhirnya menjadi sama. Perbedaan Temporer dibagi menjadi dua:
Perbedaan Temporer kena pajak (taxable temporary differences) adalah perbedaan yang menimbulkan suatu jumlah kena pajak dalam penghitungan laba fiskal periode mendatang pada saat nilai tercatat aset dipulihkan atau nilai tercatat kewajiban tersebut dilunasi. Jumlah pajak penghasilan yang diharapkan akan dibayar pada penghasilan kena pajak tambahan di masa mendatang akan dicatat pada neraca sebagai Kewajiban Pajak Tangguhan (Deffered Tax Liabilities/DTL).
Contoh-contoh kewajiban pajak tangguhan :
Metode penjualan pencicilan (Installment sales method), untuk tujuan perpajakan menggunakan dasar kas, sedangkan untuk pelaporan keuangan (financial reporting) menggunakan dasar akrual untuk pengakuan pendapatan penjualannya.
Keuntungan yang belum direalisasi untuk trading securities, keuntungan tersebut akan diakui untuk tujuan pelaporan keuangan, sedangkan untuk tujuan perpajakan keuntungan akan diakui pada saat sekuritas tersebut dijual.
Perbedaan metode penyusunan aset tetap untuk tujuan pelaporan keuangan dan perpajakan.
Perbedaan yang boleh dikurangkan (deductible Temporary diffrences) adalh perbedaan temporer yang menimbulkan suatu jumlah yang boleh dikurangkan dalam penghitungan laba fiskal periode mendatang pada saat nilai tercatat aset dipulihkan atau nilai tercatat kewajiban tersebut dilunasi. Jumlah pengangguran pajak penghasilan yang diharapkan ini akan dicatat pada neraca sebagai Aset Pajak Tangguhan (Deffered Tax Asset/ DTA).
Contoh-contoh aset pajak tangguhan:
Pendapatan diterima dimuka (unearned revenue), pendapatan akan diakui pada saat periode perolehannya untuk tujuan perpajakan, tapi akan ditangguhkan pengakuan pendapatannya pada periode mendatang untuk tujuan pelaporan keuangan.
Beban garansi (Warranty expense) atau beban piutang tak tertagih (bad debt expense) akan dikurangkan untuk tujuan perpajakan ketika telah benar-benar terjadi, namun akan menjadi akrual pada tahun penjualan untuk tujuan pelaporan keuangan.
Kerugian yang belum direalisasi untuk trading securities, kerugian tersebut akan diakui utnuk tujuan pelaporan keuangan, sedangkan untuk tujuan perpajakan akan diakui pada saat sekuritas tersebut dijual.
2.3 Alokasi Pajak Penghasilan
Prinsip-Prinsip Alokasi Pajak
Pada dasarnya Alokasi Pajak Penghasilan bagi perusahaan sebagai wajib pajak bias mencakup 2 hal, yaitu:
Interperiod Tax Allocation
Interperiod tax allocation nampaknya lebih berkepentingan dengan alokasi selisih pajak teoritis dan utang pajak (SKP) sehubungan dengan perbedaan waktu (timing difference). Interperiod tax allocation merupakan proses alokasi pajak penghasilan antar periode tahun buku yang satu dengan periode-periode tahun buku berikut atau sesudahnya. Alokasi pajak penghasilan antar periode tahun buku ini diperlukan karena adanya perbedaan terhadap jumlah laba kena pajak dan laba akuntansi.
Intraperiod Tax Allocation
Intraperiod tax allocation (alokasi beban pajak pada tahun yang sama) nampaknya merupakan salah satu pendekatan pengungkapan (disclosure) dan pelaporan suatu segmen penghasilan setelah dikurangi pajak penghasilannya sehingga nampak berapa penghasilan setelah pajaknya. Intraperiod Tax Allocation merupakan proses alokasi pajak penghasilan dalam suatu periode akuntansi karena adanya perbedaan tarif pajak yang dikenakan terhadap tiap-tiap komponen laba atau pendapatan (Misalnya, tarif pajak untuk laba sebelum pos luar biasa berbeda dengan tarif pajak untuk laba atau rugi luar biasa).
Karena Undang-Undang Perpajakan di Indonesia tidak mengenal diskriminasi tarif yang diberlakukan terhadap tiap-tiap komponen laba atau pendapatan, maka masalah Intraperiod Tax Allocation praktis tidak pernah dijumpai, sehingga pembahasan lebih dititik beratkan pada masalah Interperiod Tax Allocation.
Metode Alokasi Pajak
Pajak Penghasilan diperlakukan sebagai biaya bagi perusahaan. Oleh karena itu Pajak Penghasilan harus diasosiasikan dengan laba dimana pajak penghasilan tersebut dikenakan atau diperhitungkan. Proses untuk mengasosiasikan Pajak Penghasilan dengan laba dimana pajak itu dikenakan disebut Alokasi Pajak. Pada dasarnya terdapat 3 alternatif metode alokasi pajak yang bisa dipakai, yaitu :
Deferred Method
Menurut metode ini, selisih jumlah Pajak Penghasilan Terhutang (berdasar SPT) dengan Biaya Pajak Penghasilan (berdasar laba akuntansi) dalam suatu periode harus dicatat dan disajikan dalam Laporan Keuangan sebagai Pajak yang Ditangguhkan. Jumlah Pajak yang Ditangguhkan ditentukan berdasar tarif pajak yang berlaku pada saat terjadinya transaksi atau item yang menyebabkan terjadinya perbedaan atau selisih antara laba kena pajak dan laba akuntansinya. Deffered Method berorientasi pada Laporan Rugi – Laba dan menitik beratkan pada tercapainya proper matching antara pendapatan dan biaya dalam periode di mana selisih perhitungan pajak terjadi.
Liability Method
Menurut metode ini jumlah Pajak yang Ditangguhkan ditentukan berdasar tarif pajak yang diharapkan akan berlaku dalam periode di mana selisih pajak akan dikompensasikan. Perhitungan Pajak yang Ditangguhkan bersifat tentatif yang selalu memerlukan penyesuaian pada setiap kali terjadi perubahan tarif pajak penghasilan. Dalam metode ini jumlah yang dilaporkan harus disesuaikan jika terjadi perubahan tarif yang menunjukan jumlah lain yang akan dibayar dimasa mendatang. Menurut liability method, pajak yang ditangguhkan harus dipandang sebagai kewajiban ekonomis untuk pajak yang terhutang atau sebagai aktiva untuk pajak yang dibayar dimuka.
Net of Tax Method
Metode bersih dari pajak (net of tax method), yang sebetulnya merupakan metode yang mengungkapkan pengaruh pajak atas perbedaan waktu yang dihitung apakah berdasarkan metode pajak tangguhan atau hutang pajak. Menurut metode ini, melaporkan Pajak yang Ditangguhkan dalam neraca tidak dibenarkan karena Biaya Pajak Penghasilan yang dilaporkan dalam Laporan Rugi – Laba harus sama dengan jumlah Pajak Penghasilan Terhutang atau pajak yang harus dibayar untuk periode yang bersangkutan. Selisih yang terjadi karena adanya perbedaan laba kena pajak dan laba akuntansi tidak dibukukan dalam suatu rekening tersendiri, tetapi ditambahkan atau dikurangkan kepada aktiva atau hutang tertentu serta unsur pendapatan atau biaya yang bersangkutan.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan ( PSAK 46 ) di antara ketiga metode tersebut, hanya Deferred Method ( Metode Pajak Tangguhan ) yang diperkenankan digunakan. Terpilihnya metode pajak tangguhan untuk digunakan dalam penyusunan laporan keuangan, karena secara umum dapat dikatakan bahwa metode ini memasukkan alokasi perbedaan temporer yang komprehensif dan bukan alokasi perbedaan temporer yang parsial. Selain itu keunggulan dan kelemahan dari metode ini adalah : metode pajak tangguhan lebih menekankan pada pengukuran berapa besar penghematan pajak kini akibat perbedaan temporer tersebut yang dialokasikan pada periode mendatang. Sedangkan di lain pihak, metode kewajiaban tekanannya pada berapa besar pengeluaran kas yang akan dilakukan di masa mendatang untuk keperluan pajak penghasilan terutang.
2.4 Kewajiban Pajak Tangguhan dan Aset Pajak Tangguhan
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan adalah pajak yang kewajibannya ditunda sampai waktu yang ditentukan atau diperbolehkan. Pada dasarnya antara akuntansi pajak dan akuntansi keuangan memiliki kesamaan tujuan, yaitu untuk menetapkan hasil operasi bisnis dengan pengukuran dan rekognisi pengahasilan dan biaya. Namun ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian, bahwa ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan tidak sekadar intstrumen penstranfer sumber daya ( fungsi budgeter), akan tetapi seringkali pula digunakan untuk tujuan memepengaruhi perilaku wajib pajak untuk inveastasi, kesejahteraan dll ( fungsi mengatur) yang kadang-kadang merupakan alasan untuk membenarkan penyimpangan dari standar akuntansi keuangan.
Oleh karena basis pengenaan penghasilan untuk keperluan perhitungan pajak penghasilan berbeda dengan basis perhitungan penghasilan untuk keperluan komersial, atau dengan perkataan lain, akibat dari perbedaan rekognisi penghasilan dan biaya, maka akan terdapat perbedaan yang cukup signifikan antar kedua basis tersebut. Pajak penghasilan yang dihitung berbasis pada penghasilan yang sesungguhnya dibayar kepada pemerintah, disebut sebagai “PPh terutang-income tax payable atau income tax liability”, sedangkan pajak penghasilan yang dihitung berbasis penghasilan sebelum pajak, disebut sebagai “beban pajak penghasilan-income tax expense/ profision for income taxes”.
Perhitungan Kewajiban Pajak Tangguhan dan Aset Pajak Tangguhan
Beban PPh terdiri atas beban pajak kini dan beban pajak tangguhan atau pendapatan pajak tangguhan. Pajak kini ( current tax ) merupakan jumlah PPh terutang atas Penghasilan Kena Pajak pada suatu periode. Pajak Penghasilan diperlakukan sebagai biaya bagi perusahaan. Oleh karena itu, Pajak Penghasilan harus diasosiasikan dengan laba dimana Pajak Penghasilan tersebut dikenakan atau diperhitungkan. Proses untuk mengasosiasiakan Pajak Penghasilan dengan laba dimana pajak itu dikenakan disebut Alokasi Pajak.
Beban pajak tangguhan akan menimbulkan kewajiban pajak tangguhan sedangkan pendapatan pajak tangguhan mengakibatkan aset pajak tangguhan.
Kewajiban Pajak Tangguhan
Kewajiban pajak tangguhan timbul karena adanya perbedaan waktu yang menyebabkan terjadinya koreksi negative sehingga beban pajak menurut akuntansi lebih besar daripada beban pajak menurut peraturan perpajakan. Kewajiban pajak tangguhan adalah jumlah PPh terutang untuk periode mendatang sebagai akibat adanya perbedaan temporer kena pajak.
Ilustrasi sederhana kewajiban pajak tangguhan:
PT. Simpel memiliki penjualan selama tahun 2010 sebesar Rp. 200.000.000. Dari penjualan tersebut hanya Rp. 130.000.000 yang tertagih secara tunai, sedangkan sisanya sebesar Rp. 70.000.000 diharapkan dapat ditagih pada tahun 2011. Peraturan pajak menetapkan bahwa penghasilan tidak dikenakan pajak sampai tertagih dalam bentuk kas. Tarif pajak tahun 2010 dan tahun berikutnya adlah 30%. Asuransi selama tahun 2010, beban perusahaan yang terjadi hanya beban pajak penghasilan.
Dari ilustrasi di atas, PT. Simpel membuat tabel perbedaan laba komersial dan laba fiskal untuk penjualan tersebut pada tahun 31 desember 2010 sebagai berikut:
Keterangan
Laba
komersial
Perbedaan
Laba
Fiskal
Permanen
Temporer
Pendapatan
200.000.000
(70.000.000)
130.000.000
Beban Perusahaan
0
0
Laba (setelah koreksi)
200.000.000
(70.000.000)
130.000.000
Menurut perhitungan laba akuntansi sesuai standar akuntansi keuangan (SAK), laba komersial (pretax financial income) yang diakui PT. Simpel untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 adalah Rp. 200.000.000. Sedangkan dalam penentuan laba kena pajak atau laba fiskal (taxable income), laba yang diakui adalah Rp. 130.000.000 berdasarkan peraturan pajak yaitu sebesar jumlah uang tunai yang di terima. Akhirnya, terjadi perbedaan yang bersifat temporer sebesar Rp. 70.000.000. Perbedaan temporer ini berupa kewajiban pajak tangguhan karena, pada awal tahun 2010, laba fiskal (yaitu Rp. 0, karena belum ada pengakuan penjualan) lebih kecil daripada laba komersial (yaitu Rp. 200.000.000 karena sudah ada pengakuan penjualan dengan menggunakan konsep dasar akrual).
Beban pajak kini yang muncul di hitung berdasarkan laba kena pajak/laba fiskal yaitu sebesar Rp. 39.000.000 (Rp. 130.000.000 x 30%). Perusahaan juga mencatat kewajiban pajak tangguhan sebesar Rp. 21.000.000 (Rp. 70.000.000 x 30%). Ayat jurnal yang dibuat oleh PT. Simpel untuk mecatat beban pajak kini dan kewajiban pajak tangguhan pada 31 Desember 2010 adalah :
Tanggal
Nama Perkiraan
Debet
Kredit
31 Des 2010
31 Des 2010
Beban Pajak Penghasilan – kini
Kewajiban Pajak Penghasilan
Beban Pajak Penghasilan – Tangguhan
Kewajiban Pajak Tangguhan
39.000.000
21.000.000
39.000.000
21.000.000
Pencatatan ayat jurnal di atas juga dapat di gabung menjadi satu jurnal yaitu sebagai berikut :
Tanggal
Nama Perkiraan
Debet
Kredit
31 Des 2010
Beban Pajak Penghasilan
Kewajiban Pajak Penghasilan
Kewajiban Pajak Tangguhan
60.000.000
39.000.000
21.000.000
Seperti terlihat ayat jurnal pajak penghasilan tahun 2010, total beban pajak penghasilan yang terjadi adalah Rp. 60.000.000 yang merupakan penjumlahan beban pajak kini Rp. 39.000.000 dan beban pajak tangguhan Rp. 21.000.000. Berikut adalah penyajian laporan laba rugi parsial PT. Simpel untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010 :
PT. Simpel
Laporan Laba Rugi (Parsial)
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2010
Laba sebelum pajak Rp. 200.000.000
Beban Pajak Penghasilan:
Kini Rp. 39.000.000
Tangguhan 21.000.000 60.000.000
Laba Bersih Rp. 140.000.000
Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan timbul apabila beda waktu yang menyebabkan terjadinya koreksi positif sehingga beban pajak menurut akuntansi lebih kecil daripada beban pajak menurut peraturan perpajakan. Aset pajak tangguhan adalah jumlah PPh terpulihkan pada periode mendatang sebagai akibat adanya perbedaan temporer yang boleh di kurangkan dan sisa kompensasi kerugian.
Ilustrasi sederhana aset pajak tangguhan:
PT. Simpel memulai usahanya pada tanggal 2 Januari 2010 dan mencatat pendapatan sebesar Rp. 500.000.000 untuk tahun berjalan. Selain beban pajak penghasilan, satu-satunya beban perusahaan adalah beban piutang tak tertagih sebesar Rp. 15.000.000. peraturan pajak tidak memperbolehkan pengurangan apapun hingga piutang tak tertagih benar-benar dihapuskan. Selama tahun 2010, jumlah piutang tak tertagih yang dihapuskan adalah Rp. 4.000.000. tariff pajak tahun 2010 dan berikutnya adalah 30%.
Tabel yang dibuat oleh PT. Simple atas perbedaan laba komersial dan laba fiscal untuk beban piutang tak tertagih pada tahun 31 Desember 2010 tersebut adalah sebagai berikut:
Keterangan
Laba
komersial
Perbedaan
Laba
Fiskal
Permanen
Temporer
Pendapatan
500.000.000
(70.000.000)
500.000.000
Koreksi:
Beban Piutang Tak Tertagih
(15.000.000)
11.000.000
(4.000.000)
Laba (setelah koreksi)
485.000.000
11.000.000
496.000.000
Menurut perhitungan laba akutansi sesuai SAK, laba komersial (pretax financial income) yang diakui PT. Simpel untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 adalah Rp. 485.000.000. sedangkan dalam penentuan laba kena pajak atau lba fiscal (taxable income), laba yang diakui adalah Rp. 496.000.000 berdasarkan peraturan pajak. Akibatnya, terjadi perbedaan yang bersifat temporer sebesar Rp. 11.000.000. perbedaan temporer ini berupa aset pajak tangguhan karena, pada awal tahun 2010, laba fiscal (yaitu Rp. 500.000.000, karena belum ada beban piutang tak tertagih) lebih besar daripada laba komersial (yaitu Rp. 485.000.000 karena sudah ada pengakuan beban piutang tak tertagih dengan menggunakan konsep dasar akrual).
Beban pajak kini yang muncul dihitung berdasarkan laba kena pajak/laba fiskal yaitu sebesar Rp. 148.800.000 (Rp. 496.000.000 x 30%). Perusahaan juga mencatat aset pajak tangguhan sebesar Rp. 3.300.000 (Rp. 11.000.000 x 30%). Ayat jurnal yang dibuat oleh PT. Simpel untuk mencatat beban pajak kini dan aset pajak tangguhan pada 31 Desember 2010 adalah:
Tanggal
Nama Perkiraan
Debet
Kredit
31 Des 2010
31 Des 2010
Beban Pajak Penghasilan – kini
Kewajiban Pajak Penghasilan
Beban Pajak Tangguhan
Manfaat Pajak Penghasilan - Tangguhan
148.800.000
3.300.000
148.800.000
3.300.000
Pencatatan ayat jurnal di atas juga dapat digabung menjadi satu jurnal dimana beban pajak penghasilan dapat dikompensasikan (offset) dengan manfaat pajak penghasilan (income tax benefit) sebagai berikut:
Tanggal
Nama Perkiraan
Debet
Kredit
31 Des 2010
Beban Pajak Penghasilan
Aset Pajak Tangguhan
Kewajiban Pajak Penghasilan
145.500.000
3.300.000
148.800.000
Seperti terlihat pada ayat jurnal pajak penghasilan tahun 2010, total beban pajak penghasilan yang terjadi adalah Rp. 145.500.000 yang merupakan pengurangan beban pajak kini Rp. 148.800.000 dan manfaat pajak tangguhan Rp. 3.300.000. berikutnya adalah penyajian laporan laba rugi parsial PT. Simpel untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010 :
PT. Simpel
Laporan Laba Rugi (Parsial)
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2010
Pendapatan Rp. 500.000.000
Beban Piutang Tak Tetagih 15.000.000
Laba Sebelum Pajak 485.000.000
Beban Pajak Penghasilan:
Kini Rp. 148.000.000
Manfaat Tangguhan (3.300.000) 145.500.000
Laba Bersih Rp. 339.500.000
Apabila Penghasilan sebelum Pajak lebih besar dari Penghasilan Kena Pajak, maka Beban Pajak pun akan lebih besar dari Pajak Terutang, sehingga akan menghasilkan Kewajiban Pajak Tangguhan.
Sebaliknya apabila Penghasilan Sebelum Pajak lebih kecil dari Penghasilan Kena Pajak, maka Beban Pajaknya akan juga lebih kecil dari Pajak Terutang, sehingga akan menghasilkan Aktiva Pajak Tangguhan.
Perbedaan Temporer
Perbedaan Temporer x Tarif
Hasilnya :
PSP > PKP
BP > PT
Kewajiban Pajak Tangguhan
PSP < PKP
BP < PT
Aset Pajak Tangguhan
Keterangan :
PSP : Penghasilan Sebelum Pajak BP : Beban Pajak
PKP : Penghasilan Kena Pajak PT : Pajak Terutang
Rabu, 04 Mei 2016
Selasa, 03 Mei 2016
Tugas kewirausahaan minggu ke 4
Nama : Ayu Yusinta
Kelas : 2DA02
Biografi
Sukanto Tanoto yang terlahir dengan nama Tan Kang Hoo merupakan seorang pengusaha atau konglomerat sukses asal Indonesia yang pada tahun 2006 di tasbihkan oleh majalah Forbes sebagai orang terkaya di Indonesia, ia memimpin perusahaan yang bernama PT Raja Garuda Mas yang berbasis di Singapura yang usahanya di berbagai sektor terutama disektor kertas dan kelapa sawit sehingga Sukanto Tanoto dijuluki sebagai Si Raja Kertas dan Kelapa Sawit. Ia merupakan salah satu pengusaha yang berhasil berinvestasi di lebih dari sepuluh negara di Dunia. Sukanto Tanoto dilahirkan di Belawan, Sumatera Utara, 25 Desember 1949. Ia mengenyam pendidikan SD di Belawan pada tahun 1960 dan kemudian Masuk SMP di medan pada tahun 1963. Pada usia 12 tahun Sukanto Tanoto sudah gemar membaca apa saja, termasuk buku tentang revolusi Amerika dan Perang Dunia
Sukanto Tanoto mengaku sosoknya mirip ibunya yaitu tegas dan keras. Pernah suatu ketika Sukanto kecil ngeluyur pergi ke tepi laut. Waktu pulang, ditanya oleh ibunya, jawabnya mengarang-ngarang, Sukanto kecil dipukuli pakai rotan. “Saya paling banyak makan rotan,” kenangnya tentang sosok sang ibu. Tapi, dengan sifat keras dan tegas, termasuk dalam hal berbisnis, ia bisa menjadi salah seorang pengusaha papan atas Indonesia, memimpin sejumlah perusahaan di bawah grup Raja Garuda Mas Internasional. Sukanto Tanoto bercita-cita jadi dokter. “Kalau dulu saya meneruskan ke fakultas kedokteran, saya jadi dokter,” ujarnya. Karena obsesi itulah, sampai 1973-1974, ia masih senang pakai nama dokter Sukanto. Tapi, saat baru 18 tahun, ayahnya, Amin Tanoto, sakit stroke. Sulung dari tujuh bersaudara ini lalu mengambil alih tanggung jawab keluarga: meneruskan usaha orangtua berjualan minyak, bensin, dan peralatan mobil. Pekerjaan yang tak asing baginya karena sepulang sekolah ia biasa membantu orangtuanya sambil membaca buku. Dan, dari situ Sukanto alias Tan Kang Hoo pertama kali belajar keterampilan bisnis, termasuk menerima kenyataan dan tidak menyerah dalam keadaan apa pun, serta mencari solusi.
Pindah dari kota kelahirannya, Belawan, Sumatra Utara, ke Medan, ia juga berdagang onderdil mobil, lalu mengubah usaha itu menjadi general contractor & supplier. Suatu ketika, datang Sjam, seorang pejabat Pertamina dari Aceh. “Waktu itu saya tidak tahu kalau dia pejabat,” kenang Sukanto. Ditawari kerja sama pekerjaan kontraktor, “Ya, mau-mau saja, wong saya masih muda,” ujarnya. Tak disia-diakan kesempatan itu, di Pangkalan Brandan, Sumatra Utara, Sukanto membangun rumah, memasang AC, pipa, traktor, dan membuat lapangan golf di Prapat. “Itulah technical school saya,” katanya. Untuk mencari bahan bangunan, ia sampai pergi Sumbawa, Lampung, pada usia 20 tahun.
Pandai melihat peluang, waktu impor kayu lapis dari Singapura menghilang di pasaran, di Medan ia mendirikan perusahaan kayu, CV Karya Pelita, 1972. “Negara kita kaya kayu, mengapa kita mengimpor kayu lapis” ujarnya. “Saya itu pioner,” katanya. Di saat orang lain belum membuat kayu lapis, ia memproduksi kayu lapis dan mengubah nama perusahaannya menjadi PT Raja Garuda Mas (RGM), dengan ia sebagai direktur utama, 1973. Kayu lapis bermerek Polyplex itu diimpor ke berbagai negara Pasaran Bersama Eropa, Inggris, dan Timur Tengah.
“Strategy competition saya itu satu dua step sebelum orang mengerjakannya,” ungkapnya. Ketika belum ada orang membuka perkebunan swasta besar-besaran, walaupun waktu itu sudah ada perkebunan asing, di Sumatra, Sukanto membuka perkebunan kelapa sawit secara besar-besaran.
“Setelah itu baru kita bikin Indorayon,” tuturnya. PT Inti Indorayon Utama (IIU) yang bergerak di bidang reforestation menghasilkan pulp, kertas, dan rayon, serta mampu memasok bibit unggul pohon pembuat pulp di dalam negeri. Kehadiran IIU sempat ditentang masyarakat dan aktivis lingkungan hidup. Karena, ditengarai, Danau Toba tercemar berat oleh limbah pulp. Akibatnya, IIU sempat ditutup.
Tapi, Sukanto memetik hikmahnya: belajar dari kesalahan, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. “Apa yang saya pelajari dari situ (Indorayon), lalu saya pakai di Riau,” ujarnya. Di Riau, ia membuka Hutan Tanaman Industri dan mendirikan pabrik pulp yang konon terbesar di dunia, PT Riau Pulp. Mulai berdiri 1995, karena krisis, baru jadi pada 2001. Di sekitar pabriknya, bersama lembaga swadaya masyarakat, Sukanto membuat program community development untuk penduduk setempat. “Saya tidak kasih ikan, tapi saya ajari mancing, itu yang kita kerjakan,” tuturnya. Antara lain, program community development: penggemukan sapi, pembangunan jalan, dan pertanian. “Mimpi saya, kalau saya dapat seratus pengusaha Riau itu jadi miliader, saya senang,” katanya lagi.
Usaha Sukanto yang lain adalah bank. Ketika United City Bank mengalami kesulitan keuangan, pada 1986-1987, ia mengambil alih mayoritas sahamnya dan bangkit dengan nama baru: Unibank. Di Medan, ia pun merambah bidang properti, dengan membangun Uni Plaza, kemudian Thamrin Plaza. Tidak hanya dalam negeri, ia melebarkan sayap ke luar negeri, dengan ikut memiliki perkebunan kelapa sawit
Kelas : 2DA02
Biografi
Sukanto Tanoto yang terlahir dengan nama Tan Kang Hoo merupakan seorang pengusaha atau konglomerat sukses asal Indonesia yang pada tahun 2006 di tasbihkan oleh majalah Forbes sebagai orang terkaya di Indonesia, ia memimpin perusahaan yang bernama PT Raja Garuda Mas yang berbasis di Singapura yang usahanya di berbagai sektor terutama disektor kertas dan kelapa sawit sehingga Sukanto Tanoto dijuluki sebagai Si Raja Kertas dan Kelapa Sawit. Ia merupakan salah satu pengusaha yang berhasil berinvestasi di lebih dari sepuluh negara di Dunia. Sukanto Tanoto dilahirkan di Belawan, Sumatera Utara, 25 Desember 1949. Ia mengenyam pendidikan SD di Belawan pada tahun 1960 dan kemudian Masuk SMP di medan pada tahun 1963. Pada usia 12 tahun Sukanto Tanoto sudah gemar membaca apa saja, termasuk buku tentang revolusi Amerika dan Perang Dunia
Sukanto Tanoto mengaku sosoknya mirip ibunya yaitu tegas dan keras. Pernah suatu ketika Sukanto kecil ngeluyur pergi ke tepi laut. Waktu pulang, ditanya oleh ibunya, jawabnya mengarang-ngarang, Sukanto kecil dipukuli pakai rotan. “Saya paling banyak makan rotan,” kenangnya tentang sosok sang ibu. Tapi, dengan sifat keras dan tegas, termasuk dalam hal berbisnis, ia bisa menjadi salah seorang pengusaha papan atas Indonesia, memimpin sejumlah perusahaan di bawah grup Raja Garuda Mas Internasional. Sukanto Tanoto bercita-cita jadi dokter. “Kalau dulu saya meneruskan ke fakultas kedokteran, saya jadi dokter,” ujarnya. Karena obsesi itulah, sampai 1973-1974, ia masih senang pakai nama dokter Sukanto. Tapi, saat baru 18 tahun, ayahnya, Amin Tanoto, sakit stroke. Sulung dari tujuh bersaudara ini lalu mengambil alih tanggung jawab keluarga: meneruskan usaha orangtua berjualan minyak, bensin, dan peralatan mobil. Pekerjaan yang tak asing baginya karena sepulang sekolah ia biasa membantu orangtuanya sambil membaca buku. Dan, dari situ Sukanto alias Tan Kang Hoo pertama kali belajar keterampilan bisnis, termasuk menerima kenyataan dan tidak menyerah dalam keadaan apa pun, serta mencari solusi.
Pindah dari kota kelahirannya, Belawan, Sumatra Utara, ke Medan, ia juga berdagang onderdil mobil, lalu mengubah usaha itu menjadi general contractor & supplier. Suatu ketika, datang Sjam, seorang pejabat Pertamina dari Aceh. “Waktu itu saya tidak tahu kalau dia pejabat,” kenang Sukanto. Ditawari kerja sama pekerjaan kontraktor, “Ya, mau-mau saja, wong saya masih muda,” ujarnya. Tak disia-diakan kesempatan itu, di Pangkalan Brandan, Sumatra Utara, Sukanto membangun rumah, memasang AC, pipa, traktor, dan membuat lapangan golf di Prapat. “Itulah technical school saya,” katanya. Untuk mencari bahan bangunan, ia sampai pergi Sumbawa, Lampung, pada usia 20 tahun.
Pandai melihat peluang, waktu impor kayu lapis dari Singapura menghilang di pasaran, di Medan ia mendirikan perusahaan kayu, CV Karya Pelita, 1972. “Negara kita kaya kayu, mengapa kita mengimpor kayu lapis” ujarnya. “Saya itu pioner,” katanya. Di saat orang lain belum membuat kayu lapis, ia memproduksi kayu lapis dan mengubah nama perusahaannya menjadi PT Raja Garuda Mas (RGM), dengan ia sebagai direktur utama, 1973. Kayu lapis bermerek Polyplex itu diimpor ke berbagai negara Pasaran Bersama Eropa, Inggris, dan Timur Tengah.
“Strategy competition saya itu satu dua step sebelum orang mengerjakannya,” ungkapnya. Ketika belum ada orang membuka perkebunan swasta besar-besaran, walaupun waktu itu sudah ada perkebunan asing, di Sumatra, Sukanto membuka perkebunan kelapa sawit secara besar-besaran.
“Setelah itu baru kita bikin Indorayon,” tuturnya. PT Inti Indorayon Utama (IIU) yang bergerak di bidang reforestation menghasilkan pulp, kertas, dan rayon, serta mampu memasok bibit unggul pohon pembuat pulp di dalam negeri. Kehadiran IIU sempat ditentang masyarakat dan aktivis lingkungan hidup. Karena, ditengarai, Danau Toba tercemar berat oleh limbah pulp. Akibatnya, IIU sempat ditutup.
Tapi, Sukanto memetik hikmahnya: belajar dari kesalahan, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. “Apa yang saya pelajari dari situ (Indorayon), lalu saya pakai di Riau,” ujarnya. Di Riau, ia membuka Hutan Tanaman Industri dan mendirikan pabrik pulp yang konon terbesar di dunia, PT Riau Pulp. Mulai berdiri 1995, karena krisis, baru jadi pada 2001. Di sekitar pabriknya, bersama lembaga swadaya masyarakat, Sukanto membuat program community development untuk penduduk setempat. “Saya tidak kasih ikan, tapi saya ajari mancing, itu yang kita kerjakan,” tuturnya. Antara lain, program community development: penggemukan sapi, pembangunan jalan, dan pertanian. “Mimpi saya, kalau saya dapat seratus pengusaha Riau itu jadi miliader, saya senang,” katanya lagi.
Usaha Sukanto yang lain adalah bank. Ketika United City Bank mengalami kesulitan keuangan, pada 1986-1987, ia mengambil alih mayoritas sahamnya dan bangkit dengan nama baru: Unibank. Di Medan, ia pun merambah bidang properti, dengan membangun Uni Plaza, kemudian Thamrin Plaza. Tidak hanya dalam negeri, ia melebarkan sayap ke luar negeri, dengan ikut memiliki perkebunan kelapa sawit
Tugas kewirausahaan Minggu ke 3
Nama : Ayu Yusinta
Kelas : 2DA02
1. Masalah apa yang berkaitan dengan kesulitan yang biasanya dihadapi wirausahawan dalam mendapatkan modal ?
Jawab :
· Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan
· Kegagalan perusahaan untuk menindak – lanjuti
· Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis
· Preferensi dari pemodal
· Kurangnya hubungan dengan sumber – sumber modal
2. Sebutkan tiga tahap pendanaan pengembangan bisnis ?
Jawab :
1. Pendanaan tahap awal
a. Pendanaan modal benih
b. Pendanaan pemula
2. Pendanaan ekspansi atau perkembangan
a. Tahap kedua modal kerja bagi tahap pertumbuhan awal, tetapi tanpa kemampuan mendatangkan laba yang jelas ataupun arus kas.
b. Tahap ketiga ekspansi besar perusahaan dengan pertumbuhan penjualan yang cepat, pada titik pulang pokok.
c. Tahap keempat pembiayaan penjembatan untuk mempersiapkan penawaran saham oleh perusahaan kepada masyarakat.
3. Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts
a. akuisisi tradisional
b. leveraged buyouts
c. privatisasi
3. Sebutkan enam langkah yang harus dilakukan perusahaan baru dalam memproyeksikan kebutuhan finansialnya ?
Jawab :
1. Membuat proyeksi laporan laba rugi.
2. Membuat neraca arus kas dan item – item neraca.
3. Memuat proyek aliran atau arus kas.
4. Membuat proyeksi neraca.
5. Membuat ringkasan kebutuhan dan penggunaan kas.
6. Menentukan bagian dari kas total yang dibutuhkan untuk dibiayai dengan modal ventura.
4. Unsur dasar apa saja yang penting dalam melakukan analisa pulang pokok ?
Jawab :
Biaya tetap : pengeluaran yang diadakan oleh organisasi tanpa melihat jumlah produk yang dihasilkan.
Biaya variabel : pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan.
Biaya total : jumlah total biaya tetap dan biaya variabel yang berkaitan dengan produksi.
Pendapatan total : semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penjualan produk.
Keuntungan : jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual.
Kerugian : jumlah biaya total produksi barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari penjualan barang tersebut.
Titi pulang pokok : situasi dimana pendapatan total organisasi sama dengan biaya totalnya.
5. Sebutkan delapan faktor yang harus dipertimbangkan dalam penilaian perusahaan ?
Jawab :
# Sifat dan sejarah dari bisnis.
# Kondisi perekonomian pada umumnya maupun kondisi dari industri.
# Nilai buku ( nilai bersih ) dari saham dan kondisi finansial keseluruhan dari perusahaan.
# Kemampuan membayar dividen dari perusahaan.
# Penilaian dari hubungan baik dan harta tak tertara dari usaha tersebut.
o Penilaian penjualan saham.
Kelas : 2DA02
1. Masalah apa yang berkaitan dengan kesulitan yang biasanya dihadapi wirausahawan dalam mendapatkan modal ?
Jawab :
· Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan
· Kegagalan perusahaan untuk menindak – lanjuti
· Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis
· Preferensi dari pemodal
· Kurangnya hubungan dengan sumber – sumber modal
2. Sebutkan tiga tahap pendanaan pengembangan bisnis ?
Jawab :
1. Pendanaan tahap awal
a. Pendanaan modal benih
b. Pendanaan pemula
2. Pendanaan ekspansi atau perkembangan
a. Tahap kedua modal kerja bagi tahap pertumbuhan awal, tetapi tanpa kemampuan mendatangkan laba yang jelas ataupun arus kas.
b. Tahap ketiga ekspansi besar perusahaan dengan pertumbuhan penjualan yang cepat, pada titik pulang pokok.
c. Tahap keempat pembiayaan penjembatan untuk mempersiapkan penawaran saham oleh perusahaan kepada masyarakat.
3. Pembiayaan akuisisi dan leveraged buyouts
a. akuisisi tradisional
b. leveraged buyouts
c. privatisasi
3. Sebutkan enam langkah yang harus dilakukan perusahaan baru dalam memproyeksikan kebutuhan finansialnya ?
Jawab :
1. Membuat proyeksi laporan laba rugi.
2. Membuat neraca arus kas dan item – item neraca.
3. Memuat proyek aliran atau arus kas.
4. Membuat proyeksi neraca.
5. Membuat ringkasan kebutuhan dan penggunaan kas.
6. Menentukan bagian dari kas total yang dibutuhkan untuk dibiayai dengan modal ventura.
4. Unsur dasar apa saja yang penting dalam melakukan analisa pulang pokok ?
Jawab :
Biaya tetap : pengeluaran yang diadakan oleh organisasi tanpa melihat jumlah produk yang dihasilkan.
Biaya variabel : pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan.
Biaya total : jumlah total biaya tetap dan biaya variabel yang berkaitan dengan produksi.
Pendapatan total : semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penjualan produk.
Keuntungan : jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual.
Kerugian : jumlah biaya total produksi barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari penjualan barang tersebut.
Titi pulang pokok : situasi dimana pendapatan total organisasi sama dengan biaya totalnya.
5. Sebutkan delapan faktor yang harus dipertimbangkan dalam penilaian perusahaan ?
Jawab :
# Sifat dan sejarah dari bisnis.
# Kondisi perekonomian pada umumnya maupun kondisi dari industri.
# Nilai buku ( nilai bersih ) dari saham dan kondisi finansial keseluruhan dari perusahaan.
# Kemampuan membayar dividen dari perusahaan.
# Penilaian dari hubungan baik dan harta tak tertara dari usaha tersebut.
o Penilaian penjualan saham.
Jumat, 22 April 2016
Tugas Kewirausahaan Minggu ke Dua
Nama : Ayu Yusinta
Kelas : 2DA02
SEJARAH SEPATU VANS DARI MASA KE MASA
sepatu merupakan salah satu item dalam fashion yg selalu di perhatikan orang . Letaknya memang di bagian paling bawah tubuuh, tetapi tidak berarti luput dari perhatian . Saat ini berbagai merak sepatu banyak beredar di pasaran dengan model yang beraneka ragam . Artikel ini membahas sejarah SEPATU VANS
SEKILAS TENTANG PAUL VAN DOREN
lahir pada tahun 1930 dan tinggal di boston. Paul keluar dari sekolah waktu dia baru naik ke kelas 3 junior highschool, kemudian memutuskan untuk serius dalam hobi berkudanya pada saat itu.
Umur 14 tahun, dia sudah memulai memulai balapan kuda dalam beberapa race lokal dan mendapatkan nickname : “Dutch The Clutch” karena stylenya yang aneh dalam berkuda. Ibunya kesal melihat kerjanya hanya bermain kuda dan sama sekali tidak menghasilkan uang, akhirnya Paul dipaksa untuk bekerja di pabrik sepatu sebagai seorang buruh pembuat sepatu dan penyapu lantai pabrik.
SEJARAH
Pada 16 maret 1966, Paul Van Doren dan tiga orang temannya membuat perusahaan baru bernama Van Doren Rubber Co .
(sekarang dikenal Vans) . Vans adalah produsen sepatu,pakaian,dan aksesoris untuk olahraga skateboard , snowboard , BMX , dan selancar.
Pada awalnya, Paul Van Doren bekerja di pabrik sepatu bermerek Randy's sebagai buruh pembuat sepatu dan penyapu lantai . setelah 20 tahun bekerja disana, ia sudah beberapa kali naik jabatan karena ketekunannya . Sampai akhirnya, Paul manjabat sebagai Vice President di Randy's.
Akhirnya, ia memutuskan untuk keluar dari perusahaan sepatu tersebut dan pindah ke Southern California . Disana Paul dan temannya mendirikan perusahaan sepatu baru pada 1966 (merupakan cikal bakal Vans)
TOKO dan PABRIK
Paul mengawali perusahaannya dengan membuka sebuah toko dan pabrik dalam satu sistem . Toko ini dibuka pada tanggal 1 Maret 1966 dan hanya memajang contoh-contoh sepatu . Paul baru akan membuat sepatu jika ada yang memesan sepatu . Setah mendapat order Paul segera masuk pabrik dan langsung membuat order yang di pesan . Di hari pertama toko ini hanya di kunjungi oleh 16 orang .
Vans semakin populer saat membuat sepatu untuk sekolah-sekolah, tim-tim olahraga, dan cheerleader di seluruh California Selatan . Pada masa ini juga, Vans meluncurkan Vans #44 atau lebih di kenal dengan nama Vans Authentic . Penjualan pertama sepatu ini cukup sukses karena produk ini habis terjual .
VANS di INDONESIA
Di Indonesia, khususnya di Kota Jakarta, sepatu Vans tidak hanya di pakai oleh para skater, tetapi oleh personil band dan sneaker freak (orang yang hobi mengoleksi sepatu) . Disini, sepatu ini termasuk barang langka karena tidak memiliki toko resmi . Namun, ada beberapa toko yg menjual produk Vans, mulai sepatu , pakaian , dan aksesoris dengan harga yg lebih mahal karena harus memesan dari luar negeri .
Dari awal kemunculannya sampai sekarang, Vans tidak pernah ketinggaln trend . Walaupun modelnya selalu klasik, Vans menjadi barang yg selalu di buru . Klasik adalah daya tarik sepatu ini . Jadi, apakah anda tertarik untuk ber-Vans ??
SEPATU VANS, PELOPOR SEPATU SKATE
sederhana tapi gaya sepertinya menjadi kriteria yang selalu di terapkan jiwa-jiwa muda dalam kehidupannya sehari-hari . Hal-hal simpel, tidak terlalu "merepotkan" lebih menarik perhatian serta minat mereka, termasuk dalam hal berbusana . Berdandan atau bergaya secara berlebihan justru dianggap tidak wajar jika diterapkan dalam gaya sehari-hari .
Pemilihan model pakaian ataau sepatu yang sederhana mencerminkan kepribadian mereka yang rata-rata lebih menyukai bergaya "apa adanya" . Barang-barang penunjaang gaya yang sederhana selalu dipilih untuk menemani aktifitas mereka sehari-hari . Sepatu sneaker atau model kets selalu menghiasi kaki-kaki muda mereka . Sepatu Vans pun menjadi salah satu merek sepatu yang cukup banyak diminati oleh kaum muda .
SEJARAH VANS
Vans adalah perusahaan sepatu yang berasal dari Amerika . Perusahaan ini di mulai pada beberapa puluh taahun lalu . Di Broadway , Anaheim , California, Paul Van Doren bersama tiga temannya membuka sebuah toko . Toko pertama mereka di buat pada 16 Maret 1966 .
Toko tersebut menjual produksi sepatu unik hasil karya mereka sendiri . Mereka memproduksi sekaligus memasarkan sepatunya secara swadaya . Konsumen pertama mereka sebanyak 12 orang . Pelanggan tersebut membeli sepatu Vans Dek, sekarang sepatu model ini dikenal dengan tipe Authentic . Paul Van Doren memproduksi sepatunya setiapa hari dan selalu siap di sore hari .
Beberapa tahun kemudian, perusahaan rumahan tersebut berkembang dan banyak menghasilkan bnyak model-model septu baru . Pada 1970-an, Vans memproduksi sepatu dengan kanvas bergambar dan karet di bagian bawah sepatunya . Inovasi tersebut rupanya berbuah manis bagi mereka .
Perusahaan sepatu itu kemudian menandatangani kontrak dengan pihak Departement Pertahanan As dan Us Air Force . Para pemain skateboard juga lebih menyukai mengunakan sepatu ini ketika bermain skateboard . Permukaan karet pada alas sepatu memudahkan mereka untuk berolahraga . pengunaan sepatu Vans pun hampir merata di seluruh wilayah California Selatan . Di akhir 1970-an, perusahaan ini telah memiliki 70 toko di california .
Sepuluh tahun kemudian, Vans telah berubah menjadi perusahaan besar . Sepatu yang diproduksi pun berkembang . Mereka tidak hanya memproduksi sepatu untuk olahraga skateboarding, tetapi juga untuk wakeboarding , cross motor , dan berselancar .
Meskipun penjualannya mencapai angka yang cukup baik, nyatanya Vans tidak berhasil mengatasi permasalahan keuangan intern mereka . Pada 1983, Vans tidak dapat mengatasi hutang mereka sehingga perusahaan itu terpaksa berganti status menjadi "Perusahaan Bangkrut"
Kebangkrutan Vans tidak berlangsung lama . Lima tahun kemudian, 1988, Vans menjual beberapa sahamnya pada perusahaan investment banking . semenjak itu, Vans kembali " menghentak" dunia fashion dunia .
Sumber :
http://m.kaskus.co.id/thread/538ed382c807e7377a8b45d9/sejarah-sepatu-vans-dari-masa-ke-masa/
Kelas : 2DA02
SEJARAH SEPATU VANS DARI MASA KE MASA
sepatu merupakan salah satu item dalam fashion yg selalu di perhatikan orang . Letaknya memang di bagian paling bawah tubuuh, tetapi tidak berarti luput dari perhatian . Saat ini berbagai merak sepatu banyak beredar di pasaran dengan model yang beraneka ragam . Artikel ini membahas sejarah SEPATU VANS
SEKILAS TENTANG PAUL VAN DOREN
lahir pada tahun 1930 dan tinggal di boston. Paul keluar dari sekolah waktu dia baru naik ke kelas 3 junior highschool, kemudian memutuskan untuk serius dalam hobi berkudanya pada saat itu.
Umur 14 tahun, dia sudah memulai memulai balapan kuda dalam beberapa race lokal dan mendapatkan nickname : “Dutch The Clutch” karena stylenya yang aneh dalam berkuda. Ibunya kesal melihat kerjanya hanya bermain kuda dan sama sekali tidak menghasilkan uang, akhirnya Paul dipaksa untuk bekerja di pabrik sepatu sebagai seorang buruh pembuat sepatu dan penyapu lantai pabrik.
SEJARAH
Pada 16 maret 1966, Paul Van Doren dan tiga orang temannya membuat perusahaan baru bernama Van Doren Rubber Co .
(sekarang dikenal Vans) . Vans adalah produsen sepatu,pakaian,dan aksesoris untuk olahraga skateboard , snowboard , BMX , dan selancar.
Pada awalnya, Paul Van Doren bekerja di pabrik sepatu bermerek Randy's sebagai buruh pembuat sepatu dan penyapu lantai . setelah 20 tahun bekerja disana, ia sudah beberapa kali naik jabatan karena ketekunannya . Sampai akhirnya, Paul manjabat sebagai Vice President di Randy's.
Akhirnya, ia memutuskan untuk keluar dari perusahaan sepatu tersebut dan pindah ke Southern California . Disana Paul dan temannya mendirikan perusahaan sepatu baru pada 1966 (merupakan cikal bakal Vans)
TOKO dan PABRIK
Paul mengawali perusahaannya dengan membuka sebuah toko dan pabrik dalam satu sistem . Toko ini dibuka pada tanggal 1 Maret 1966 dan hanya memajang contoh-contoh sepatu . Paul baru akan membuat sepatu jika ada yang memesan sepatu . Setah mendapat order Paul segera masuk pabrik dan langsung membuat order yang di pesan . Di hari pertama toko ini hanya di kunjungi oleh 16 orang .
Vans semakin populer saat membuat sepatu untuk sekolah-sekolah, tim-tim olahraga, dan cheerleader di seluruh California Selatan . Pada masa ini juga, Vans meluncurkan Vans #44 atau lebih di kenal dengan nama Vans Authentic . Penjualan pertama sepatu ini cukup sukses karena produk ini habis terjual .
VANS di INDONESIA
Di Indonesia, khususnya di Kota Jakarta, sepatu Vans tidak hanya di pakai oleh para skater, tetapi oleh personil band dan sneaker freak (orang yang hobi mengoleksi sepatu) . Disini, sepatu ini termasuk barang langka karena tidak memiliki toko resmi . Namun, ada beberapa toko yg menjual produk Vans, mulai sepatu , pakaian , dan aksesoris dengan harga yg lebih mahal karena harus memesan dari luar negeri .
Dari awal kemunculannya sampai sekarang, Vans tidak pernah ketinggaln trend . Walaupun modelnya selalu klasik, Vans menjadi barang yg selalu di buru . Klasik adalah daya tarik sepatu ini . Jadi, apakah anda tertarik untuk ber-Vans ??
SEPATU VANS, PELOPOR SEPATU SKATE
sederhana tapi gaya sepertinya menjadi kriteria yang selalu di terapkan jiwa-jiwa muda dalam kehidupannya sehari-hari . Hal-hal simpel, tidak terlalu "merepotkan" lebih menarik perhatian serta minat mereka, termasuk dalam hal berbusana . Berdandan atau bergaya secara berlebihan justru dianggap tidak wajar jika diterapkan dalam gaya sehari-hari .
Pemilihan model pakaian ataau sepatu yang sederhana mencerminkan kepribadian mereka yang rata-rata lebih menyukai bergaya "apa adanya" . Barang-barang penunjaang gaya yang sederhana selalu dipilih untuk menemani aktifitas mereka sehari-hari . Sepatu sneaker atau model kets selalu menghiasi kaki-kaki muda mereka . Sepatu Vans pun menjadi salah satu merek sepatu yang cukup banyak diminati oleh kaum muda .
SEJARAH VANS
Vans adalah perusahaan sepatu yang berasal dari Amerika . Perusahaan ini di mulai pada beberapa puluh taahun lalu . Di Broadway , Anaheim , California, Paul Van Doren bersama tiga temannya membuka sebuah toko . Toko pertama mereka di buat pada 16 Maret 1966 .
Toko tersebut menjual produksi sepatu unik hasil karya mereka sendiri . Mereka memproduksi sekaligus memasarkan sepatunya secara swadaya . Konsumen pertama mereka sebanyak 12 orang . Pelanggan tersebut membeli sepatu Vans Dek, sekarang sepatu model ini dikenal dengan tipe Authentic . Paul Van Doren memproduksi sepatunya setiapa hari dan selalu siap di sore hari .
Beberapa tahun kemudian, perusahaan rumahan tersebut berkembang dan banyak menghasilkan bnyak model-model septu baru . Pada 1970-an, Vans memproduksi sepatu dengan kanvas bergambar dan karet di bagian bawah sepatunya . Inovasi tersebut rupanya berbuah manis bagi mereka .
Perusahaan sepatu itu kemudian menandatangani kontrak dengan pihak Departement Pertahanan As dan Us Air Force . Para pemain skateboard juga lebih menyukai mengunakan sepatu ini ketika bermain skateboard . Permukaan karet pada alas sepatu memudahkan mereka untuk berolahraga . pengunaan sepatu Vans pun hampir merata di seluruh wilayah California Selatan . Di akhir 1970-an, perusahaan ini telah memiliki 70 toko di california .
Sepuluh tahun kemudian, Vans telah berubah menjadi perusahaan besar . Sepatu yang diproduksi pun berkembang . Mereka tidak hanya memproduksi sepatu untuk olahraga skateboarding, tetapi juga untuk wakeboarding , cross motor , dan berselancar .
Meskipun penjualannya mencapai angka yang cukup baik, nyatanya Vans tidak berhasil mengatasi permasalahan keuangan intern mereka . Pada 1983, Vans tidak dapat mengatasi hutang mereka sehingga perusahaan itu terpaksa berganti status menjadi "Perusahaan Bangkrut"
Kebangkrutan Vans tidak berlangsung lama . Lima tahun kemudian, 1988, Vans menjual beberapa sahamnya pada perusahaan investment banking . semenjak itu, Vans kembali " menghentak" dunia fashion dunia .
Sumber :
http://m.kaskus.co.id/thread/538ed382c807e7377a8b45d9/sejarah-sepatu-vans-dari-masa-ke-masa/
Senin, 18 April 2016
Tugas kewirausahaan munggu ke 1
Nama : Ayu Yusinta
Kelas : 2DA02
1. Apa definisi dari kewirausahaan ?
Jawab :
Seseorang yang melakukan suatu usaha dan usaha tersebut harus memiliki sifat kepercayaan yang tinggi dan inovasi
2. Perilaku apa sajakah yang terdapat pada diri kewirausahaan ?
Jawab :
· Percaya diri
· Tekun dan rajin
· Berani mengambil resiko apapun
· Berinovasi tinggi
· Punya jiwa kepimpinan
· Jujur
3. Karakteristik apa saja yang terdapat pada para wirausahaan ?
Jawab :
· Keinginan untuk berprestasi
· Keinginan untuk bertanggung jawab
· Persepsi pada risiko – risiko menengah
· Persepsi pada kemungkinan berhasil
· Rangsangan oleh umpan balik
· Aktivitas enerjik
· Orientasi ke masa depan
· Keterampilan dalam pengorganisasian
· Sikap terhadap uang
4. Bagaimana menentukan potensi kewirausahaan ?
Jawab :
· Kemampuan inovatif
· Toleransi terhadap kemenduaan
· Keinginan untuk berprestasi
· Kemampuan perencana realistis
· Kepimpinan terorientasi kepada tujuan
· Obyektivitas
· Tanggung jawab pribadi
· Kemampuan beradaptasi
· Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator
5. Mengapa inovasi merupakan kunci penting dalam kewirausahaan ?
Jawab :
Inovasi didalam kewirausahaan adalah kunci utama. Kenapa begitu ? karena didalam kewirausahaan harus mempunyai inovasi yang tinggi. Misalnya didalam usaha tersebut terdapat 1 produk nah 1 produk itu tidak mungkin produk nya itu itu saja harus mempunyai inspirasi atau inovasi yang baru agar tidak kalah saing dengan wirausaha yang lain
Kelas : 2DA02
1. Apa definisi dari kewirausahaan ?
Jawab :
Seseorang yang melakukan suatu usaha dan usaha tersebut harus memiliki sifat kepercayaan yang tinggi dan inovasi
2. Perilaku apa sajakah yang terdapat pada diri kewirausahaan ?
Jawab :
· Percaya diri
· Tekun dan rajin
· Berani mengambil resiko apapun
· Berinovasi tinggi
· Punya jiwa kepimpinan
· Jujur
3. Karakteristik apa saja yang terdapat pada para wirausahaan ?
Jawab :
· Keinginan untuk berprestasi
· Keinginan untuk bertanggung jawab
· Persepsi pada risiko – risiko menengah
· Persepsi pada kemungkinan berhasil
· Rangsangan oleh umpan balik
· Aktivitas enerjik
· Orientasi ke masa depan
· Keterampilan dalam pengorganisasian
· Sikap terhadap uang
4. Bagaimana menentukan potensi kewirausahaan ?
Jawab :
· Kemampuan inovatif
· Toleransi terhadap kemenduaan
· Keinginan untuk berprestasi
· Kemampuan perencana realistis
· Kepimpinan terorientasi kepada tujuan
· Obyektivitas
· Tanggung jawab pribadi
· Kemampuan beradaptasi
· Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator
5. Mengapa inovasi merupakan kunci penting dalam kewirausahaan ?
Jawab :
Inovasi didalam kewirausahaan adalah kunci utama. Kenapa begitu ? karena didalam kewirausahaan harus mempunyai inovasi yang tinggi. Misalnya didalam usaha tersebut terdapat 1 produk nah 1 produk itu tidak mungkin produk nya itu itu saja harus mempunyai inspirasi atau inovasi yang baru agar tidak kalah saing dengan wirausaha yang lain
Rabu, 13 April 2016
investasi jangka panjang
NVESTASI DALAM OBLIGASI
Investasi dalam obligasi termasuk investasi jangka panjang. Investasi dalam obligasi ialah investasi yang berupa surat berhargabaik dalam bentuk saham ataupun dalam bentuk obligasi yang dikatakan memiliki nilai pasar.Didalam obligasi terdapat Disagio dan Agio.
Disagio obligasi (Discount On Bond) adalah apabila tingkat bunga yang berlaku dipasar lebih tinggi bila dibandingkan dengan tingkat bunga obligasi, maka harga jual dari obligasi berlaku yang bersangkutan cenderung lebih murah dibandingkan dengan nilai nominalnya, dalam hal ini investee akan mengalami kerugian penjualan obligasi.
Agio obligasi (Premium On Bond) adalah apabila tingkat bunga dipasar lebih rendah bila dibandingkan dengan tingkat bunga obligasi, maka harga jual obligasi yang bersangkutan cenderung lebih tinggi dari harga nominalnya, dalam hal ini investee akan mendapatkan yang bersangkutan dari penjualan obligasi atau keuntungan.
Jenis – Jenis Obligasi
1. Obligasi khusus adalah obligasi yang dikeluarkan dapat jatuh tempo pada waktu yang bersamaan (disebut obligasi berjangka) atau dapat pula jatuh tempo secara berangsur – angsur sepanjang waktu (disebut obligasi serial).
2. Obligasi hipotik yang dikeluarkan perseroan memberi hak kepada pemegang obligasi untuk mengambil aktiva tertentu jika perseroan yang mengeluarkan obligasi gagal untuk membayar bunga atau pokok pinjaman.
3. Obligasi dengan jaminan bukan berarti lebih menimbulkan daya tarik bagi investor dibandingkan dengan obligasi tanpa jaminan.
Cara menentukan harga pembelianobligasi, sebelum masuk ke perhitungan yang lebih rumit maka, diberi penjelasan dasar terlebih dahulu. Nilai obligasi dinyatakan dalam bentuk persentase dari nilai jatuh tempo. Sebagai contoh obligasi dengan nilai Rp. 1.000 dibeli atau dijual dengan kurs 100, berarti nilainya Rp. 1.000 yakni 100% dari niali nominal. Untuk obligasi yang sama, dinyatakan dengan kurs 101 ½, berarti mempunyai harga pasar Rp. 1.015 (101.5 persen dari nilai nominal, atau Rp. 1.000 x 1.015). obligasi Rp. 1.000 dinyatakan dengan kurs 88 3/8 berarti harganya Rp. 883.75 (Rp. 1.000 x 0.88375).
Contoh Soal:
Pada 1 Desember 2001, PT Nusa Raya, Depok membeli obligasi PT. Samudra sebanyak 500 lembar, nominal @ Rp. 1.000.000,00. Bunga obligasi 12% dibayar setiap tanggal 1 Mei dan 1 Nopember. Kurs beli 100, biaya komisi 1% dari nilai transaksi dan PPN 1% dari nilai komisi.
Perhitungan harga perolehan:
Keterangan : Nilai Uang (Rp.)
Transaksi Beli 500 x 1.000.000 x 100% 500.000.000
Komisi 1% x nilai trans. 5.000.000
PPN 10 % dari komisi 500.000
Total biaya transaksi beli 5.500.000
Total pembelian 505.500.000
Bunga berjalan (1/11-1/12) 1/12 x 500.000.000 x12% 5.000.000
Total Pembayaran 510.500.000
Investasi dalam obligasi termasuk investasi jangka panjang. Investasi dalam obligasi ialah investasi yang berupa surat berhargabaik dalam bentuk saham ataupun dalam bentuk obligasi yang dikatakan memiliki nilai pasar.Didalam obligasi terdapat Disagio dan Agio.
Disagio obligasi (Discount On Bond) adalah apabila tingkat bunga yang berlaku dipasar lebih tinggi bila dibandingkan dengan tingkat bunga obligasi, maka harga jual dari obligasi berlaku yang bersangkutan cenderung lebih murah dibandingkan dengan nilai nominalnya, dalam hal ini investee akan mengalami kerugian penjualan obligasi.
Agio obligasi (Premium On Bond) adalah apabila tingkat bunga dipasar lebih rendah bila dibandingkan dengan tingkat bunga obligasi, maka harga jual obligasi yang bersangkutan cenderung lebih tinggi dari harga nominalnya, dalam hal ini investee akan mendapatkan yang bersangkutan dari penjualan obligasi atau keuntungan.
Jenis – Jenis Obligasi
1. Obligasi khusus adalah obligasi yang dikeluarkan dapat jatuh tempo pada waktu yang bersamaan (disebut obligasi berjangka) atau dapat pula jatuh tempo secara berangsur – angsur sepanjang waktu (disebut obligasi serial).
2. Obligasi hipotik yang dikeluarkan perseroan memberi hak kepada pemegang obligasi untuk mengambil aktiva tertentu jika perseroan yang mengeluarkan obligasi gagal untuk membayar bunga atau pokok pinjaman.
3. Obligasi dengan jaminan bukan berarti lebih menimbulkan daya tarik bagi investor dibandingkan dengan obligasi tanpa jaminan.
Cara menentukan harga pembelianobligasi, sebelum masuk ke perhitungan yang lebih rumit maka, diberi penjelasan dasar terlebih dahulu. Nilai obligasi dinyatakan dalam bentuk persentase dari nilai jatuh tempo. Sebagai contoh obligasi dengan nilai Rp. 1.000 dibeli atau dijual dengan kurs 100, berarti nilainya Rp. 1.000 yakni 100% dari niali nominal. Untuk obligasi yang sama, dinyatakan dengan kurs 101 ½, berarti mempunyai harga pasar Rp. 1.015 (101.5 persen dari nilai nominal, atau Rp. 1.000 x 1.015). obligasi Rp. 1.000 dinyatakan dengan kurs 88 3/8 berarti harganya Rp. 883.75 (Rp. 1.000 x 0.88375).
Contoh Soal:
Pada 1 Desember 2001, PT Nusa Raya, Depok membeli obligasi PT. Samudra sebanyak 500 lembar, nominal @ Rp. 1.000.000,00. Bunga obligasi 12% dibayar setiap tanggal 1 Mei dan 1 Nopember. Kurs beli 100, biaya komisi 1% dari nilai transaksi dan PPN 1% dari nilai komisi.
Perhitungan harga perolehan:
Keterangan : Nilai Uang (Rp.)
Transaksi Beli 500 x 1.000.000 x 100% 500.000.000
Komisi 1% x nilai trans. 5.000.000
PPN 10 % dari komisi 500.000
Total biaya transaksi beli 5.500.000
Total pembelian 505.500.000
Bunga berjalan (1/11-1/12) 1/12 x 500.000.000 x12% 5.000.000
Total Pembayaran 510.500.000
Ekuitas pemegang saham modal perseroan
EKUITAS PEMEGANG SAHAM MODAL PERSEROAN
a. Perseroan Terbatas
Perseroan Terbatas adalah badan usaha yang berbentuk badan hukum yang modalnya terbagi atas saham-saham dimana setiap pemegang saham atau pemilik (Persero) hanya bertanggung jawab kepada perusahaan secara terbatas sebanyak nilai saham yang dikuasainya.
Perseroan dapat dibagi menjadi dua yaitu Persero yang sahamnya diperdagangkan secara luas kepada publik atau dinamakan dengan Perseroan. Sedangkan, Perseroan yang sahamnya tidak diperdagangkan kepada publik melainkan hanya kepada sekelompok kecil investor,dinamakan Perseroan tertutup.
b. Sumber Modal Perseroan Terbatas
Berikut ini merupakan dua sumber modal perseroan :
1. Modal disetor (paid-in capital)
Modal disetor adalah keseluruhan jumlah kas dan aktiva lainnya yang disetorkan oleh pemegang saham ke dalam perseroan untuk dipertukarkan dengan saham. Jadi, pemegang saham dapat menyetor dalam bentuk uang tunai maupun dalam bentuk harta non kas ke dalam perusahaan dan saham yang diterbitkan oleh perusahaan dapat berupa saham biasa (common stock) dan saham preferen(Preffered stock).
2. Laba ditahan
Laba ditahan adalah laba perusahaan perseroan yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham. Laba tidak dibagi ini adalah akumulasi dari laba perseroan dari tahun-tahun yang lalu dan tidak dibagikan kepada para pemilik. Laba ditahan dimaksudkan sebagai modal tambahan perseroan terbatas, agar dapat berkembang dengan baik. Besarnya nilai laba ditahan yang akan ditinggalkan dari laba perseroan akan ditentukan dalam rapat umum pemegang saham.Dan juga laba ditahan ini juga dapat sebagai penutup kerugian di masa yang akan datang jika terjadi suatu kerugian pada perseroan tersebut.
Contoh Soal:
1. Contoh penempatan/penjualan saham biasa milik sendiri sebesar sama dengan nilai nominal
Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan harga per lembar atau Nilai nominal sebesar Rp10.000. Pada tanggal 25 Juni 2011 dijual tunai 20.000 lembar saham biasa kepada Bp. Falian dengan harga seluruhnya Rp200.000.000
Jurnal :
25 Juni 2011 Cash Rp200.000.000
Common Stock Rp200.000.000
Perhitungan: Nilai Nominal 20.000 lbr x Rp10.000= Rp200.000.000
2. Contoh penempatan/penjualan saham biasa milik sendiri sebesar dibawah nilai nominal
Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan harga per lembar atau nilai nominal sebesar Rp10.000. Pada tanggal 26 Juni 2011 dijual tunai 10.000 lembar saham biasa kepada Bp. Adit dengan harga seluruhnya Rp90.000.000
Jurnal :
26 Juni 2011 Cash Rp90.000.000
Discount on common Stock Rp10.000.000
Common Stock Rp100.000.000
Perhitungan :
Nilai Nominal sebenarnya 10.000 lb x Rp10.000 = Rp100.000.000
Harga jual....................................................... = Rp90.000.000
Rugi............................................................... = Rp10.000.000
a. Perseroan Terbatas
Perseroan Terbatas adalah badan usaha yang berbentuk badan hukum yang modalnya terbagi atas saham-saham dimana setiap pemegang saham atau pemilik (Persero) hanya bertanggung jawab kepada perusahaan secara terbatas sebanyak nilai saham yang dikuasainya.
Perseroan dapat dibagi menjadi dua yaitu Persero yang sahamnya diperdagangkan secara luas kepada publik atau dinamakan dengan Perseroan. Sedangkan, Perseroan yang sahamnya tidak diperdagangkan kepada publik melainkan hanya kepada sekelompok kecil investor,dinamakan Perseroan tertutup.
b. Sumber Modal Perseroan Terbatas
Berikut ini merupakan dua sumber modal perseroan :
1. Modal disetor (paid-in capital)
Modal disetor adalah keseluruhan jumlah kas dan aktiva lainnya yang disetorkan oleh pemegang saham ke dalam perseroan untuk dipertukarkan dengan saham. Jadi, pemegang saham dapat menyetor dalam bentuk uang tunai maupun dalam bentuk harta non kas ke dalam perusahaan dan saham yang diterbitkan oleh perusahaan dapat berupa saham biasa (common stock) dan saham preferen(Preffered stock).
2. Laba ditahan
Laba ditahan adalah laba perusahaan perseroan yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham. Laba tidak dibagi ini adalah akumulasi dari laba perseroan dari tahun-tahun yang lalu dan tidak dibagikan kepada para pemilik. Laba ditahan dimaksudkan sebagai modal tambahan perseroan terbatas, agar dapat berkembang dengan baik. Besarnya nilai laba ditahan yang akan ditinggalkan dari laba perseroan akan ditentukan dalam rapat umum pemegang saham.Dan juga laba ditahan ini juga dapat sebagai penutup kerugian di masa yang akan datang jika terjadi suatu kerugian pada perseroan tersebut.
Contoh Soal:
1. Contoh penempatan/penjualan saham biasa milik sendiri sebesar sama dengan nilai nominal
Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan harga per lembar atau Nilai nominal sebesar Rp10.000. Pada tanggal 25 Juni 2011 dijual tunai 20.000 lembar saham biasa kepada Bp. Falian dengan harga seluruhnya Rp200.000.000
Jurnal :
25 Juni 2011 Cash Rp200.000.000
Common Stock Rp200.000.000
Perhitungan: Nilai Nominal 20.000 lbr x Rp10.000= Rp200.000.000
2. Contoh penempatan/penjualan saham biasa milik sendiri sebesar dibawah nilai nominal
Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan harga per lembar atau nilai nominal sebesar Rp10.000. Pada tanggal 26 Juni 2011 dijual tunai 10.000 lembar saham biasa kepada Bp. Adit dengan harga seluruhnya Rp90.000.000
Jurnal :
26 Juni 2011 Cash Rp90.000.000
Discount on common Stock Rp10.000.000
Common Stock Rp100.000.000
Perhitungan :
Nilai Nominal sebenarnya 10.000 lb x Rp10.000 = Rp100.000.000
Harga jual....................................................... = Rp90.000.000
Rugi............................................................... = Rp10.000.000
Langganan:
Postingan (Atom)
Ku Jaga Takdirku
Tak Pernah Aku Meminta Bertemu Engkau Dan Bersama Sama Dalam Kehidupan Namun Tuhan Mengirim Engkau Untuk Bersama Denganku Selamanya ...
-
Pengertian Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan (PPh) adalah Pajak Negara yang dikenakan terhadap setiap tambahan kemampuan ekonomis yang di...
-
Nama : Ayu Yusinta Kelas : 2DA02 1. Apa definisi dari kewirausahaan ? Jawab : Seseorang yang melakukan suatu usaha dan usaha terseb...
-
ANALISIS PERBANDINGAN 1. Pengertian Analisis Perbandingan Analisis ini merupakan bagian dari analisis horisontal, yait...