NVESTASI DALAM OBLIGASI
Investasi dalam obligasi termasuk investasi jangka panjang. Investasi dalam obligasi ialah investasi yang berupa surat berhargabaik dalam bentuk saham ataupun dalam bentuk obligasi yang dikatakan memiliki nilai pasar.Didalam obligasi terdapat Disagio dan Agio.
Disagio obligasi (Discount On Bond) adalah apabila tingkat bunga yang berlaku dipasar lebih tinggi bila dibandingkan dengan tingkat bunga obligasi, maka harga jual dari obligasi berlaku yang bersangkutan cenderung lebih murah dibandingkan dengan nilai nominalnya, dalam hal ini investee akan mengalami kerugian penjualan obligasi.
Agio obligasi (Premium On Bond) adalah apabila tingkat bunga dipasar lebih rendah bila dibandingkan dengan tingkat bunga obligasi, maka harga jual obligasi yang bersangkutan cenderung lebih tinggi dari harga nominalnya, dalam hal ini investee akan mendapatkan yang bersangkutan dari penjualan obligasi atau keuntungan.
Jenis – Jenis Obligasi
1. Obligasi khusus adalah obligasi yang dikeluarkan dapat jatuh tempo pada waktu yang bersamaan (disebut obligasi berjangka) atau dapat pula jatuh tempo secara berangsur – angsur sepanjang waktu (disebut obligasi serial).
2. Obligasi hipotik yang dikeluarkan perseroan memberi hak kepada pemegang obligasi untuk mengambil aktiva tertentu jika perseroan yang mengeluarkan obligasi gagal untuk membayar bunga atau pokok pinjaman.
3. Obligasi dengan jaminan bukan berarti lebih menimbulkan daya tarik bagi investor dibandingkan dengan obligasi tanpa jaminan.
Cara menentukan harga pembelianobligasi, sebelum masuk ke perhitungan yang lebih rumit maka, diberi penjelasan dasar terlebih dahulu. Nilai obligasi dinyatakan dalam bentuk persentase dari nilai jatuh tempo. Sebagai contoh obligasi dengan nilai Rp. 1.000 dibeli atau dijual dengan kurs 100, berarti nilainya Rp. 1.000 yakni 100% dari niali nominal. Untuk obligasi yang sama, dinyatakan dengan kurs 101 ½, berarti mempunyai harga pasar Rp. 1.015 (101.5 persen dari nilai nominal, atau Rp. 1.000 x 1.015). obligasi Rp. 1.000 dinyatakan dengan kurs 88 3/8 berarti harganya Rp. 883.75 (Rp. 1.000 x 0.88375).
Contoh Soal:
Pada 1 Desember 2001, PT Nusa Raya, Depok membeli obligasi PT. Samudra sebanyak 500 lembar, nominal @ Rp. 1.000.000,00. Bunga obligasi 12% dibayar setiap tanggal 1 Mei dan 1 Nopember. Kurs beli 100, biaya komisi 1% dari nilai transaksi dan PPN 1% dari nilai komisi.
Perhitungan harga perolehan:
Keterangan : Nilai Uang (Rp.)
Transaksi Beli 500 x 1.000.000 x 100% 500.000.000
Komisi 1% x nilai trans. 5.000.000
PPN 10 % dari komisi 500.000
Total biaya transaksi beli 5.500.000
Total pembelian 505.500.000
Bunga berjalan (1/11-1/12) 1/12 x 500.000.000 x12% 5.000.000
Total Pembayaran 510.500.000
Rabu, 13 April 2016
Ekuitas pemegang saham modal perseroan
EKUITAS PEMEGANG SAHAM MODAL PERSEROAN
a. Perseroan Terbatas
Perseroan Terbatas adalah badan usaha yang berbentuk badan hukum yang modalnya terbagi atas saham-saham dimana setiap pemegang saham atau pemilik (Persero) hanya bertanggung jawab kepada perusahaan secara terbatas sebanyak nilai saham yang dikuasainya.
Perseroan dapat dibagi menjadi dua yaitu Persero yang sahamnya diperdagangkan secara luas kepada publik atau dinamakan dengan Perseroan. Sedangkan, Perseroan yang sahamnya tidak diperdagangkan kepada publik melainkan hanya kepada sekelompok kecil investor,dinamakan Perseroan tertutup.
b. Sumber Modal Perseroan Terbatas
Berikut ini merupakan dua sumber modal perseroan :
1. Modal disetor (paid-in capital)
Modal disetor adalah keseluruhan jumlah kas dan aktiva lainnya yang disetorkan oleh pemegang saham ke dalam perseroan untuk dipertukarkan dengan saham. Jadi, pemegang saham dapat menyetor dalam bentuk uang tunai maupun dalam bentuk harta non kas ke dalam perusahaan dan saham yang diterbitkan oleh perusahaan dapat berupa saham biasa (common stock) dan saham preferen(Preffered stock).
2. Laba ditahan
Laba ditahan adalah laba perusahaan perseroan yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham. Laba tidak dibagi ini adalah akumulasi dari laba perseroan dari tahun-tahun yang lalu dan tidak dibagikan kepada para pemilik. Laba ditahan dimaksudkan sebagai modal tambahan perseroan terbatas, agar dapat berkembang dengan baik. Besarnya nilai laba ditahan yang akan ditinggalkan dari laba perseroan akan ditentukan dalam rapat umum pemegang saham.Dan juga laba ditahan ini juga dapat sebagai penutup kerugian di masa yang akan datang jika terjadi suatu kerugian pada perseroan tersebut.
Contoh Soal:
1. Contoh penempatan/penjualan saham biasa milik sendiri sebesar sama dengan nilai nominal
Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan harga per lembar atau Nilai nominal sebesar Rp10.000. Pada tanggal 25 Juni 2011 dijual tunai 20.000 lembar saham biasa kepada Bp. Falian dengan harga seluruhnya Rp200.000.000
Jurnal :
25 Juni 2011 Cash Rp200.000.000
Common Stock Rp200.000.000
Perhitungan: Nilai Nominal 20.000 lbr x Rp10.000= Rp200.000.000
2. Contoh penempatan/penjualan saham biasa milik sendiri sebesar dibawah nilai nominal
Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan harga per lembar atau nilai nominal sebesar Rp10.000. Pada tanggal 26 Juni 2011 dijual tunai 10.000 lembar saham biasa kepada Bp. Adit dengan harga seluruhnya Rp90.000.000
Jurnal :
26 Juni 2011 Cash Rp90.000.000
Discount on common Stock Rp10.000.000
Common Stock Rp100.000.000
Perhitungan :
Nilai Nominal sebenarnya 10.000 lb x Rp10.000 = Rp100.000.000
Harga jual....................................................... = Rp90.000.000
Rugi............................................................... = Rp10.000.000
a. Perseroan Terbatas
Perseroan Terbatas adalah badan usaha yang berbentuk badan hukum yang modalnya terbagi atas saham-saham dimana setiap pemegang saham atau pemilik (Persero) hanya bertanggung jawab kepada perusahaan secara terbatas sebanyak nilai saham yang dikuasainya.
Perseroan dapat dibagi menjadi dua yaitu Persero yang sahamnya diperdagangkan secara luas kepada publik atau dinamakan dengan Perseroan. Sedangkan, Perseroan yang sahamnya tidak diperdagangkan kepada publik melainkan hanya kepada sekelompok kecil investor,dinamakan Perseroan tertutup.
b. Sumber Modal Perseroan Terbatas
Berikut ini merupakan dua sumber modal perseroan :
1. Modal disetor (paid-in capital)
Modal disetor adalah keseluruhan jumlah kas dan aktiva lainnya yang disetorkan oleh pemegang saham ke dalam perseroan untuk dipertukarkan dengan saham. Jadi, pemegang saham dapat menyetor dalam bentuk uang tunai maupun dalam bentuk harta non kas ke dalam perusahaan dan saham yang diterbitkan oleh perusahaan dapat berupa saham biasa (common stock) dan saham preferen(Preffered stock).
2. Laba ditahan
Laba ditahan adalah laba perusahaan perseroan yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham. Laba tidak dibagi ini adalah akumulasi dari laba perseroan dari tahun-tahun yang lalu dan tidak dibagikan kepada para pemilik. Laba ditahan dimaksudkan sebagai modal tambahan perseroan terbatas, agar dapat berkembang dengan baik. Besarnya nilai laba ditahan yang akan ditinggalkan dari laba perseroan akan ditentukan dalam rapat umum pemegang saham.Dan juga laba ditahan ini juga dapat sebagai penutup kerugian di masa yang akan datang jika terjadi suatu kerugian pada perseroan tersebut.
Contoh Soal:
1. Contoh penempatan/penjualan saham biasa milik sendiri sebesar sama dengan nilai nominal
Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan harga per lembar atau Nilai nominal sebesar Rp10.000. Pada tanggal 25 Juni 2011 dijual tunai 20.000 lembar saham biasa kepada Bp. Falian dengan harga seluruhnya Rp200.000.000
Jurnal :
25 Juni 2011 Cash Rp200.000.000
Common Stock Rp200.000.000
Perhitungan: Nilai Nominal 20.000 lbr x Rp10.000= Rp200.000.000
2. Contoh penempatan/penjualan saham biasa milik sendiri sebesar dibawah nilai nominal
Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan harga per lembar atau nilai nominal sebesar Rp10.000. Pada tanggal 26 Juni 2011 dijual tunai 10.000 lembar saham biasa kepada Bp. Adit dengan harga seluruhnya Rp90.000.000
Jurnal :
26 Juni 2011 Cash Rp90.000.000
Discount on common Stock Rp10.000.000
Common Stock Rp100.000.000
Perhitungan :
Nilai Nominal sebenarnya 10.000 lb x Rp10.000 = Rp100.000.000
Harga jual....................................................... = Rp90.000.000
Rugi............................................................... = Rp10.000.000
Kamis, 31 Maret 2016
metode fifo lifo
Investasi sementara merupakan investasi jangka pendek pada surat berharga
Tujuan karna adanya kas menganggur
Investasi jangka pendek dapar berupa saham dan obligasi
PT ABC pada tahun 2010 memberikan data yang berhubungan dengan investasi dalam saham sebagai berikut :
10/02/10 dibeli 100 lembar saham PT TEGAR nominal @Rp 10.000 kurs beli 110% dengan biaya provisi dan materai sebesar Rp 10.000
25/05/10 dibeli 50 lembar saham PT TEGAR nominal @Rp 10.000 kurs beli
120% dengan biaya provisi dan materai sebesar Rp 5.000
15/08/10 dijua 60 lembar saham PT TEGAR nominal @Rp 10.000 kurs jual 120% dengan biaya provisi dan materai Rp 10.000
Diminta :
Metode FIFO (MPKP)
Metode LIFO (MTKP)
Metode rata – rata
Jawaban :
10/02/10 markettable securities Rp 1.110.000
Cash Rp 1.110.000
25/05/10 markettable secuties Rp 605.000
Cash Rp 605.000
Metode FIFO
15/08/10 cash Rp 710.000
Marketable securities Rp 666.000
Gain un sale marketable securities Rp 44.000
Bila menggunakan metode LIFO
15/08/10 cash Rp 710.000
Lash on sale of marketable securities Rp 6.000
Marketable securities Rp 716.000
Metode rata-rata
15/08/10 cash Rp 710.000
Gain sale of market table securities Rp.24.000
Marketable securities Rp. 686.000
INVESTASI DALAM SEKURITAS HUTANG / OBLIGASI
Instrument yang menunjukan hubngan kreditor dengan suatu perusahaan investasi dalam sekuritas hutang menurut (Donald,jerrydan terry :433) dikelompokan menjadi 3 yaitu :
Dimiliki sampai jatuh tempo (held to – maturity)
Menurut maksud & kemampuan perusahaan akan dimiliki sampai jatuh tempo
Perdagangan (tranding)
Sekuritas hutang yang dimiliki terutama untuk dijal dalam jangka waktu dapat untuk menghasilkan laba / selisih jangka pendek.
Tersedia untuk dijual (available for sale)
Tidak di klasfikasikan sebagai sekuritas yang dimiliki sampai jatuh tempo / perdagangan.
Sekuritas yang dimiliki sampai jatuh tempo hanya untuk investor / perusahaan dapat mengklasfikasikan nya jika pelapornya mempunyai :
Nilai positif untuk memegang sekuritas
Kemampuan untuk memiliki sekuritas itu sampai jatuh tempo
Perusahaan : biaya yang diamortitasi (penyusutan bukan pada nilai wajarnya)
Sekuritas perdagangan
Akan dijal dalam priode waktu yang singkat digunakan untuk menghasilkan laba dan selisih harga jangka pendek biasnya karna dari 3bulan mungkin lebih sering diukur dalam hitungan hari/jam dilaporkannya pada nilai wajar.
Sekuritas yang tersedia untuk dijual
Investasi sekuritas hutang yang siap dijual kapan saja dilaporkan pada nilai wajarnya (fair value).
Keuntungan & kerugian berkaitan dengan perubahan dalam nilaiwajar sekuritas hutang dicatat pada akun keuntungan / kerugiaan yang belum terelisasi (compesive income) sebagai komponen dari ekuitas pemegang saham ( stork holders equity).
Perubahan dalam nilai wajar tidak dilaporkan sebagai kerugiaan dari penghasilan (laba) bersih sampai sekurittas tersebut dijual.
Tujuan karna adanya kas menganggur
Investasi jangka pendek dapar berupa saham dan obligasi
PT ABC pada tahun 2010 memberikan data yang berhubungan dengan investasi dalam saham sebagai berikut :
10/02/10 dibeli 100 lembar saham PT TEGAR nominal @Rp 10.000 kurs beli 110% dengan biaya provisi dan materai sebesar Rp 10.000
25/05/10 dibeli 50 lembar saham PT TEGAR nominal @Rp 10.000 kurs beli
120% dengan biaya provisi dan materai sebesar Rp 5.000
15/08/10 dijua 60 lembar saham PT TEGAR nominal @Rp 10.000 kurs jual 120% dengan biaya provisi dan materai Rp 10.000
Diminta :
Metode FIFO (MPKP)
Metode LIFO (MTKP)
Metode rata – rata
Jawaban :
10/02/10 markettable securities Rp 1.110.000
Cash Rp 1.110.000
25/05/10 markettable secuties Rp 605.000
Cash Rp 605.000
Metode FIFO
15/08/10 cash Rp 710.000
Marketable securities Rp 666.000
Gain un sale marketable securities Rp 44.000
Bila menggunakan metode LIFO
15/08/10 cash Rp 710.000
Lash on sale of marketable securities Rp 6.000
Marketable securities Rp 716.000
Metode rata-rata
15/08/10 cash Rp 710.000
Gain sale of market table securities Rp.24.000
Marketable securities Rp. 686.000
INVESTASI DALAM SEKURITAS HUTANG / OBLIGASI
Instrument yang menunjukan hubngan kreditor dengan suatu perusahaan investasi dalam sekuritas hutang menurut (Donald,jerrydan terry :433) dikelompokan menjadi 3 yaitu :
Dimiliki sampai jatuh tempo (held to – maturity)
Menurut maksud & kemampuan perusahaan akan dimiliki sampai jatuh tempo
Perdagangan (tranding)
Sekuritas hutang yang dimiliki terutama untuk dijal dalam jangka waktu dapat untuk menghasilkan laba / selisih jangka pendek.
Tersedia untuk dijual (available for sale)
Tidak di klasfikasikan sebagai sekuritas yang dimiliki sampai jatuh tempo / perdagangan.
Sekuritas yang dimiliki sampai jatuh tempo hanya untuk investor / perusahaan dapat mengklasfikasikan nya jika pelapornya mempunyai :
Nilai positif untuk memegang sekuritas
Kemampuan untuk memiliki sekuritas itu sampai jatuh tempo
Perusahaan : biaya yang diamortitasi (penyusutan bukan pada nilai wajarnya)
Sekuritas perdagangan
Akan dijal dalam priode waktu yang singkat digunakan untuk menghasilkan laba dan selisih harga jangka pendek biasnya karna dari 3bulan mungkin lebih sering diukur dalam hitungan hari/jam dilaporkannya pada nilai wajar.
Sekuritas yang tersedia untuk dijual
Investasi sekuritas hutang yang siap dijual kapan saja dilaporkan pada nilai wajarnya (fair value).
Keuntungan & kerugian berkaitan dengan perubahan dalam nilaiwajar sekuritas hutang dicatat pada akun keuntungan / kerugiaan yang belum terelisasi (compesive income) sebagai komponen dari ekuitas pemegang saham ( stork holders equity).
Perubahan dalam nilai wajar tidak dilaporkan sebagai kerugiaan dari penghasilan (laba) bersih sampai sekurittas tersebut dijual.
Kamis, 24 Maret 2016
Hutang jangka panjang
31 Desember 2011 jurnal penutup
Ikhsan laba rugi Rp. 7.600.00p
Bunga. Rp. 7.600.000
Beban bunga | 01/01
01/03 Rp.4.800.000. Rp.3.200.000
01/09 Rp.4.600.000.
31/12 Rp.10.800.000
1. Iko bekerja pada PT XYZ dengan memperoleh gaji sebesar 20jt PT XYZ merupakan ikut dalam proses jamsostek premi jam kerja dan premi kematian di bayar oleh pemberi kerja 20rb dan 50rb dalam sebulan PT KYZ menanggung tht 10rb sedangkan kiko m3mbayar iyuran tht sebesar 6500/bln disamping ituitu PT KYZ iyuran pensiun kepada dana keuangan. Besar pembayar yang dutanggung sebesar 40rb sedangkan 25rb ditanggung oleh kiko pph PTKP
PPH 21
Gaji sebulan. Rp. 20.000.000
Premi.os.kec. Rp. 20.000
Premi kematian Rp. 5.000
Penghasilan bruto Rp. 20.025.000
Pengurangan
B.Jabatan (5%) × 20.025.000. Rp. 500.000
Iuran pensiun. Rp. 25.000
THT. Rp. 6.5000
Penghasilan neto. Rp. 20.025.000
Rp. 531.000
Rp. 19.493.500
penghasilan neto (12×19.493.500) = 233.922.000
PTKP
Wp sendiri. Rp. 36.000.000
Wp kawin. Rp. 3.000.000
anak 3×3.000.000. Rp. 9.000.000
PTKP Setahun. Rp. 48.000.000
PKP. Rp. 185.000.000
PKP
PPH 21 = 5% × 50.000.000. = Rp. 2.500.000
15% × 135.922.000 = Rp. 20.388.000
PKP setahun. = Rp. 22.888.300
Ikhsan laba rugi Rp. 7.600.00p
Bunga. Rp. 7.600.000
Beban bunga | 01/01
01/03 Rp.4.800.000. Rp.3.200.000
01/09 Rp.4.600.000.
31/12 Rp.10.800.000
1. Iko bekerja pada PT XYZ dengan memperoleh gaji sebesar 20jt PT XYZ merupakan ikut dalam proses jamsostek premi jam kerja dan premi kematian di bayar oleh pemberi kerja 20rb dan 50rb dalam sebulan PT KYZ menanggung tht 10rb sedangkan kiko m3mbayar iyuran tht sebesar 6500/bln disamping ituitu PT KYZ iyuran pensiun kepada dana keuangan. Besar pembayar yang dutanggung sebesar 40rb sedangkan 25rb ditanggung oleh kiko pph PTKP
PPH 21
Gaji sebulan. Rp. 20.000.000
Premi.os.kec. Rp. 20.000
Premi kematian Rp. 5.000
Penghasilan bruto Rp. 20.025.000
Pengurangan
B.Jabatan (5%) × 20.025.000. Rp. 500.000
Iuran pensiun. Rp. 25.000
THT. Rp. 6.5000
Penghasilan neto. Rp. 20.025.000
Rp. 531.000
Rp. 19.493.500
penghasilan neto (12×19.493.500) = 233.922.000
PTKP
Wp sendiri. Rp. 36.000.000
Wp kawin. Rp. 3.000.000
anak 3×3.000.000. Rp. 9.000.000
PTKP Setahun. Rp. 48.000.000
PKP. Rp. 185.000.000
PKP
PPH 21 = 5% × 50.000.000. = Rp. 2.500.000
15% × 135.922.000 = Rp. 20.388.000
PKP setahun. = Rp. 22.888.300
Rabu, 16 Maret 2016
hutang
Kewajiban yang berhubungan dengan kariawan
1. Gaji
2. Upah
3. Menurut peraturan perubahan di indonesia pegawai dikatakan lembur jika ia berkerja >40 jam seminggu
4. Lembur untuk jam pertama pada hari kerja
1.5 x tarif normal
2 x tarif normal perjam
5. Pada hari hari lembur resmi untuk 7 jam
Pertama lembur = 2x tarif normal kerja
Jam ke - 8 dst = 3x tarif normal perjam
Contoh soal
Fani selama bulan oktober 2014 bekerja selama 197 jam gaji / bulannya sebesar Rp 1.730.000 jumlah jam bekerja normal perusahaan selama 1bln adalah 173 jam
Jawab.
197 - 173 = 24 jam
1.730.000 ÷ 173 = 10.000
Pendapatan kotor dan pendapatan bersih
Pendapatan kotor merupakan jumlah total gaji , upah , komisi jenis komposisi lain yang diterima oleh pegawai sebelum dikurangi pajak dan pengeluaran lain.
Pendapatan bersih merupakan jumlah yang benar benar diterima oleh pegawai setelah dikurangi pajak.
1. Gaji
2. Upah
3. Menurut peraturan perubahan di indonesia pegawai dikatakan lembur jika ia berkerja >40 jam seminggu
4. Lembur untuk jam pertama pada hari kerja
1.5 x tarif normal
2 x tarif normal perjam
5. Pada hari hari lembur resmi untuk 7 jam
Pertama lembur = 2x tarif normal kerja
Jam ke - 8 dst = 3x tarif normal perjam
Contoh soal
Fani selama bulan oktober 2014 bekerja selama 197 jam gaji / bulannya sebesar Rp 1.730.000 jumlah jam bekerja normal perusahaan selama 1bln adalah 173 jam
Jawab.
197 - 173 = 24 jam
1.730.000 ÷ 173 = 10.000
Pendapatan kotor dan pendapatan bersih
Pendapatan kotor merupakan jumlah total gaji , upah , komisi jenis komposisi lain yang diterima oleh pegawai sebelum dikurangi pajak dan pengeluaran lain.
Pendapatan bersih merupakan jumlah yang benar benar diterima oleh pegawai setelah dikurangi pajak.
Jumat, 22 Januari 2016
persediaan
Persediaan adalah persediaan barang-barang yang menjadi obyek usaha pokok perusahaan.
Jenis-Jenis Persediaan
Seperti yang telah disebutkan di atas, Persediaan terbagi menjadi 5, yaitu :
Merchandise Inventory (Persediaan Barang Dagangan)
Barang dagangan adalah barang yang diperoleh dari supplier (pemasok) tanpa melalui proses perubahan bentuk dan dimaksudkan untuk dijual kembali kepada pelanggan dalam kegiatan normal perusahaan.
Direct Materials Inventory (Persediaan Bahan Baku)
Bahan baku adalah barang yang akan digunakan dalam proses produksi dan menjadi substansi utama dari barang (produk) jadi.
Indirect Materials Inventory (Persediaan Bahan Pembantu)
Bahan pembantu adalah barang yang akan dipakai untuk membantu kelancaran usaha ataupun proses produksi dan tidak menjadi substansi produk jadi. Contohnya adalah kertas yang merupakan bahan baku bagi perusahaan penerbit dan percetakan; dan bahan pembantu untuk pembungkus bagi penjual makanan.
Work in Process Inventory (Persediaan Barang dalam Proses)
Persediaan Barang dalam proses adalah bahan baku yang sudah mengalami proses produksi tetapi belum selesai secara sempurna sebagai barang jadi. Contohnya adalah buku yang belum dijilid pada perusahaan penerbitan, sepatu yang belum disol pada perusahaan sepatu.
Finished Goods Inventory (Persediaan Barang Jadi)
Barang jadi adalah barang yang telah selesai diproduksi dan menunggu untuk dijual. Barang jadi pada perusahaan manufaktur berfungsi sama seperti barang dagangan pada perusahaan dagang, yaitu sebagai sumber pendapatan utama.
Jenis-Jenis Persediaan
Seperti yang telah disebutkan di atas, Persediaan terbagi menjadi 5, yaitu :
Merchandise Inventory (Persediaan Barang Dagangan)
Barang dagangan adalah barang yang diperoleh dari supplier (pemasok) tanpa melalui proses perubahan bentuk dan dimaksudkan untuk dijual kembali kepada pelanggan dalam kegiatan normal perusahaan.
Direct Materials Inventory (Persediaan Bahan Baku)
Bahan baku adalah barang yang akan digunakan dalam proses produksi dan menjadi substansi utama dari barang (produk) jadi.
Indirect Materials Inventory (Persediaan Bahan Pembantu)
Bahan pembantu adalah barang yang akan dipakai untuk membantu kelancaran usaha ataupun proses produksi dan tidak menjadi substansi produk jadi. Contohnya adalah kertas yang merupakan bahan baku bagi perusahaan penerbit dan percetakan; dan bahan pembantu untuk pembungkus bagi penjual makanan.
Work in Process Inventory (Persediaan Barang dalam Proses)
Persediaan Barang dalam proses adalah bahan baku yang sudah mengalami proses produksi tetapi belum selesai secara sempurna sebagai barang jadi. Contohnya adalah buku yang belum dijilid pada perusahaan penerbitan, sepatu yang belum disol pada perusahaan sepatu.
Finished Goods Inventory (Persediaan Barang Jadi)
Barang jadi adalah barang yang telah selesai diproduksi dan menunggu untuk dijual. Barang jadi pada perusahaan manufaktur berfungsi sama seperti barang dagangan pada perusahaan dagang, yaitu sebagai sumber pendapatan utama.
kelompok 12
Pertanyaan :
1. Kapan persediaan akhir di anggap ada pada persediaan eceran?
Jawaban Kelompok 12 :
Pada akhir tahun, persediaan yang ada di gudang penyimpanan dihitung jumlah kuantitasnya dan ditentukan nilai/harga belinya. Untuk menentukan persediaan yang dipakai/dijual, persediaan yang pernah ada (persediaan awal ditambah pembelian selama satu periode) dikurangi dengan persediaan akhir periode. Kemudian dibuat dua ayat jurnal penyesuaian. lalu, Cost persediaan ditentukan dengan mengkonversi persediaan menurut harga eceran menjadi cost dengan mengggunakan prosentase cost terhadap harga eceran
1. Kapan persediaan akhir di anggap ada pada persediaan eceran?
Jawaban Kelompok 12 :
Pada akhir tahun, persediaan yang ada di gudang penyimpanan dihitung jumlah kuantitasnya dan ditentukan nilai/harga belinya. Untuk menentukan persediaan yang dipakai/dijual, persediaan yang pernah ada (persediaan awal ditambah pembelian selama satu periode) dikurangi dengan persediaan akhir periode. Kemudian dibuat dua ayat jurnal penyesuaian. lalu, Cost persediaan ditentukan dengan mengkonversi persediaan menurut harga eceran menjadi cost dengan mengggunakan prosentase cost terhadap harga eceran
Langganan:
Postingan (Atom)
Ku Jaga Takdirku
Tak Pernah Aku Meminta Bertemu Engkau Dan Bersama Sama Dalam Kehidupan Namun Tuhan Mengirim Engkau Untuk Bersama Denganku Selamanya ...
-
Pengertian Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan (PPh) adalah Pajak Negara yang dikenakan terhadap setiap tambahan kemampuan ekonomis yang di...
-
Nama : Ayu Yusinta Kelas : 2DA02 1. Apa definisi dari kewirausahaan ? Jawab : Seseorang yang melakukan suatu usaha dan usaha terseb...
-
ANALISIS PERBANDINGAN 1. Pengertian Analisis Perbandingan Analisis ini merupakan bagian dari analisis horisontal, yait...